Tekanan pada Zelensky Membesar, Protes Fedorov Kini Bidik Syrsky di Kyiv

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menghadapi tekanan politik yang kian besar setelah pemecatan Mykhailo Fedorov memicu demonstrasi di Kyiv. Aksi yang awalnya menuntut kembalinya Fedorov kini meluas menjadi desakan agar panglima tertinggi Ukraina Oleksandr Syrsky mundur.

Perkembangan ini menempatkan Zelensky pada posisi sulit saat perang melawan Rusia masih berlangsung. Pemerintah perlu merespons kemarahan publik tanpa memperdalam perpecahan di tengah kebutuhan menjaga persatuan nasional.

Menurut laporan Kompas.com, Zelensky telah bertemu penasihat senior dan komandan militer untuk mencari jalan keluar dari krisis tersebut. Pembahasan mencakup kemungkinan mengembalikan Fedorov ke pemerintahan serta masa depan jabatan Syrsky.

Protes Berubah Menjadi Tuntutan Reformasi

Demonstrasi spontan mulai muncul pada Kamis, 16 Juli 2026, tidak lama setelah Fedorov dicopot dari jabatannya. Mantan Menteri Pertahanan itu sebelumnya dikenal dekat dengan agenda modernisasi angkatan bersenjata Ukraina.

Di jalanan Kyiv, pencopotan Fedorov tidak lagi dipandang sebagai pergantian jabatan biasa. Bagi banyak peserta, peristiwa itu menjadi simbol kekecewaan terhadap lambatnya perubahan di lingkungan militer.

Ribuan orang membawa papan kardus, menyanyikan lagu kebangsaan, dan meneriakkan tuntutan agar Syrsky meninggalkan jabatannya. Aksi tersebut berkembang menjadi protes jalanan terlama yang berkaitan langsung dengan perang.

TokohPeranTekanan atau Tuntutan
Mykhailo FedorovMantan Menteri PertahananDidorong untuk kembali ke pemerintahan
Oleksandr SyrskyPanglima tertinggi UkrainaDituntut mundur oleh demonstran
Volodymyr ZelenskyPresiden UkrainaMencari solusi di tengah tekanan publik

Pada Senin, 20 Juli 2026, massa kembali berkumpul di pusat Kyiv meski jumlahnya lebih kecil dibandingkan akhir pekan sebelumnya. Gelombang serangan Rusia disebut turut memengaruhi jumlah warga yang hadir.

Peserta aksi Anastasiia Starodubtseva menegaskan demonstran tidak ingin berhenti sebelum ada respons pemerintah. “Kami akan tetap di sini sampai ada perubahan,” kata perempuan berusia 25 tahun itu.

Tuduhan Ultimatum Memperuncing Ketegangan

Ketegangan meningkat setelah Fedorov menggelar konferensi pers dengan nada keras terhadap Syrsky. Ia menyatakan Syrsky pernah memberikan ultimatum kepada Zelensky untuk mendesak pemecatannya.

Fedorov kemudian menyerukan pencopotan kepala angkatan darat, yang memperluas dukungan terhadapnya di media sosial dan jalanan. Oleksandr Salizhenko dari gerakan sipil Chesno menilai situasi makin serius karena daftar tuntutan publik terus bertambah.

Bagi sebagian pengunjuk rasa, kemarahan terhadap kepemimpinan militer juga terkait pengalaman pribadi selama perang. Starodubtseva mengatakan ia menganggap Syrsky bertanggung jawab atas kematian suaminya.

“Kami menuntut jawaban, dan kami tidak mendapatkan jawaban apa pun,” ujar Starodubtseva. Pernyataan itu mencerminkan tuntutan sebagian warga yang menginginkan penjelasan atas keputusan di medan perang.

Syrsky Menolak Tuduhan

Syrsky membantah tuduhan bahwa dirinya pernah memberi ultimatum kepada presiden. Dalam artikel panjang yang diterbitkan media militer Ukraina Militarnyi, ia membela rekam jejaknya sebagai pemimpin militer.

“Pekerjaan saya adalah perang. Strategi, garis depan, orang-orang. Inilah yang saya lakukan dan akan terus saya lakukan,” kata Syrsky dalam artikel tersebut.

Analis politik Anatolii Oktysiuk menilai posisi Syrsky semakin rentan karena tekanan publik terus menguat. Ia menyebut Syrsky telah menjadi “sandera situasi” dalam konflik sosial dan politik yang berkembang.

Anggota parlemen oposisi Solomiia Bobrovska menyatakan pembicaraan mengenai kandidat pengganti Syrsky sedang berlangsung. Namun, situasinya disebut berubah cepat seiring tuntutan demonstran yang terus melebar.

Analis Volodymyr Fesenko menilai Zelensky membutuhkan figur yang dapat menjadi lambang perubahan, tetap loyal, tidak memiliki ambisi politik, dan dihormati militer. Di sisi lain, komandan Oleg Apostol menyatakan penilaian publik atas keputusan tempur terasa menyakitkan bagi mereka yang memikul tanggung jawab atas nyawa personel.

Persoalan Fedorov dinilai lebih rumit karena namanya telah menjadi lambang tuntutan reformasi yang lebih luas. Keputusan Zelensky berikutnya akan diuji oleh kemampuan pemerintah meredakan protes sekaligus menjaga fokus Ukraina pada perang.

Source: www.kompas.com
Terkait