Peluang menjadi Fact Checker Junior dibuka untuk siswa SMA negeri di Jakarta melalui seleksi Duta Antihoaks Jakarta 2026. Namun, setiap sekolah hanya dapat mengirim maksimal lima siswa untuk mengikuti pendaftaran.
Program ini menawarkan pengalaman menjadi penggerak literasi digital selama satu tahun bagi peserta yang terpilih. Para duta akan dibekali kemampuan memeriksa fakta, membuat konten digital, serta berbicara di depan publik.
Kuota Sekolah dan Seleksi Awal
Seleksi Duta Antihoaks Jakarta 2026 pada tahap awal khusus ditujukan bagi siswa SMA negeri di Provinsi Jakarta. Pelaksanaan di sekolah negeri menjadi langkah awal sebelum cakupan program diperluas pada tahun-tahun berikutnya.
Setelah pendaftaran, seleksi administrasi akan menentukan satu peserta terbaik dari masing-masing sekolah untuk melanjutkan proses. Artinya, kuota lima pendaftar dari satu sekolah belum menjamin seluruh peserta dapat masuk ke tahap pelatihan.
Peserta yang berhasil melalui seluruh rangkaian akan menjalankan penugasan sebagai Duta Antihoaks Jakarta selama satu tahun. Mereka diharapkan dapat mengajak lingkungan terdekat agar lebih kritis saat menerima dan menyebarkan informasi digital.
5 Tahap Menuju Pengukuhan Duta
Rangkaian pemilihan disusun dari seminar literasi digital hingga presentasi proyek di hadapan dewan juri. Setiap tahap dirancang untuk mengasah kemampuan peserta dalam mengenali informasi keliru dan menyampaikan edukasi kepada publik.
| Tahap | Kegiatan | Materi atau Hasil |
|---|---|---|
| 1 | Seminar Literasi Digital dan seleksi awal | Peserta mengikuti seminar serta penyaringan tahap pertama |
| 2 | In House Training | Fact-checking, pre-bunking, keamanan digital, dan demokrasi digital |
| 3 | Pelatihan Duta Antihoaks | Pemeriksaan fakta lanjutan, public speaking, dan pembuatan konten |
| 4 | Proyek literasi digital | Pelaksanaan proyek di sekolah atau masyarakat sekitar satu bulan |
| 5 | Penjurian dan pengukuhan | Presentasi proyek serta penetapan duta terpilih |
Pada tahap In House Training, peserta yang lolos seleksi awal akan mempelajari dasar pemeriksaan fakta dan pre-bunking. Materi ini juga mencakup keamanan digital serta demokrasi digital sebelum peserta kembali menjalani seleksi lanjutan.
Peserta yang menembus pelatihan duta akan mendapat pembelajaran lebih mendalam mengenai pemeriksaan fakta. Mereka juga akan mempelajari perancangan program literasi digital, keterampilan berbicara di depan publik, dan pembuatan konten digital.
Proyek Literasi Digital Jadi Penilaian Penting
Tahap proyek menuntut peserta menyusun dan menjalankan kegiatan literasi digital di sekolah atau lingkungan masyarakat. Pelaksanaan proyek tersebut berlangsung sekitar satu bulan sebelum hasilnya dipresentasikan kepada dewan juri.
Dewan juri akan memilih satu siswa dan satu siswi sebagai Duta Antihoaks Jakarta 2026. Pengukuhan duta terpilih akan dilakukan langsung oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta.
Selain menerima Surat Keputusan atau sertifikat penugasan selama satu tahun, duta memperoleh pendampingan untuk menjalankan program di sekolah. Peserta terpilih juga dapat terlibat dalam kegiatan Jalahoaks dan mengakses jejaring komunitas literasi digital tingkat nasional.
Peran Duta di Sekolah dan Masyarakat
Duta Antihoaks Jakarta akan berperan sebagai agen edukasi untuk melawan penyebaran hoaks di sekolah maupun masyarakat. Mereka akan berkolaborasi dengan Tim Jalahoaks Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta dalam kegiatan literasi digital.
Peran tersebut membuat siswa tidak hanya belajar mengenali informasi bermasalah, tetapi juga mengedukasi orang lain dengan cara yang lebih terarah. Program ini menempatkan pelajar sebagai penggerak kebiasaan digital yang kritis di lingkungan mereka.
Pendaftaran Duta Antihoaks Jakarta 2026 dilakukan melalui laman duta-antihoaks pada portal Jalahoaks Jakarta. Calon peserta perlu mengikuti mekanisme pendaftaran melalui sekolah karena jumlah pengiriman peserta dibatasi maksimal lima siswa per SMA negeri.







