Samuel Marbun Mengejar Emas Asian Games 2026, TC China Jadi Kebutuhan Mendesak

Samuel Marbun ingin mengubah medali perak yang diraihnya pada Asian Games sebelumnya menjadi emas pada Asian Games 2026. Namun, target besar atlet wushu Indonesia itu bergantung pada satu kebutuhan yang ia anggap mendesak, yakni pemusatan latihan di China.

Atlet nomor Sanda kelas 65 kilogram itu menilai program latihan nasional telah memasuki tahap maksimal. Kendati demikian, minimnya partner sparing dengan kualitas tinggi membuat materi latihan belum sepenuhnya bisa diuji dalam situasi pertandingan.

TC China untuk Menguji Kesiapan

Bagi Samuel, keberangkatan ke China bukan semata soal menambah porsi latihan. Ia membutuhkan lawan tanding yang bisa membantunya menerapkan teknik, membaca ritme laga, dan mengukur kesiapan sebelum menghadapi rival Asia.

“Persiapan kita sudah memasuki tahap maksimal, namun kita di sini kurang teman sparing sebenarnya. Apa yang kita latih itu kami butuh latih tanding untuk mempraktikkannya. Jadi kami butuh berangkat ke China secepatnya,” ujar Samuel di GBK Arena, Jakarta.

China dipandang sebagai salah satu tujuan penting karena kekuatan wushu negara tersebut di level Asia. Samuel juga memasukkan Vietnam dan Filipina sebagai negara yang perlu diwaspadai dalam persaingan menuju podium tertinggi.

AjangNomorPencapaian Samuel Marbun
SEA GamesSanda 65 kilogramMedali emas
Asian Games Hangzhou 2022Sanda 65 kilogramMedali perak

Perak Hangzhou Menjadi Titik Tolak

Samuel merupakan andalan Indonesia di kelas 65 kilogram Sanda. Atlet kelahiran Dolok Sanggul, Sumatera Utara, itu meraih perak pada Asian Games Hangzhou 2022 yang berlangsung pada 2023.

Medali tersebut melanjutkan capaian emasnya di SEA Games pada nomor yang sama. Kini, ia menempatkan Asian Games 2026 sebagai kesempatan untuk naik satu tingkat dari hasil sebelumnya.

“SEA Games kemarin emas, Asian Games kemarin perak di kelas 65 kilogram Sanda. Mudah-mudahan kita yakin warna silver diganti emas,” kata Samuel.

Ambisi itu membuat evaluasi atas kekalahan di final Asian Games sebelumnya menjadi bagian penting dari persiapannya. Menurut laporan detikSport, Samuel menganalisis kelebihan serta kelemahan calon lawan, lalu mencocokkannya dengan kemampuan yang dimilikinya.

Mengejar Ketertinggalan Latihan

Persiapan menuju Asian Games sebenarnya sudah dimulai sejak awal 2026, tetapi sempat terhenti selama beberapa bulan karena Samuel menjalani pendidikan. Ia baru kembali menjalani latihan intensif pada Mei dan berupaya mengejar program yang tertinggal.

Untuk mempercepat pemulihan kesiapan, Samuel menambah porsi latihan di luar program pelatih. Ia juga mencari partner sparing secara mandiri agar kebutuhan bertanding tetap terpenuhi sebelum kesempatan berlatih di China terwujud.

“Evaluasi teknik, analisa lawan, jadi cari kelebihan dan kekurangannya kita cocokkan dengan diri sendiri. Kita juga harus yakin dengan teknik,” ucap Samuel.

Disiplin Menjadi Modal Menuju Emas

Samuel menilai persiapan tidak hanya ditentukan oleh teknik dan kualitas lawan tanding. Disiplin mengikuti arahan pelatih, menjaga waktu istirahat, makan, serta tidur menjadi bagian dari modal yang ia pegang untuk menghadapi persaingan.

Ia tetap optimistis mengejar emas meski jalan menuju target itu tidak ringan. “Yang buat saya optimistis latihan kami sudah maksimal, ikuti arahan pelatih, disiplin dari istirahat, makan, tidur, yang pasti harus yakin,” kata Samuel.

Harapan untuk segera menjalani TC China pun menjadi bagian penting dari langkah berikutnya. Dengan pengalaman perak di Asian Games Hangzhou dan emas SEA Games, Samuel ingin membawa persiapan Wushu Indonesia ke level yang lebih kompetitif.

Source: sport.detik.com
Terkait