
Masuknya PT Simone Batang Indonesia ke KEK Industropolis Batang menjadi sinyal baru kuatnya minat investor asing pada kawasan industri itu. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut menyiapkan investasi Rp 429 miliar untuk membangun basis produksi barang berbahan kulit.
Proyek ini juga membawa dampak ketenagakerjaan yang besar. Fasilitas baru tersebut diproyeksikan menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja secara bertahap saat pembangunan dan operasional berjalan.
KEK Batang Makin Dilirik Investor Global
KEK Industropolis Batang kini semakin dipandang sebagai lokasi strategis untuk ekspansi industri berorientasi ekspor. Pandangan itu menguat seiring hadirnya perusahaan-perusahaan internasional yang menjadikan kawasan ini sebagai basis produksi.
Direktur Pemasaran & Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menilai investasi terbaru ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap potensi Indonesia. Ia menyebut kawasan tersebut mulai dilihat sebagai bagian penting dalam rantai pasok global.
Pabrik Baru di Lahan 8,28 Hektare
PT Simone Batang Indonesia akan membangun fasilitas produksi di atas lahan seluas 8,28 hektare di dalam area KEK Industropolis Batang. Pabrik ini disiapkan untuk memperkuat produksi barang berbahan kulit yang ditujukan ke pasar ekspor.
Pembangunan fisik pabrik dijadwalkan mulai dalam dua bulan ke depan. Target penyelesaian konstruksi ditetapkan pada Juli 2026, lalu operasional akan dimulai secara bertahap pada Juli 2027.
Jejak Bisnis Simone di Pasar Dunia
PT Simone Batang Indonesia bukan pemain baru di industri kulit global. Perusahaan ini berdiri sejak 1987 dan sudah memiliki operasional di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Vietnam dan Kamboja.
Skala bisnisnya tergolong besar di pasar internasional. Perusahaan induknya menguasai sekitar 10 persen pangsa pasar dunia, sementara di pasar Amerika Serikat porsinya mencapai 30 persen dengan nilai ritel melampaui 7 miliar dollar AS.
Alasan Indonesia Dipilih
Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia, Kim Jung Shik, menegaskan bahwa Indonesia dipandang sebagai lokasi yang sangat strategis untuk ekspansi jangka panjang perusahaan. Ia menilai KEK Industropolis Batang menawarkan dukungan kebijakan, kesiapan kawasan, dan potensi tenaga kerja.
Kim menyebut Indonesia sebagai salah satu basis produksi masa depan di Asia. Menurut dia, KEK Industropolis Batang memberi keunggulan yang dibutuhkan perusahaan untuk memperkuat rencana bisnisnya.
Dampak untuk Ekosistem Industri Batang
Kehadiran perusahaan dengan jangkauan pasar luas seperti Simone memperkuat posisi KEK Batang sebagai lokasi produksi yang terhubung dengan pasar internasional. Kondisi ini juga sejalan dengan strategi Indonesia untuk meningkatkan daya saing manufaktur di tengah tren relokasi dan ekspansi perusahaan global.
Dengan nilai investasi Rp 429 miliar, lahan 8,28 hektare, dan proyeksi 6.000 tenaga kerja, proyek ini menjadi tambahan penting bagi ekosistem industri di KEK Industropolis Batang. Masuknya Simone menegaskan bahwa kawasan tersebut terus berkembang sebagai pusat manufaktur berbasis ekspor.





