Studi 26 Negara Mengungkap Fans Ronaldo dan Messi Bisa Berbeda soal Politik

Author: Cung Media

Perdebatan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi ternyata dapat menyentuh hal yang jauh melampaui gol, trofi, atau gaya bermain. Sebuah studi lintas negara menemukan preferensi terhadap dua pesepak bola itu berasosiasi dengan pandangan politik, kepercayaan diri, hingga kebiasaan mengonsumsi berita di platform video pendek.

Temuan tersebut tidak berarti pilihan pemain dapat menentukan karakter atau keyakinan politik seseorang. Namun, pola dalam survei ini menunjukkan bahwa cara publik menilai figur olahraga besar dapat berkaitan dengan nilai budaya dan identitas pribadi yang lebih luas.

Melibatkan Lebih dari 10.000 Responden

Penelitian ini dilakukan oleh Nanyang Technological University (NTU Singapore) melalui survei online yang melibatkan lebih dari 10.000 responden di 26 negara. Cakupan surveinya meliputi Australia, Jerman, Prancis, India, Indonesia, Belanda, Nigeria, Amerika Serikat, Spanyol, Afrika Selatan, serta sejumlah negara lain.

Responden diminta menyatakan pemain yang lebih mereka pilih antara Ronaldo dan Messi. Setelah itu, peneliti membandingkan preferensi tersebut dengan sikap politik, karakter pribadi, dan pola konsumsi media para responden.

Kategori Hasil Jumlah Negara Temuan Preferensi
Ronaldo unggul 11 negara Dinilai lebih baik secara rata-rata
Messi unggul 8 negara Lebih disukai responden
Tanpa perbedaan jelas 7 negara Preferensi tidak signifikan secara statistik

Secara rata-rata, Ronaldo memperoleh penilaian lebih baik di 11 negara, termasuk Singapura. Messi menjadi pilihan yang lebih kuat di delapan negara, sedangkan tujuh negara tidak memperlihatkan selisih preferensi yang jelas secara statistik.

Perbedaan Politik Paling Terlihat pada Responden Muda

Dalam survei itu, penggemar Ronaldo cenderung memiliki pandangan yang lebih konservatif. Sebaliknya, pendukung Messi lebih cenderung memiliki pandangan liberal.

Keterkaitan antara pilihan pemain dan orientasi politik disebut paling kuat muncul pada kelompok responden muda. Studi ini tidak menyimpulkan bahwa seorang pemain membentuk pandangan politik penggemarnya, melainkan hanya mencatat adanya hubungan dalam data survei tersebut.

Persona Ambisius dan Citra Pemain Tim

Profesor Madya Saifuddin Ahmed dari Sekolah Komunikasi dan Informasi Wee Kim Wee NTU, yang memimpin studi tersebut, menilai citra publik kedua pemain dapat membantu menjelaskan pola itu. Messi kerap diasosiasikan sebagai sosok tenang dan berorientasi pada tim, sementara Ronaldo dikenal terbuka menunjukkan ambisi serta merayakan pencapaian individual.

“Orang mungkin lebih tertarik pada pemain yang citra publiknya selaras dengan nilai-nilai mereka yang lebih luas,” kata Saifuddin. Menurutnya, identitas politik dapat memiliki hubungan dengan preferensi budaya, termasuk pilihan terhadap figur olahraga yang sangat dikenal publik.

Perbedaan itu juga berkaitan dengan cara responden memandang ambisi dan prestasi. Seseorang dapat menyukai figur yang dianggap mewakili kualitas yang ingin mereka tampilkan atau nilai dalam diri sendiri.

Pengaruh TikTok dan Instagram

Peneliti turut menemukan kecenderungan bahwa responden yang lebih sering memperoleh berita dari TikTok dan Instagram lebih menyukai Ronaldo. Salah satu kemungkinan penjelasannya adalah kehadiran Ronaldo yang kuat di media sosial dengan format visual.

Platform video pendek memungkinkan pengguna lebih sering berjumpa dengan persona publik yang dibangun lewat gambar, video, selebrasi, dan pencapaian personal. Dalam konteks ini, citra Ronaldo yang menonjolkan performa dan keberhasilan individual dinilai lebih mudah terlihat.

Responden dengan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi juga tercatat lebih cenderung memilih Ronaldo. Saifuddin menilai orang dengan harga diri tinggi dapat tertarik kepada figur yang mencerminkan keunggulan, rasa percaya diri, dan prestasi.

“Orang mungkin ingin menampilkan diri sebagai orang yang rendah hati, tetapi itu tidak berarti mereka paling kuat mengidentifikasi diri dengan tokoh publik yang rendah hati,” ujar Saifuddin. Temuan ini menempatkan rivalitas Ronaldo dan Messi sebagai bagian dari cara publik membaca ambisi, kerja sama tim, serta nilai yang mereka lekatkan pada sosok terkenal.

Terbaru