Iran Sebut Drone Menyerang Dua Pangkalan AS di Kuwait, Patriot dan Radar Jadi Sasaran

Author: Cung Media

Ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali merembet ke Kuwait setelah militer Iran mengumumkan serangan drone berskala besar terhadap dua instalasi militer AS. Dalam versi Teheran, Camp Al Adiri dan Pangkalan Udara Ali Al Salem menjadi sasaran operasi tersebut.

Iran menyebut serangan itu menargetkan gudang amunisi, sistem rudal Patriot, serta instalasi radar pertahanan udara. Kuwait, di sisi lain, menyatakan pasukannya sedang menghadapi ancaman rudal dan drone dengan mengaktifkan respons pertahanan udara.

Dua Fasilitas Masuk Daftar Sasaran Iran

Pernyataan militer Iran yang disiarkan media pemerintah menyebut Camp Al Adiri sebagai lokasi yang menjadi sasaran drone. Fasilitas itu disebut memiliki gudang amunisi yang ditargetkan dalam serangan.

Pangkalan Udara Ali Al Salem juga disebut dalam pengumuman tersebut. Iran menyatakan sistem Patriot dan radar pertahanan udara di pangkalan itu turut menjadi target.

Lokasi Target yang Disebut Iran
Camp Al Adiri Gudang amunisi
Pangkalan Udara Ali Al Salem Sistem rudal Patriot dan instalasi radar pertahanan udara

Menurut laporan yang mengutip IRIB dan Anadolu, Teheran menempatkan kedua fasilitas itu sebagai lokasi yang digunakan militer AS di kawasan. Serangan ke Kuwait disebut sebagai bagian dari respons Iran atas rangkaian serangan AS terhadap sejumlah lokasi di wilayahnya.

Rincian sasaran tersebut berasal dari pernyataan militer Iran dan belum disertai penjelasan mengenai tingkat kerusakan. Otoritas Kuwait juga tidak memerinci kondisi fasilitas yang disebut dalam klaim Iran tersebut.

Kuwait Mengaktifkan Pertahanan Udara

Angkatan bersenjata Kuwait menyampaikan bahwa mereka merespons ancaman rudal dan drone ketika serangan Iran berlanjut. Pernyataan itu diunggah melalui akun media sosial X pada Minggu, 19 Juli 2026.

“Ledakan apa pun yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh,” kata angkatan bersenjata Kuwait. Pernyataan itu mengaitkan suara ledakan di wilayah negara tersebut dengan operasi pencegatan udara.

Kuwait tidak mengungkap jumlah drone atau rudal yang dihadapi dalam operasi tersebut. Pihak militer juga tidak memberikan rincian tambahan mengenai target yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Di tengah situasi keamanan yang berkembang, otoritas Kuwait meminta masyarakat mematuhi arahan resmi pemerintah. Imbauan itu dikeluarkan saat ancaman dari rudal dan drone menjadi perhatian utama di wilayah Kuwait.

Ketegangan Berlanjut Setelah Nota Kesepahaman

Eskalasi ini terjadi setelah hampir sepekan serangkaian serangan AS terhadap sejumlah lokasi di Iran disebut berlangsung. Teheran kemudian membalas dengan menyerang fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan militer AS di sejumlah negara kawasan, termasuk Kuwait.

Rangkaian serangan tersebut berlangsung meski Washington dan Teheran telah menandatangani nota kesepahaman pada Juni. Nota itu dimediasi Pakistan dengan tujuan mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang langgeng.

Perkembangan terbaru menunjukkan ketegangan belum mereda setelah adanya nota kesepahaman tersebut. Klaim serangan drone Iran dan langkah pencegatan Kuwait kini menempatkan keamanan fasilitas militer serta wilayah udara negara itu dalam sorotan.

Fokus Kuwait tetap berada pada perlindungan wilayahnya dari ancaman yang sedang dihadapi. Militer negara itu menekankan kepatuhan publik terhadap instruksi keamanan selama situasi terus berkembang.

Source: www.viva.co.id
Terbaru