Kota Batu diprakirakan menjadi daerah dengan kondisi paling dingin sekaligus berbeda di Jawa Timur pada Rabu, 22 Juli 2026. Wilayah pegunungan ini berpotensi mengalami kabut atau asap dengan suhu terendah mencapai 14 derajat Celsius.
Di saat mayoritas wilayah diprakirakan berawan, Lumajang menjadi satu-satunya kabupaten yang berpotensi mengalami hujan ringan. Kondisi tersebut perlu diperhatikan warga yang memiliki agenda perjalanan maupun aktivitas di luar ruangan.
Kabut di Kota Batu dan Hujan Ringan di Lumajang
Suhu di Kota Batu diprakirakan berada pada kisaran 14 hingga 21 derajat Celsius, dengan kelembapan 65 sampai 99 persen. Kelembapan tinggi dapat membuat udara terasa lebih dingin dan berpotensi mengurangi jarak pandang saat kabut muncul.
Lumajang diprakirakan mengalami hujan ringan dengan suhu 20 hingga 24 derajat Celsius. Kelembapan di wilayah ini berada pada rentang 78 hingga 95 persen, sehingga warga sebaiknya menyiapkan perlengkapan hujan saat bepergian.
BMKG memprakirakan cuaca berawan mendominasi sejumlah kawasan Jawa Timur, termasuk wilayah Mataraman, Malang Raya, Tapal Kuda, dan Pantura. Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, serta Kota Malang juga diproyeksikan berada dalam kondisi berawan.
Selain Kota Batu, udara kabur berpotensi terjadi di Pacitan, Trenggalek, Situbondo, dan Magetan. Bondowoso diprakirakan cerah, sementara sejumlah daerah di Madura seperti Sampang, Pamekasan, dan Sumenep diprakirakan cerah berawan.
Rentang Suhu Berbeda antara Pesisir dan Pegunungan
Rentang suhu di Jawa Timur diprakirakan berada antara 14 hingga 33 derajat Celsius. Suhu paling tinggi tercatat pada prakiraan Kota Pasuruan yang dapat mencapai 33 derajat Celsius.
Perbedaan suhu ini memperlihatkan kontras antara wilayah pegunungan dan dataran rendah atau pesisir. Saat Kota Batu berpotensi dingin berkabut, beberapa kota lain tetap menghadapi suhu siang hari di atas 30 derajat Celsius.
| Wilayah | Cuaca | Suhu | Kelembapan |
|---|---|---|---|
| Kota Batu | Kabut/asap | 14-21 °C | 65-99% |
| Lumajang | Hujan ringan | 20-24 °C | 78-95% |
| Pacitan | Udara kabur | 19-24 °C | 69-97% |
| Trenggalek | Udara kabur | 19-23 °C | 78-99% |
| Situbondo | Udara kabur | 21-30 °C | 48-83% |
| Magetan | Udara kabur | 20-26 °C | 61-84% |
| Bondowoso | Cerah | 19-28 °C | 53-87% |
| Kota Pasuruan | Berawan | 23-33 °C | 40-67% |
| Kota Surabaya | Berawan | 23-32 °C | 42-85% |
| Sidoarjo | Berawan | 22-32 °C | 44-90% |
| Kota Malang | Berawan | 18-26 °C | 56-93% |
| Sumenep | Cerah berawan | 23-30 °C | 49-85% |
Wilayah Berawan Tetap Perlu Antisipasi Panas
Daerah berawan tidak selalu berarti suhu udara akan rendah sepanjang hari. Kota Pasuruan, Kota Surabaya, Sidoarjo, Kota Mojokerto, dan Kota Madiun diprakirakan dapat mengalami suhu maksimum antara 31 hingga 33 derajat Celsius.
Warga yang beraktivitas pada siang hari dianjurkan menggunakan pelindung dari paparan matahari dan menjaga kebutuhan air minum. Langkah tersebut tetap relevan meski langit di banyak wilayah diprakirakan tertutup awan.
Kelembapan udara di Jawa Timur secara umum berada pada kisaran 40 hingga 99 persen. Kondisi lembap dapat lebih terasa di daerah pegunungan, wilayah dengan udara kabur, serta kawasan yang berpotensi hujan ringan.
Pengendara Diminta Waspadai Jarak Pandang
Pengendara di Kota Batu serta daerah yang berpotensi mengalami udara kabur perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada pagi dan malam hari. Kabut atau udara kabur dapat memengaruhi jarak pandang di jalan.
Warga di Pacitan, Trenggalek, Situbondo, dan Magetan juga perlu menyesuaikan perjalanan dengan kondisi setempat. Pemantauan pembaruan prakiraan cuaca BMKG dapat membantu menentukan persiapan sebelum melakukan kegiatan di luar ruangan.
Cuaca Jawa Timur pada hari tersebut menunjukkan kondisi yang tidak seragam antardaerah. Perjalanan dari kawasan pesisir menuju dataran tinggi dapat menghadirkan perubahan suhu, kelembapan, dan jarak pandang yang cukup berbeda.
Source: www.detik.com






