Korban tewas akibat gempa yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni kini mencapai 5.278 orang. Dalam 24 jam terakhir, jumlah kematian bertambah 70 orang saat operasi pencarian dan penanganan darurat masih berlangsung.
Di tengah kenaikan angka korban, lebih dari 23.500 warga belum dapat kembali ke rumah dan masih tinggal di penampungan sementara. Kondisi ini menegaskan besarnya kebutuhan bantuan, terutama bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bangunan rusak atau runtuh.
Korban Bertambah, Pengungsian Masih Penuh
Pembaruan data pemerintah disampaikan melalui dokumen yang dibawa Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez pada Selasa. Dokumen tersebut mencatat korban meninggal, warga terluka, serta jumlah orang yang berhasil dievakuasi dari wilayah terdampak.
Pemerintah menyatakan, “Sebanyak 5.278 orang meninggal, 16.740 terluka, dan 6.462 berhasil diselamatkan.” Jumlah warga yang berhasil diselamatkan tidak berubah dalam 24 jam terakhir, meski angka kematian kembali meningkat.
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Meninggal dunia | 5.278 orang |
| Terluka | 16.740 orang |
| Berhasil diselamatkan | 6.462 orang |
| Pengungsi di penampungan sementara | 23.500 orang |
Selain warga yang berada di kamp penampungan, tercatat 17.907 orang kehilangan rumah. Mereka terdampak langsung setelah kerusakan meluas di kawasan permukiman yang dilanda dua guncangan kuat.
Dua Guncangan dalam Selang 39 Detik
Bencana terjadi ketika dua gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 melanda Venezuela dalam jarak hanya 39 detik. Rangkaian guncangan tersebut memicu situasi darurat dan menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.
Data pemerintah mencatat 856 bangunan terdampak oleh gempa. Dari jumlah itu, 190 bangunan dilaporkan runtuh total sehingga memperbesar jumlah warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara.
| Dampak Infrastruktur | Jumlah |
|---|---|
| Bangunan terdampak | 856 bangunan |
| Bangunan runtuh total | 190 bangunan |
| Warga kehilangan rumah | 17.907 orang |
| Lokasi penampungan | 107 lokasi |
Pemerintah menempatkan para pengungsi di 107 lokasi penampungan yang tersebar di wilayah terdampak. Penampungan itu menjadi kebutuhan mendesak karena banyak keluarga belum memiliki tempat aman untuk kembali.
Ribuan Personel Dikerahkan
Operasi kemanusiaan melibatkan 2.278 personel penyelamat dari luar negeri. Venezuela juga mengerahkan 30.989 petugas dari berbagai instansi serta 31.745 relawan untuk membantu pencarian, evakuasi, dan layanan bagi pengungsi.
Pengerahan besar tersebut menunjukkan penanganan tidak hanya berfokus pada korban yang masih dicari. Kebutuhan warga di penampungan, termasuk mereka yang terluka dan kehilangan rumah, juga menjadi bagian dari respons darurat.
Pemerintah Venezuela telah menetapkan status darurat setelah gempa terjadi. Komunitas internasional kemudian mengirim tim penyelamat dan bantuan kemanusiaan ketika pembaruan jumlah korban masih terus dilakukan.
Data yang dikutip VIVA menempatkan bencana ini sebagai krisis kemanusiaan besar, dengan 16.740 warga tercatat mengalami luka-luka. Pemulihan diperkirakan menjadi pekerjaan panjang karena ratusan bangunan rusak dan puluhan ribu warga masih belum bisa pulang.
Prioritas penanganan saat ini mencakup penyelamatan korban, penyediaan penampungan sementara, dan bantuan bagi keluarga yang kehilangan rumah. Perkembangan jumlah korban serta kondisi pengungsi tetap menjadi perhatian utama dalam operasi pascagempa Venezuela.
Source: www.viva.co.id






