Optimisme Zaini Shofari menguat setelah Persib Bandung menjaga posisi terdepan dalam perburuan gelar Liga Indonesia musim 2025/2026. Anggota DPRD Jawa Barat Komisi V itu menilai Maung Bandung sudah sangat dekat dengan trofi, apalagi rival terdekat, Borneo FC, gagal meraih kemenangan pada saat yang sama.
Persib kini memimpin klasemen dengan 78 poin, unggul dua angka atas Borneo FC yang mengoleksi 76 poin. Situasi ini membuat peluang Persib untuk mengunci gelar terbuka lebar saat musim memasuki laga terakhir.
Peluang besar di laga pamungkas
Zaini menilai Persib hanya membutuhkan kemenangan atau minimal hasil imbang saat menghadapi Persijap untuk memastikan status juara. Jika target itu tercapai, Persib akan meraih gelar ketiga secara beruntun atau hattrick.
Ia melihat posisi tersebut sebagai keuntungan besar bagi tim asuhan Persib karena penentuan juara datang di pekan terakhir. Persaingan yang berlangsung sampai 34 pertandingan membuat musim ini terasa ketat dan menarik hingga ujung kompetisi.
81 poin yang disebut bakal jadi sejarah
Selain gelar juara, Zaini menyoroti kemungkinan Persib menutup musim dengan 81 poin. Menurutnya, jumlah itu akan menjadi catatan bersejarah karena belum ada tim di Indonesia yang mampu mengumpulkan poin setinggi itu.
Pencapaian tersebut juga akan mempertegas dominasi Persib pada musim ini. Jika gelar berhasil diamankan, Maung Bandung akan menambah koleksi bintang kelima dalam era format Liga Super Indonesia.
Bagi Zaini, raihan itu bukan sekadar angka, melainkan penegasan bahwa Persib tampil paling konsisten sepanjang musim. Ia menilai keberhasilan itu akan memberi nilai tambah besar bagi klub dan suporternya.
Atmosfer laga terakhir di GBLA
Zaini mengaku sempat menyaksikan langsung pertandingan Persib melawan PSM Makassar di Makassar. Untuk laga penentuan di Stadion GBLA pada Sabtu (23/5/2026), ia juga menyatakan siap hadir langsung di stadion.
Kehadiran suporter disebut menjadi bagian penting dari penutup musim. Zaini berharap laga terakhir dapat menjadi akhir yang baik bagi Persib sekaligus memberi suasana yang layak untuk merayakan perjuangan panjang selama satu musim penuh.
Pesan untuk federasi dan suporter
Di luar persaingan gelar, Zaini juga menyoroti pentingnya perbaikan dari PSSI untuk musim berikutnya. Ia berharap ada pembenahan di banyak aspek, termasuk kesiapan regulasi yang lebih kuat.
Ia meminta federasi lebih tegas dalam menegakkan aturan agar kejadian tak sportif tidak terulang di daerah lain. Menurutnya, perilaku suporter yang tidak tertib bisa berdampak langsung kepada tim yang mereka dukung.
Zaini juga mengajak para pendukung sepak bola untuk tetap santun, empati, dan menjaga kenyamanan saat menyaksikan pertandingan. Ia menekankan bahwa suasana yang tertib akan membuat pengalaman menonton lebih aman dan nyaman bagi semua pihak.
Source: jabar.tribunnews.com






