Koneksi IoT Seluler Hampir 8 Miliar pada 2031, 5G Perlahan Menutup Era 2G dan 3G

Author: Cung Media

Jaringan seluler diproyeksikan menampung hampir 8 miliar koneksi Internet of Things pada akhir 2031. Pertumbuhan ini memperlihatkan pergeseran besar dari teknologi 2G dan 3G menuju 4G serta 5G untuk menangani perangkat yang terus bertambah.

Ericsson memperkirakan koneksi IoT berbasis jaringan seluler meningkat dari sekitar 4,5 miliar pada akhir 2025 menjadi 7,8 miliar pada 2031. Angka tersebut setara dengan pertumbuhan rata-rata 10% per tahun, seiring perluasan cakupan jaringan dan pemakaian perangkat terhubung di banyak sektor.

Spektrum 2G dan 3G Beralih ke Jaringan Generasi Baru

Peralihan teknologi ini juga berlangsung melalui penghentian jaringan lama oleh operator. Spektrum yang sebelumnya dipakai 2G dan 3G dialihkan untuk layanan yang menawarkan kapasitas lebih besar, termasuk 4G dan 5G.

Hingga akhir 2025, Ericsson mencatat 80 penyedia layanan telah menyelesaikan penghentian jaringan 3G. Sebanyak 46 penyedia layanan juga telah mematikan seluruh layanan 2G.

Langkah tersebut membuat pemanfaatan frekuensi lebih efisien untuk kebutuhan jaringan generasi baru. Pengalihan spektrum sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan Massive IoT dan layanan yang membutuhkan koneksi lebih andal.

4G dan 5G Menopang Kebutuhan IoT yang Lebih Kompleks

Dalam Ericsson Mobility Report edisi Juni 2026, Ericsson memperkirakan Broadband IoT dan Critical IoT menjadi penyumbang terbesar koneksi seluler pada akhir periode proyeksi. Kedua segmen ini memanfaatkan 4G dan 5G untuk kebutuhan data lebih besar, latensi rendah, serta keandalan tinggi.

Pada akhir 2025, koneksi Broadband dan Critical IoT berbasis 4G/5G diperkirakan mencapai sekitar 2,6 miliar. Penggunaannya mencakup otomasi industri, kendaraan terkoneksi, dan layanan digital yang mengandalkan video.

Perubahan ini menunjukkan bahwa IoT berbasis jaringan seluler tidak lagi hanya bertumpu pada perangkat sederhana dengan pertukaran data minim. Kebutuhan konektivitas kini berkembang ke aplikasi yang memerlukan kapasitas dan respons jaringan lebih tinggi.

Jenis Koneksi IoT 2025 2031 CAGR
Wide-area IoT 4,9 miliar 8,3 miliar 9%
IoT berbasis jaringan seluler 4,5 miliar 7,8 miliar 10%
Short-range IoT 17,5 miliar 38,8 miliar 14%
Total koneksi IoT dunia 22,3 miliar 47,1 miliar 13%

Meski koneksi seluler tumbuh pesat, pertumbuhan terbesar secara persentase justru datang dari short-range IoT. Segmen ini diproyeksikan naik dari 17,5 miliar koneksi pada 2025 menjadi 38,8 miliar pada 2031.

Total koneksi IoT global juga diperkirakan melonjak dari 22,3 miliar menjadi 47,1 miliar dalam periode yang sama. Perangkat terhubung akan semakin luas digunakan untuk kebutuhan rumah, bisnis, industri, dan layanan publik.

Massive IoT Tetap Menjadi Tulang Punggung Sensor Skala Besar

Pertumbuhan koneksi tidak sepenuhnya bergantung pada 5G berkecepatan tinggi. Massive IoT tetap menjadi fondasi bagi penggunaan perangkat dalam jumlah besar melalui NB-IoT dan Cat-M.

Teknologi tersebut dirancang untuk perangkat berbiaya rendah, hemat daya, dan memiliki masa pakai baterai panjang. Kebutuhan datanya berada pada tingkat rendah hingga menengah, sehingga sesuai bagi perangkat dengan kompleksitas lebih sederhana.

Ericsson mencatat Massive IoT terus diterapkan di berbagai wilayah untuk skala luas. Pemanfaatannya mencakup sektor utilitas, kota pintar, logistik, hingga industri yang membutuhkan banyak sensor dan perangkat terkoneksi.

5G RedCap Menekan Kompleksitas Perangkat

Di sisi lain, 5G RedCap atau Reduced Capability dirancang untuk menyederhanakan perangkat IoT berbasis 5G sekaligus menekan biaya implementasi. Teknologi ini mulai diadopsi secara komersial oleh penyedia layanan di sejumlah negara.

Menurut Ericsson, 14 penyedia layanan telah meluncurkan layanan 5G RedCap secara komersial. Selain itu, 42 penyedia layanan di 27 negara sedang berinvestasi dalam pengembangan teknologi tersebut.

Pengembangan berikutnya adalah Enhanced RedCap atau eRedCap, yang kembali mengurangi kompleksitas dan biaya perangkat IoT berbasis 5G. Teknologi ini menawarkan kecepatan data puncak hingga 10 Mbps dengan karakter penggunaan yang serupa LTE Cat-1 dan LTE Cat-1bis.

Potensi komersial penuh eRedCap diperkirakan baru terwujud mulai 2028 dan seterusnya. Sementara perangkat LTE Cat-1 semakin banyak dipakai untuk memenuhi aplikasi baru serta mendukung migrasi bertahap dari teknologi lama.

Source: teknologi.bisnis.com
Terbaru