Pasukan Israel merobohkan pabrik, bangunan pertanian, dan lahan milik warga Palestina di Beit Ula, barat laut Hebron, Tepi Barat, dalam operasi yang berlangsung mendadak. Warga setempat mengatakan mereka tidak diberi waktu untuk menyelamatkan mesin, barang, dan perlengkapan yang ada di dalam lokasi.
Aksi pembongkaran itu terjadi di kawasan Al-Mikhd di bagian barat kota. Pabrik yang dihancurkan diketahui memproduksi dan mendekorasi besi serta dudukan panel surya, lalu area di sekitarnya juga ikut diratakan.
Bangunan dan lahan yang terdampak
| Objek | Luas | Pemilik | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Pabrik besi dan dudukan panel surya | Lebih dari 800 meter persegi | Ishaq Muhammad al-Atrash dan Rajai al-Amleh | Diratakan oleh pasukan Israel |
| Bangunan pertanian | Sekitar 20 meter persegi | Muhammad Khalid Sidr, Osama Farash, dan Ahmad Yusuf al-Amleh | Ikut dirobohkan |
| Lahan pertanian | Sekitar 1.500 meter persegi | Ditumbuhi pohon zaitun dan tanaman lain | Tembok batu dan lahan diratakan |
Wali Kota Beit Ula, Mahmoud al-Sarrahin, mengatakan pasukan Israel memasuki kawasan tersebut dan merobohkan pabrik yang berada di wilayah barat kota. Wael Abu Habtain “Farash” dari Komite Pemantauan dan Penguatan Ketahanan Warga Beit Ula Barat juga menyebut pembongkaran menyasar bangunan pertanian milik sejumlah warga.
Menurut warga, alat berat datang tanpa peringatan yang cukup untuk mengevakuasi mesin, barak, kantor, dan fasilitas lain dari dalam pabrik. Kondisi itu membuat kerugian warga semakin besar karena bangunan yang dihancurkan masih menyimpan perlengkapan kerja.
Selain pabrik dan bangunan pertanian, tembok batu di sekitar lokasi juga diratakan. Lahan yang ditanami pohon zaitun dan tanaman lain ikut terdampak dalam operasi tersebut.
Peristiwa ini menambah daftar penggusuran dan perobohan bangunan di Tepi Barat yang kerap memicu keresahan warga Palestina. Dalam laporan yang sama, VIVA mencatat bahwa tindakan itu dilakukan tanpa memberi kesempatan kepada pemilik untuk menyelamatkan isi bangunan sebelum alat berat bekerja.
Source: www.viva.co.id






