Korban Tewas MV Barima Jadi 53, Manifes Penumpang Keliru Memperumit Pencarian

Tragedi terbaliknya kapal feri MV Barima di lepas pantai Guyana semakin kelam setelah jumlah jenazah yang ditemukan mencapai sedikitnya 53 orang. Angka itu dikonfirmasi Perdana Menteri Guyana Mark Phillips pada Selasa, ketika operasi pencarian masih berlangsung.

Di tengah pencarian tersebut, pemerintah mencatat 76 orang berhasil diselamatkan hingga pukul 18.00 atau 22.00 GMT. Pembaruan angka korban sekaligus membuka persoalan serius mengenai jumlah orang yang sebenarnya berada di kapal saat kecelakaan terjadi.

Manifes Awal Tidak Mencerminkan Jumlah Penumpang

Ketidakpastian jumlah penumpang menjadi salah satu hambatan utama dalam penanganan insiden MV Barima. Manifes awal hanya mencatat 133 penumpang, sementara Phillips pada Senin menyatakan keyakinannya bahwa kapal itu membawa 179 orang.

Menteri Pekerjaan Umum Juan Edghill mengatakan perbedaan data tersebut dipicu oleh manifes yang tidak akurat. Kondisi ini membuat petugas harus terus mencocokkan data penumpang dengan hasil pencarian di lapangan.

KategoriJumlahKeterangan
Korban tewas ditemukan53 orangDikonfirmasi Mark Phillips pada Selasa
Penumpang diselamatkan76 orangTercatat hingga pukul 18.00 atau 22.00 GMT
Perkiraan penumpang di kapal179 orangDisampaikan pemerintah pada Senin
Manifes awal133 orangDisebut tidak akurat

Dalam konferensi pers, Phillips menyatakan, “Total 53 jenazah telah ditemukan.” Ia juga mengatakan, “Kami mencatat 76 orang telah berhasil diselamatkan hingga pukul 18.00 (22.00 GMT) hari ini.”

Pembaruan ini menunjukkan skala tragedi yang jauh lebih besar dibanding catatan awal penumpang. Fokus operasi tidak hanya tertuju pada menemukan korban, tetapi juga pada identifikasi serta penelusuran data orang yang berada dalam pelayaran tersebut.

Perjalanan Menuju Port Kaituma

MV Barima berangkat dari Georgetown, ibu kota Guyana, menuju Port Kaituma di wilayah Essequibo. Kapal feri itu terbalik pada Sabtu malam, setelah memulai perjalanan pada pertengahan sore hari.

Sinyal panggilan darurat baru diterima sekitar delapan jam setelah kapal mulai berlayar. Rute menuju Port Kaituma mengharuskan kapal melintasi laut sebelum memasuki kawasan sungai.

Port Kaituma berada di pedalaman yang dikelilingi hutan hujan lebat. Letak tujuan pelayaran dan karakter rutenya menjadi bagian penting dalam konteks operasi pencarian yang dimulai sejak Minggu pagi.

Media Indonesia melaporkan puluhan penumpang ditemukan dalam keadaan hidup selama operasi penyelamatan. Pada saat yang sama, tim pencarian juga terus menemukan jenazah korban dari insiden tersebut.

Penyebab Terbalik Masih Dalam Investigasi

Pemerintah Guyana belum menjelaskan penyebab pasti MV Barima terbalik. Penyelidikan resmi masih berjalan untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum kapal mengalami kecelakaan.

Phillips menyampaikan pada Minggu bahwa dua anggota awak kapal dinyatakan positif mengonsumsi ganja berdasarkan tes yang dilakukan setelah kejadian. Informasi itu belum menjawab bagaimana kondisi tersebut berkaitan dengan kecelakaan di laut.

Data VesselFinder menyebut MV Barima merupakan kapal tua yang dibangun pada 1939. Usia kapal menjadi salah satu detail yang menyertai penyelidikan atas musibah pelayaran ini.

Insiden di Jalur Menuju Essequibo

Guyana merupakan negara berbahasa Inggris di sudut timur laut Amerika Selatan yang sedang terlibat sengketa wilayah dengan Venezuela atas kawasan Essequibo yang kaya minyak. MV Barima mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju wilayah tersebut.

Dengan angka korban yang terus diperbarui, penanganan tragedi kini bertumpu pada pencarian lanjutan, identifikasi jenazah, dan pemeriksaan penyebab terbaliknya kapal. Keakuratan data penumpang akan menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh orang yang berada di MV Barima dapat diketahui nasibnya.

Source: mediaindonesia.com
Terkait