AS Batasi Visa Pelajar hingga Empat Tahun, Jurnalis Hanya Diberi 240 Hari

Author: Cung Media

Rencana pengetatan visa Amerika Serikat akan mengubah pola tinggal pelajar internasional, peserta pertukaran, dan jurnalis asing. Bagi awak media asing, batas awal yang disiapkan hanya 240 hari, sementara jurnalis dari China akan mendapat masa tinggal maksimal 90 hari.

Perubahan ini membuat kebutuhan administrasi menjadi lebih mendesak, terutama untuk penugasan jurnalistik yang berlangsung panjang. Organisasi media dan jurnalis perlu memasukkan kemungkinan pengajuan perpanjangan ke dalam rencana kerja di Amerika Serikat.

Pemerintah AS mengumumkan kebijakan tersebut melalui pemberitahuan resmi pada Kamis, 16 Juli 2026. Aturan baru ditargetkan mulai berlaku 60 hari setelah pengumuman, atau sekitar September.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS atau DHS menyatakan pembatasan itu merupakan bagian dari penguatan pengawasan terhadap pemegang visa non-imigran. Pemerintah Presiden Donald Trump menempatkan kebijakan tersebut dalam langkah pengetatan imigrasi bagi warga negara asing.

Tiga Kategori Visa yang Terdampak

Kebijakan ini mencakup visa F untuk mahasiswa internasional, visa J bagi peserta program pertukaran, serta visa I untuk jurnalis dan awak media asing. Ketiganya sebelumnya dapat digunakan untuk tinggal di AS sesuai status program pendidikan, pertukaran, atau penugasan tanpa batas durasi awal seperti yang kini direncanakan.

Jenis Visa Pengguna Batas Masa Tinggal Awal
Visa F Mahasiswa internasional Hingga empat tahun
Visa J Peserta program pertukaran Hingga empat tahun
Visa I Jurnalis dan awak media asing Hingga 240 hari
Visa I untuk warga China Jurnalis dan awak media dari China Hingga 90 hari

Bagi pemegang visa F dan visa J, masa tinggal awal pada prinsipnya akan dibatasi hingga empat tahun. Ketentuan itu dapat memengaruhi calon mahasiswa dan peserta pertukaran yang merencanakan program dengan durasi lebih panjang.

Pemegang visa I secara umum hanya akan memperoleh izin tinggal awal hingga 240 hari. Durasi yang jauh lebih singkat, yakni 90 hari, secara khusus berlaku bagi jurnalis dan awak media asing dari China.

Perpanjangan Tetap Dimungkinkan

DHS menyebut pemegang visa F, J, dan I masih dapat mengajukan permohonan perpanjangan setelah masa tinggal awal berakhir. Namun, kelanjutan izin tinggal akan melalui penilaian lebih lanjut oleh otoritas imigrasi AS.

Sistem ini menempatkan perpanjangan sebagai tahapan penting bagi warga asing yang perlu meneruskan studi, program pertukaran, atau tugas peliputan. Tenggat awal yang lebih tegas juga membuat pemegang visa harus memperhatikan masa berlaku izin tinggal sejak awal keberangkatan.

Menurut DHS, pemberian izin tinggal tanpa batas waktu bagi kategori visa tersebut dinilai tidak sejalan dengan upaya perlindungan keamanan nasional dan keselamatan publik. Melalui pembatasan durasi, lembaga itu ingin menilai kembali apakah seseorang masih memenuhi syarat untuk tinggal sementara di AS.

Usulan Serupa Pernah Dibatalkan

Pendekatan pembatasan masa tinggal ini bukan pertama kali muncul dalam kebijakan imigrasi AS. Usulan serupa pernah diajukan pada bulan-bulan terakhir masa jabatan pertama Trump pada 2020, tetapi mendapat penolakan dari lembaga pendidikan tinggi dan berbagai pihak.

Pemerintahan Presiden Joe Biden kemudian membatalkan usulan tersebut pada 2021. Kali ini, rencana pembatasan kembali diajukan dengan cakupan visa pendidikan, pertukaran, dan jurnalistik yang menjadi perhatian banyak warga asing.

Bagi pemegang Visa Pelajar AS, peserta pertukaran, dan pemegang Visa Jurnalis AS, jadwal studi maupun penugasan perlu disusun dengan mempertimbangkan batas awal tersebut. Pengajuan perpanjangan berpotensi menjadi bagian penting dari perjalanan mereka di tengah Kebijakan Imigrasi AS yang lebih ketat.

Source: www.medcom.id
Terbaru