Pemerintah mempercepat persiapan menuju kebijakan Indonesia Zero Over Dimension Over Load atau ODOL pada 2027. Kementerian Perhubungan kini mematangkan penerapannya sambil menyiapkan sosialisasi dan penegakan hukum bagi pelanggar.
Langkah ini membuat sektor logistik dan angkutan barang kembali menjadi sorotan utama. Operator logistik serta asosiasi pengemudi truk menjadi sasaran utama sosialisasi agar transisi ke aturan baru berjalan lebih tertib.
Sosialisasi diperluas ke lapangan
Kementerian Perhubungan tidak hanya menyiapkan aturan di tingkat kebijakan, tetapi juga membangun pemahaman di lapangan. Sosialisasi kepada operator logistik hingga asosiasi pengemudi truk terus dilakukan untuk menjangkau pihak yang paling terdampak.
Pendekatan ini penting karena Zero ODOL menyentuh langsung aktivitas distribusi barang. Pemerintah ingin memastikan seluruh pihak memahami arah kebijakan sebelum aturan berjalan penuh.
Penegakan hukum ikut dimatangkan
Selain edukasi, pemerintah juga membahas penegakan hukum bagi pelanggar. Pembahasan ini menunjukkan bahwa kebijakan Zero ODOL tidak hanya bertumpu pada imbauan, tetapi juga pada mekanisme pengawasan yang lebih tegas.
Fokus pada penegakan hukum menjadi bagian dari pematangan kebijakan secara keseluruhan. Dengan begitu, penerapan pada 2027 diharapkan tidak berhenti di tahap sosialisasi, tetapi masuk ke pelaksanaan yang lebih konkret.
Target 2027 jadi titik penting
Zero ODOL menjadi agenda besar karena berkaitan dengan keselamatan, kepatuhan, dan tata kelola angkutan barang. Pemerintah masih berada dalam fase persiapan agar kebijakan itu lebih siap diterima oleh pelaku usaha dan pengemudi.
Dengan sosialisasi yang terus berjalan dan pembahasan penegakan hukum yang ikut dimatangkan, pemerintah menunjukkan bahwa perubahan ini disusun sebagai langkah menyeluruh. Arah kebijakan tersebut menegaskan 2027 sebagai target penting dalam penataan angkutan barang nasional.
Source: jateng.antaranews.com






