
Sultan Oman Haitham bin Tariq Al Said bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Muscat untuk membahas jalan keluar dari konflik regional yang masih memicu ketegangan di kawasan. Pertemuan ini menyoroti kembali peran Oman sebagai mediator yang berupaya menjaga komunikasi tetap terbuka di tengah situasi yang belum stabil.
Kantor berita Oman, ONA, melaporkan bahwa pembicaraan difokuskan pada penguatan langkah mediasi agar dapat mendorong solusi politik yang lebih berkelanjutan. Dalam percakapan itu, Sultan Oman juga menekankan pentingnya mengurangi dampak krisis terhadap warga sipil yang terdampak langsung oleh konflik.
Peran Oman sebagai jembatan dialog
Oman selama ini dikenal sering mengambil posisi sebagai penengah dalam isu-isu sensitif di Timur Tengah. Sikap itu kembali terlihat dalam pertemuan di Muscat, ketika kedua pihak membahas cara memperluas ruang dialog dan menekan eskalasi lebih lanjut.
Haitham bin Tariq Al Said menekankan bahwa pendekatan diplomasi tetap menjadi jalur yang paling mungkin untuk menghadapi tantangan regional. Pesan itu sejalan dengan kebijakan Oman yang konsisten mendorong penyelesaian melalui perundingan, bukan konfrontasi.
Araghchi menyampaikan apresiasi kepada Oman atas dukungan dan peran mediasi yang dijalankan Muscat. Menurut laporan ONA, penghargaan itu menunjukkan bahwa Oman masih dipandang sebagai kanal penting untuk menjaga komunikasi di tengah ketegangan yang sulit diprediksi.
Pembahasan berlangsung di tengah ketegangan kawasan
Pertemuan tersebut tidak lepas dari latar situasi regional yang masih panas. Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran yang disebut menimbulkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Setelah itu, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April. Namun, perundingan di Islamabad berakhir tanpa hasil, sementara AS disebut mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Rangkaian peristiwa itu membuat peran mediasi menjadi semakin relevan. Dalam kondisi seperti ini, forum dialog dinilai penting untuk mencegah ketegangan berkembang menjadi krisis yang lebih luas dan merugikan lebih banyak pihak.
Fokus pada solusi politik yang lebih tahan lama
ONA menyebut bahwa pembicaraan di Muscat diarahkan untuk memperkuat inisiatif mediasi yang bisa membuka peluang resolusi politik jangka panjang. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa Oman tidak hanya mendorong penghentian ketegangan sesaat, tetapi juga mencari struktur penyelesaian yang lebih stabil.
Faktor perlindungan terhadap warga sipil juga menjadi perhatian utama dalam pembahasan tersebut. Isu ini penting karena konflik regional kerap menimbulkan dampak langsung pada masyarakat, mulai dari keamanan hingga gangguan kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks itu, pertemuan Sultan Oman dan Menlu Iran memperlihatkan bahwa jalur diplomasi masih dianggap ruang yang layak dijaga. Selama ketegangan kawasan belum mereda, Oman tetap berada di posisi yang strategis untuk mendorong dialog, memfasilitasi komunikasi, dan menjaga peluang penyelesaian yang lebih damai tetap terbuka.
Source: www.viva.co.id




