Perjalanan menyusuri jejak The Beatles di Liverpool berubah menjadi pengalaman yang nyaris sulit dipercaya bagi penumpang Beatles’ Magical Mystery Tour. Paul McCartney menyapa rombongan dari mobil yang berhenti di samping bus, sambil memperlihatkan panggilan FaceTime dengan Ringo Starr.
Momen singkat itu membuat penggemar melihat dua anggota The Beatles dalam waktu bersamaan, meski Starr hadir melalui layar ponsel. Pertemuan tak terduga tersebut terjadi ketika bus wisata berhenti di lampu merah di Jalan Hope pada Senin, 20 Juli.
Berawal dari bus yang berhenti di lampu merah
Neil Morton, pemandu Beatles’ Magical Mystery Tour, berada di dalam bus saat melihat mobil McCartney berhenti di jalur sebelah. Ia kemudian menyadari bahwa layar ponsel yang dibawa McCartney menampilkan wajah Starr dalam panggilan video.
Kepada BBC, Morton menggambarkan kejadian itu sebagai pengalaman yang “serealistis mimpi”. Ia mengatakan, “Saya sedang berhenti di lampu merah Jalan Hope saat melihat siapa di sana? Sir Paul bersama Ringo di FaceTime.”
McCartney disebut sempat melongok dari jendela mobil dan melambaikan tangan ke arah para penumpang. Ia juga mengangkat ponselnya agar rombongan dapat melihat Starr secara jelas di layar.
Reaksi penumpang berlangsung spontan karena pertemuan itu terjadi tanpa rencana dalam perjalanan wisata biasa. Bagi para penggemar, kesempatan melihat McCartney dari dekat saja sudah langka, sementara kemunculan Starr dalam panggilan video membuat suasananya semakin istimewa.
Ringo Starr mengabadikan momen dari layar
Starr kemudian membagikan foto dari peristiwa tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, ia menulis, “Bagaimana menurut kalian tentang Magical Mystery Tour di Liverpool ini? Damai dan Cinta, Ringo.”
Unggahan itu memberi sudut pandang lain atas perjumpaan singkat di Jalan Hope. Para wisatawan bukan hanya menyaksikan McCartney dan Starr dalam satu momen, tetapi juga menjadi bagian dari foto yang dibagikan langsung oleh sang drummer.
Liverpool sendiri tetap memiliki arti besar bagi dua musisi tersebut karena menjadi kota kelahiran dan pusat sejarah The Beatles. Jejak band itu masih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin melihat lokasi-lokasi yang berkaitan dengan McCartney, Starr, John Lennon, dan George Harrison.
Magical Mystery Tour menelusuri sejarah band
Bus Beatles’ Magical Mystery Tour dioperasikan oleh Cavern City Tours sejak 1983. Nama tur tersebut diambil dari EP The Beatles yang dirilis pada 1967.
Rutenya membawa pengunjung menuju sejumlah titik bersejarah yang terkait dengan empat personel band legendaris itu. Karena itu, pertemuan di Jalan Hope terasa seperti tambahan tak terduga dalam tur yang memang dirancang untuk menghidupkan kembali kisah The Beatles.
Kehadiran McCartney di Liverpool juga berkaitan dengan Liverpool Institute for Performing Arts. Institusi seni pertunjukan itu turut didirikan oleh McCartney dan menjadi salah satu wujud keterikatannya yang panjang dengan kota tersebut.
Hubungan McCartney dan Starr pun tetap dekat selama bertahun-tahun setelah era The Beatles berakhir. Media Indonesia melaporkan bahwa keduanya masih dikaitkan dengan sejumlah kolaborasi musik, termasuk keterlibatan Starr dalam lagu duet “Home to Us” di album McCartney yang disebut berjudul The Boys of Dungeon Lane.
Dalam wawancara dengan majalah PEOPLE pada Juli, Starr juga memuji kemampuan mantan rekan satu bandnya itu. “Paul, permainan basnya luar biasa, dan dia adalah seorang pencipta lagu,” kata Starr.
Starr melanjutkan pujiannya dengan menyebut McCartney sebagai sosok yang luar biasa. Adegan singkat di Jalan Hope kemudian memperlihatkan bahwa kedekatan keduanya masih dapat terasa, bahkan melalui panggilan video yang kebetulan disaksikan para penggemar.
Source: mediaindonesia.com






