Terpisah 35 Tahun, Zhong Fenglin Disebut Pernah Hanya Satu Jalan dari Rumah Ibunya

Author: Cung Media

Setelah terpisah selama 35 tahun, Zhong Fenglin akhirnya memeluk ibu kandungnya kembali. Pertemuan itu terasa semakin mengharukan karena ia disebut pernah berada sangat dekat, hanya satu jalan dari rumah masa kecilnya, tanpa mengetahui identitas keluarga asalnya.

Perempuan yang kini dilaporkan berusia 27 tahun itu kembali ke kampung halamannya di Yulin pada 7 Juli. Kepulangannya terjadi setelah tes DNA mengonfirmasi hubungan biologis antara Zhong dan keluarga yang telah mencarinya selama puluhan tahun.

Pencarian Panjang yang Berakhir Lewat DNA

Jalan pulang Zhong terbuka setelah ia mendaftarkan diri pada platform Baby Come Home pada 12 April. Platform nirlaba di China tersebut membantu mempertemukan keluarga dengan anak-anak yang hilang atau terpisah dari orang tua kandungnya.

Tak lama setelah pendaftaran itu, seorang perempuan melihat kemiripan wajah Zhong dengan anggota keluarga yang selama ini dicari. Kedua pihak kemudian menjalani tes DNA, yang hasilnya memastikan mereka memiliki hubungan keluarga.

Menurut laporan yang dikutip Liputan6.com, Zhong datang membawa buket bunga saat bertemu sang ibu. Dalam momen tersebut, ia berkata, “kupikir aku tak akan bertemu denganmu lagi di kehidupan yang sekarang.”

Zhong menyatakan ingin menyediakan waktu untuk keluarga kandungnya dan berkunjung secara rutin. Ia juga telah menikah serta memiliki seorang putri berusia 8 tahun, sehingga pertemuan itu mempertemukan kembali beberapa generasi keluarga.

Peristiwa Waktu Keterangan
Zhong terpisah dari keluarga 1991 Hilang saat berada di pasar bersama ayahnya di Nanning, Guangxi.
Pendaftaran di Baby Come Home 12 April Zhong mengajukan data untuk mencari keluarga kandungnya.
Pertemuan dengan ibu kandung 7 Juli Tes DNA mengonfirmasi hubungan keluarga dan Zhong pulang ke Yulin.

Terpisah di Tengah Keramaian Pasar

Kisah perpisahan itu bermula ketika Zhong masih berusia 2 tahun. Saat itu, ia tinggal dekat pasar di Nanning, Guangxi, tempat kedua orang tuanya berjualan jahe dan bawang putih.

Pada suatu hari di 1991, ayahnya membawa Zhong ke lokasi berjualan. Ketika sedang sibuk bekerja, sang ayah memberinya uang untuk membeli makanan.

Zhong lalu berjalan melewati kerumunan menuju pasar lain di seberang jalan. Sejak saat itu, keluarganya kehilangan jejak anak tersebut.

Seorang penjual pakaian menemukan Zhong dalam keadaan menangis dan berusaha menolongnya. Penjual itu juga mengingat adanya bekas goresan serta luka pada wajah anak tersebut.

Zhong kemudian dibawa ke kantor pasar, sementara penjual pakaian tersebut meninggalkan kontak yang dapat dihubungi. Petugas pasar diminta menyiarkan pengumuman agar keluarga anak itu datang, tetapi tidak ada pihak yang muncul.

Informasi tentang Jarak yang Sangat Dekat

Laporan awal menyebut Zhong sempat dibawa ke rumah penjual pakaian yang hanya berjarak satu jalan dari rumah masa kecilnya. Namun, verifikasi Hongxing News menyatakan perempuan itu kemudian dibawa ke kota lain dan dibesarkan dengan nama baru.

Perbedaan informasi tersebut menjadi salah satu bagian paling menyedihkan dari kisah ini. Keluarga kandungnya terus mencari, sementara Zhong tumbuh tanpa mengetahui bahwa keluarganya tidak berhenti menantikan kepulangannya.

Setelah upaya menemukan keluarga tidak berhasil, Zhong dibesarkan oleh orang tua angkat bersama kakak tiri. Ia disebut tumbuh dalam lingkungan keluarga angkat yang penuh kasih sayang.

Bekas luka di wajahnya pernah memunculkan dugaan bahwa ia ditelantarkan. Namun, alasan di balik peristiwa tersebut belum diungkapkan dalam laporan yang tersedia.

Harapan Keluarga yang Tak Pernah Padam

Keluarga kandung Zhong juga menempuh pencarian panjang melalui Baby Come Home. Adik perempuannya mendaftarkan data keluarga ke platform tersebut dan hampir menghentikan pencarian sebelum mendapat dorongan dari relawan untuk mengunggah kasus itu secara daring.

Ayah Zhong meninggal pada 2024 sebelum sempat bertemu kembali dengan putrinya. Pada hari-hari terakhirnya, ia dilaporkan berulang kali menanyakan kepada putri bungsunya, “Apakah kamu sudah menemukan kakakmu?”

Pertemuan Zhong dengan ibunya kemudian memunculkan banyak tanggapan di internet, terutama karena kemungkinan bahwa ia pernah tinggal begitu dekat dari rumah asalnya. Kisah ini juga menunjukkan peran pencarian daring dan tes DNA dalam membuka kembali hubungan keluarga yang terputus sangat lama.

Source: www.liputan6.com
Terbaru