Pabrik Polytron Fox 350 Dibuka, Robot Ambil Alih Produksi dan Tembus 140 Unit per Shift

Author: Cung Media

Polytron membuka proses produksi Fox 350 ke publik dan langsung menampilkan satu hal yang paling mencuri perhatian: motor listrik lokal ini dirakit dengan bantuan robot di sejumlah tahap penting. Di fasilitas produksi di Kudus dan Demak, Jawa Tengah, kapasitasnya diklaim mampu tembus 140 unit dalam satu shift tujuh jam.

Angka itu setara sekitar 20 unit per jam dan menunjukkan efisiensi yang tinggi untuk produksi motor listrik dalam negeri. Laju tersebut ditopang oleh otomasi pada pengangkutan komponen, pengecatan, dan pemeriksaan kualitas yang berjalan berlapis.

Produksi menggabungkan kerja manusia dan sistem otomatis

Di dalam pabrik, Fox 350 tidak sepenuhnya bergantung pada tenaga manual. Polytron memakai kombinasi pekerja manusia dan sistem otomatisasi untuk menjaga presisi dan konsistensi hasil di setiap unit.

Tahap awal dimulai dari perakitan komponen kecil seperti speedometer dan sistem pencahayaan. Sebagian proses masih dilakukan secara manual, tetapi Polytron sudah memakai teknologi robotik pada tahap penyegelan agar hasilnya lebih rapat dan presisi.

Setelah itu, komponen dikirim ke pabrik lain untuk menjalani proses lanjutan. Alur ini dibuat sistematis supaya kualitas tetap terjaga sebelum motor masuk ke tahap perakitan utama.

Pengecatan bodi sepenuhnya dikerjakan robot

Salah satu tahap yang paling menonjol ada pada pengecatan bodi motor. Seluruh panel bodi digantung pada conveyor, lalu masuk ke ruang khusus dan dicat sepenuhnya oleh robot.

Penggunaan robot pada tahap ini bertujuan menghasilkan lapisan cat yang lebih merata dan meminimalkan cacat. Setelah dicat, bodi motor dikeringkan di ruangan khusus sebelum bergerak ke proses berikutnya.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa fasilitas produksi Fox 350 tidak dibangun dengan cara konvensional. Polytron menempatkan presisi dan efisiensi sebagai fokus utama sejak proses bodi.

Baterai menjadi komponen paling krusial

Bagian lain yang mendapat perhatian besar adalah perakitan baterai. Prosesnya dimulai dari penyusunan sel baterai, lalu berlanjut ke penyolderan dengan laser otomatis, pemasangan casing, dan pengujian.

Polytron menggunakan baterai berjenis LFP atau Lithium Ferro Phosphate. Jenis ini dikenal lebih aman dan dalam demonstrasi disebut lebih tahan terhadap benturan dibanding baterai non-standar maupun baterai jenis NMC yang lebih sensitif dan berisiko terbakar.

Pengujian baterai juga tidak berhenti pada uji fisik. Komponen ini harus melewati serangkaian pengujian laboratorium, mulai dari uji getaran, suhu, dan tegangan, hingga drop test untuk memastikan tingkat keamanan yang lebih tinggi.

Perakitan utama berlangsung bertahap

Saat masuk ke perakitan utama, proses dimulai dari pemasangan sasis, arm belakang, dan drive hub. Setelah itu, lini produksi berlanjut ke pemasangan stang, komponen elektronik, serta sistem kelistrikan.

Baterai kemudian dipasang dan diikuti instalasi kabel secara menyeluruh. Setelah semua komponen inti terhubung, bodi motor mulai dirakit dari bagian kasar hingga finishing, sementara speedometer dipasang pada tahap akhir sebelum motor dinyalakan pertama kali.

Tahapan ini menunjukkan bahwa Fox 350 tidak dirakit dalam satu proses sederhana. Setiap unit melewati urutan kerja yang terstruktur agar fungsi, tampilan, dan kualitas produksinya tetap seragam.

Inspeksi akhir dilakukan sebelum keluar pabrik

Sebelum dipasarkan, setiap unit Fox 350 masih harus melewati beberapa tahap pemeriksaan. Pemeriksaan awal mencakup pengecekan komponen serta pemasangan detail akhir seperti logo dan stiker.

Setelah itu, motor diuji menggunakan dyno untuk memastikan performanya sesuai standar. Unit yang lolos kemudian masuk ke appearance inspection untuk memastikan kondisi motor benar-benar siap digunakan konsumen.

Rangkaian pemeriksaan itu menjadi lapisan kontrol terakhir sebelum motor keluar dari pabrik. Tujuannya bukan hanya memastikan motor bisa berjalan, tetapi juga menjaga konsistensi mutu pada setiap unit.

Kapasitas produksi terus naik

Polytron menyebut kemampuan produksinya terus meningkat. Selain mampu mencapai 140 unit per shift tujuh jam, perusahaan itu juga sudah bisa memproduksi dua lini motor sekaligus dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi ini memperlihatkan adanya pengembangan kapasitas yang cukup cepat pada industri motor listrik lokal. Integrasi teknologi robotik dan sistem produksi modern menjadi fondasi utama dalam peningkatan skala tersebut.

Terbukanya proses produksi Fox 350 memberi gambaran bahwa manufaktur kendaraan listrik di Indonesia mulai bergerak dengan standar yang lebih maju. Dengan fasilitas di Kudus dan Demak, Polytron menunjukkan bahwa motor listrik lokal kini diproduksi lewat sistem yang makin modern, terukur, dan berorientasi pada kualitas.

Terbaru