3 Kabar Dunia yang Kontras, Serangan AS-Iran hingga Sekolah Diliburkan

Author: Cung Media

Akhir pekan diwarnai tiga peristiwa dunia dengan dampak yang sangat berbeda bagi warga di sejumlah negara. Saat serangan udara Amerika Serikat di Iran berlanjut hingga malam kedelapan, pemerintah Kerala justru memberi libur sekolah untuk final sepak bola.

Di Suriah, pasukan Israel juga dilaporkan memasuki wilayah pedesaan Quneitra dan memeriksa warga di pos sementara. Rangkaian kabar ini menempatkan isu keamanan regional dan antusiasme olahraga dalam satu perhatian internasional.

Peristiwa Lokasi Detail Utama
Libur sekolah final sepak bola Kerala, India Sekolah di bawah Departemen Pendidikan Umum diliburkan pada Senin (20/7).
Serangan udara AS Iran Operasi disebut berlangsung pada malam kedelapan berturut-turut.
Operasi pasukan Israel Quneitra, Suriah Lima kendaraan militer memasuki Al Samdaniyah Al Sharqiyah.

1. Sekolah Kerala Libur untuk Final Piala Dunia 2026

Pemerintah Kerala menetapkan libur bagi seluruh sekolah yang berada di bawah Departemen Pendidikan Umum pada Senin (20/7). Kebijakan itu terkait final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol yang digelar pada Minggu (19/7) waktu Amerika Serikat.

Laga final dijadwalkan dimulai pukul 00.30 waktu India pada Senin dini hari. Jadwal tersebut membuat siswa yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung diperkirakan harus begadang.

Keputusan meliburkan sekolah diumumkan pada Minggu setelah pemerintah menerima banyak permintaan dari siswa di berbagai wilayah Kerala. Mereka menilai akan sulit mengikuti kegiatan belajar bila tetap harus masuk sekolah setelah menonton pertandingan.

Libur itu hanya berlaku untuk sekolah yang berada dalam naungan Departemen Pendidikan Umum Kerala. Kebijakan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme terhadap laga yang mempertemukan Argentina dan Spanyol.

2. Ledakan Terdengar di Tengah Konflik AS-Iran

Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah Iran pada Minggu (19/7) dini hari waktu setempat. Peristiwa itu terjadi ketika Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara dalam Konflik AS-Iran yang memanas.

Operasi terbaru disebut sebagai serangan pada malam kedelapan secara beruntun. CNN Indonesia melaporkan serangan tersebut kembali menjadi perhatian setelah kabar ledakan muncul dari wilayah Iran.

Menurut Al Jazeera, Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan operasi itu dilakukan sebagai respons cepat terhadap Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC. Langkah tersebut dikaitkan dengan serangan rudal dan drone Iran terhadap sebuah pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania.

Serangan terhadap pangkalan itu menewaskan dua personel militer Amerika Serikat. Satu personel lainnya dilaporkan masih hilang, sedangkan empat orang menjalani perawatan di rumah sakit.

Informasi yang tersedia tidak merinci lokasi ledakan maupun dampak kerusakan di Iran. Namun, operasi udara yang berlangsung beruntun memperlihatkan eskalasi antara kedua pihak belum mereda.

3. Pasukan Israel Masuk ke Pedesaan Quneitra

Di kawasan perbatasan, pasukan Israel dilaporkan melakukan beberapa operasi penyusupan ke pedesaan Quneitra, Suriah, dalam dua hari terakhir hingga Minggu (19/7). Wilayah tersebut berada dekat area pendudukan Israel.

Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan lima kendaraan militer Israel memasuki Al Samdaniyah Al Sharqiyah. Pasukan kemudian mendirikan pos pemeriksaan sementara dan memeriksa warga yang melintas.

Al Jazeera juga melaporkan pasukan Israel yang ditempatkan di Al Hamidiyah menembakkan satu mortir serta granat asap ke area sekitar. Tidak ada laporan korban tewas maupun luka-luka akibat insiden tersebut.

Operasi di Quneitra menambah perhatian pada situasi keamanan di Suriah ketika ketegangan juga berkembang di Iran. Sementara itu, keputusan libur sekolah di Kerala memperlihatkan bagaimana agenda olahraga tetap menjadi perhatian besar warga di tengah derasnya kabar internasional.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru