Meteorit Langka Tembus Kamar Tidur di New Jersey, Simpan Jejak Kimia Awal Kehidupan

Author: Cung Media

Sepotong batu dari luar angkasa seberat sekitar 1,35 kilogram menembus atap rumah di Hillsborough, New Jersey, lalu jatuh ke sebuah kamar tidur. Pecahan itu tidak hanya merusak langit-langit, tetapi juga membawa material purba yang dinilai penting untuk menelusuri kimia awal tata surya.

Debu gelap berbau belerang menyengat ditemukan menutupi tempat tidur dan karpet setelah penghuni rumah mendengar dentuman keras. Kondisi sampel yang cepat diamankan membuat para peneliti dapat memeriksa materialnya dalam keadaan sangat murni.

Jejak Cairan Asin dan Senyawa Prebiotik

Analisis mengidentifikasi benda itu sebagai Meteorit Hillsborough, sebuah kondrit karbonan tipe CM yang kaya air. Kelompok meteorit ini penting karena dapat menyimpan rekaman kondisi planetesimal pada tahap awal pembentukan tata surya.

Penelitian terhadap fragmen tersebut mengungkap bagian yang terawetkan dari dekat permukaan asteroid primitif. Bagian ini diduga pernah menjadi lokasi cairan asin pekat, proses yang sebelumnya belum diketahui pada dunia protoplanet semacam itu.

Peter Jenniskens, astronom meteor dari SETI Institute dan Pusat Riset Ames NASA, menyebut pemeriksaan ini sebagai studi forensik terhadap pecahan meteorit. “Studi forensik terhadap pecahan ini mengungkap bahwa mereka menyimpan bagian yang terawetkan dari dekat permukaan asteroid primitif, tempat terjadinya cairan asin pekat, sebuah proses yang belum pernah diketahui sebelumnya dari jenis dunia protoplanet ini,” katanya.

Cairan asin itu diyakini berperan dalam pembentukan molekul yang penting bagi asal-usul kehidupan. Tim peneliti juga menemukan materi organik dan senyawa prebiotik dalam sampel Kondrit Karbonan CM tersebut.

Benda tipe CM dapat mengirimkan asam amino, asam karboksilat, dan molekul organik larut ke Bumi. Para peneliti menilai pengiriman material seperti ini berpotensi menjadi sumber penting bagi inventaris organik prebiotik di planet ini.

Bola Api Siang Hari hingga Menembus Atap

Perjalanan meteorit ini bermula pada 16 Juli 2024 pukul 15.17.27 UTC, ketika bola api terlihat melintas di langit New York pada siang hari. Warga melihatnya di atas kota dan Patung Liberty, sementara sejumlah saksi melaporkan suara ledakan kepada American Meteor Society.

Salah seorang saksi melihat gumpalan cahaya putih terang dengan salah satu ujung tampak seperti terbakar saat objek melaju di Rute 100. Benda itu bergerak dari kiri ke kanan sambil turun dengan sangat cepat.

Rincian Data yang terungkap
Waktu teramati 16 Juli 2024, 15.17.27 UTC
Lintasan Dari timur ke barat, melintasi Staten Island menuju New Jersey
Ketinggian di atmosfer Sekitar 44,4 hingga 34,9 kilometer
Material yang ditemukan Sekitar 1,35 kilogram pecahan meteorit

NASA semula menyusun perkiraan lintasan berdasarkan laporan para saksi. Rekaman tambahan, termasuk video kamera bel pintu milik warga New Jersey, kemudian membantu peneliti menghitung jalur benda itu dengan lebih akurat.

Hasil perhitungan menunjukkan meteor melintas dari timur ke barat, melewati Staten Island sebelum menuju New Jersey. Saat berada di atmosfer, objek itu tercatat berada pada ketinggian sekitar 44,4 hingga 34,9 kilometer.

Sampel CM1/2 yang Sangat Murni

Sebagian besar fragmen kecil dari meteor tersebut tidak pernah ditemukan, tetapi satu pecahan besar berhasil menembus atap rumah dan membuat lubang di langit-langit kamar. Tindakan cepat pemilik rumah dalam mengumpulkan material membantu menjaga sampel dari kontaminasi.

Meteorit Hillsborough tercatat sebagai meteorit tipe CM ke-22 yang pernah terlihat jatuh. Benda ini juga menjadi meteorit kedua yang disaksikan langsung sebagai tipe campuran CM1/2, setelah meteorit Kolang yang jatuh di Sumatera Utara pada 2020.

Asteroid asal meteorit Hillsborough belum dapat dipastikan. Namun, tim peneliti mengidentifikasi 27 asteroid dekat Bumi yang berpotensi menjadi sumbernya.

Jenniskens menyebut fragmen Hillsborough sebagai meteorit CM1/2 paling murni yang pernah ditemukan karena cepat diamankan setelah jatuh. Kajian mengenai temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science Advances.

Terbaru