Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjagokan Argentina saat menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Pilihan itu mengerucut setelah dua tim lain yang semula ia unggulkan, Brasil dan Prancis, lebih dulu tersingkir.
Kekaguman Pramono terutama tertuju pada peran Lionel Messi di semifinal Argentina melawan Inggris. Dua assist Messi yang menghasilkan gol, termasuk umpan pada fase akhir laga kepada Lautaro Martinez, menjadi momen yang paling membekas baginya.
Kaki Messi Jadi Alasan Utama
Pramono membandingkan kontribusi Messi dengan salah satu momen ikonik Argentina di Piala Dunia 1986. Perbandingan itu mengarah pada gol Diego Maradona yang dikenal dengan sebutan “Tangan Tuhan”.
“Kalau dulu ada ‘tangan Tuhan’ sekarang ada kaki Messi yang dua kali assist yang terjadi gol menurut saya luar biasa,” ujar Pramono. Pernyataan itu menggambarkan penilaiannya terhadap pengaruh Messi dalam perjalanan Argentina menuju laga puncak.
Assist kedua yang disorot Pramono datang ketika Messi mengirim bola kepada Lautaro Martinez pada menit-menit akhir semifinal. Umpan tersebut berbuah gol dan melengkapi dua assist Messi dalam pertandingan melawan Inggris.
Pramono juga menyinggung kisah lama yang melibatkan Messi dengan pemain muda Spanyol, Lamine Yamal. Ia menyebut Messi pernah memandikan Yamal ketika pemain tersebut masih bayi, cerita yang kembali banyak dikenang publik menjelang final.
Tiga Jagoan Pramono dan Perjalanannya
Sebelum turnamen mengerucut ke final, Pramono memiliki tiga pilihan utama. Brasil menjadi jagoan pertama, Argentina berada di urutan kedua, sedangkan Prancis menjadi pilihan ketiganya.
| Tim | Pilihan Pramono | Perjalanan di Turnamen |
|---|---|---|
| Brasil | Jagoan pertama | Kalah dari Norwegia |
| Argentina | Jagoan kedua | Melaju ke final melawan Spanyol |
| Prancis | Jagoan ketiga | Gugur di semifinal melawan Spanyol |
Kekalahan Brasil dari Norwegia membuat pilihan pertama Pramono tidak melanjutkan perjalanan di turnamen. Prancis kemudian juga tersingkir setelah dihentikan Spanyol pada babak semifinal.
Situasi itu menjadikan Argentina sebagai satu-satunya tim unggulan Pramono yang tersisa di final. Menurut laporan Bisnis.com, ia menyampaikan dukungan tersebut ketika berada di Balai Kota DKI Jakarta pada 16 Juli 2026.
Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026, dini hari. Pramono menilai perhatian masyarakat terhadap sepak bola sedang besar menjelang pertandingan penentuan itu.
ASN Diizinkan Menonton dengan Catatan
Jadwal pertandingan yang berlangsung dini hari turut memunculkan perhatian terhadap ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pramono tidak mempermasalahkan ASN yang ingin menyaksikan final selama pekerjaan dan pelaksanaan tugas tidak terganggu.
“Sehingga dengan demikian kalau kemudian ada ASN Jakarta yang nonton ya monggo-monggo aja yang penting kerjanya jangan kemudian berkurang walaupun ini pertandingannya dini hari ya,” kata Pramono. Ia menekankan bahwa Piala Dunia merupakan momen yang hadir setiap empat tahun sekali.
Pramono juga berencana menghadiri acara nonton bareng final di Jakarta International Stadium atau JIS. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terbuka kepada Argentina dalam duel melawan Spanyol.
Pertemuan Argentina dan Spanyol akan menjadi laga terakhir bagi dua tim yang berhasil melewati jalur berbeda menuju final. Bagi Pramono, performa Messi pada semifinal menjadi alasan paling kuat untuk menjatuhkan pilihan kepada Argentina.
