Pemerintah Kerala, India, meliburkan seluruh sekolah di bawah Departemen Pendidikan Umum pada Senin (20/7) demi final Piala Dunia 2026. Kebijakan tidak biasa ini memberi kesempatan kepada siswa untuk menyaksikan Argentina melawan Spanyol tanpa harus memikirkan kelas pada pagi harinya.
Pertandingan digelar pada Minggu (19/7) waktu Amerika Serikat, tetapi baru dimulai pukul 00.30 waktu India pada Senin dini hari. Jadwal tersebut membuat banyak pelajar diperkirakan sulit mengikuti pelajaran setelah begadang menyaksikan laga puncak.
Libur Setelah Permintaan dari Siswa
Keputusan libur diumumkan pada Minggu setelah permintaan datang dari siswa di berbagai wilayah Kerala. Final yang mempertemukan Argentina dan Spanyol menjadi perhatian besar karena berlangsung saat sebagian besar pelajar seharusnya beristirahat.
Menteri Pendidikan Umum Kerala, N. Samsudheen, mengonfirmasi kebijakan itu melalui media sosial. Ia menyapa para siswa dengan kalimat, “Sekarang sudah senang, anak-anak?”
CNN Indonesia yang mengutip News18 melaporkan pemerintah memilih memberi waktu pemulihan bagi pelajar. Langkah itu diambil ketimbang mewajibkan mereka masuk sekolah setelah menyaksikan pertandingan hingga larut malam.
| Tim | Status di Final | Catatan |
|---|---|---|
| Argentina | Juara bertahan | Diperkuat Lionel Messi |
| Spanyol | Penantang gelar | Belum terkalahkan sepanjang turnamen |
Final yang Membelah Waktu Belajar dan Antusiasme
Argentina datang ke pertandingan sebagai juara bertahan dengan Lionel Messi sebagai salah satu andalan. Spanyol memburu trofi Piala Dunia kedua setelah menjalani turnamen tanpa kekalahan.
Bagi pelajar Kerala, laga tersebut bukan sekadar pertandingan sepak bola internasional. Jam kickoff yang melewati tengah malam membuat final itu berpotensi mengganggu aktivitas belajar pada hari berikutnya.
Kerala dikenal memiliki budaya sepak bola yang kuat, sehingga antusiasme menjelang laga berlangsung luas. Kebijakan libur sekolah menunjukkan bahwa perhatian terhadap final juga dirasakan oleh pemerintah daerah.
Dukungan Politik Lintas Kelompok
Desakan untuk meliburkan sekolah sebelumnya disuarakan V. Sivankutty dari Partai Komunis India (Marxis) atau CPI(M). Mantan Menteri Pendidikan itu menilai siswa akan kesulitan hadir dan mengikuti pelajaran setelah menonton final pada tengah malam.
V. Sivankutty mengusulkan hari belajar yang hilang diganti pada salah satu hari Sabtu. Usulan tersebut dimaksudkan agar kebutuhan belajar tetap terpenuhi setelah libur khusus bagi penggemar sepak bola muda.
Dukungan juga datang dari para pemimpin United Democratic Front atau UDF, koalisi oposisi di Kerala. Sikap lintas kelompok itu memperlihatkan bahwa perhatian terhadap final tidak hanya datang dari siswa dan keluarga mereka.
“Demam Sepak Bola Tingkat Maksimal”
Kepala Menteri Kerala, V.D. Satheesan, mengakui tingginya gairah masyarakat menjelang Argentina melawan Spanyol. Dalam unggahannya di platform X, ia menyebut Kerala sedang mengalami “demam sepak bola tingkat maksimal.”
Menurutnya, seluruh lembaga pendidikan diliburkan agar penggemar muda dapat menikmati pertandingan tanpa dibebani sekolah atau kuliah keesokan harinya. Ia menulis, “Begadanglah, bersoraklah sepuasnya, dan nikmati pertandingan.”
Libur pada Senin memberi ruang bagi ribuan siswa untuk mengikuti final yang berlangsung pada jam tidur mereka. Setelah pertandingan selesai, perhatian pemerintah tetap tertuju pada kemungkinan penggantian hari belajar agar kegiatan pendidikan tidak terabaikan.
