Mojtaba Khamenei Ucap Terima Kasih Usai Pemakaman, Iran Tunjukkan Sikap Tak Mau Surut

Suasana duka atas kematian Ali Khamenei belum benar-benar reda, tetapi keluarga pemimpin tertinggi Iran itu sudah menegaskan sikap mereka: tetap tabah dan terus melangkah. Dalam acara peringatan di Grand Mosalla, Teheran, Mojtaba Khamenei menyampaikan terima kasih kepada rakyat Iran dan Irak lewat pernyataan yang dibacakan kakaknya, Hojjatoleslam Mostafa Khamenei.

Pesan itu muncul di tengah sorotan besar terhadap rangkaian pemakaman dan peringatan yang menyelimuti Iran selama beberapa hari terakhir. Di saat yang sama, kehadiran pejabat tinggi Iran dan diplomat asing menunjukkan bahwa peristiwa ini masih menjadi pusat perhatian politik di negara tersebut.

Pesan keluarga Khamenei di tengah duka

Mostafa Khamenei menyebut kepergian sang ayah sebagai tragedi besar yang menuntut ketabahan. Ia menegaskan bahwa kesabaran bukan berarti pasrah, melainkan tetap bertahan di tengah tragedi sambil terus bergerak sampai tujuan akhir tercapai.

Ia juga mengatakan bahwa sikap sabar tidak bertentangan dengan pembalasan terhadap pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam kejahatan besar itu. Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana dikutip Press TV.

Pejabat tinggi dan diplomat ikut hadir

Acara peringatan di Grand Mosalla dihadiri jajaran pejabat tinggi pemerintah dan militer Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian. Sejumlah duta besar dan diplomat asing juga tampak hadir bersama tiga putra mendiang Ali Khamenei lainnya.

Upacara itu digelar lima hari setelah jenazah Ali Khamenei dimakamkan di Mashhad, kota kelahirannya di Iran timur laut. Sebelumnya, prosesi pemakaman berlangsung selama lima hari di Teheran, kota suci Qom, dan Irak, dengan kehadiran jutaan pelayat.

TahapLokasiKeterangan
Prosesi pemakamanTeheran, Qom, IrakBerlangsung selama lima hari dan dihadiri jutaan pelayat
Pemakaman jenazahMashhadDimakamkan di kota kelahiran Ali Khamenei di Iran timur laut
Acara peringatanGrand Mosalla, TeheranDihadiri pejabat tinggi pemerintah dan militer Iran

Latar kematian Ali Khamenei

Ali Khamenei disebut gugur bersama empat anggota keluarga dan sejumlah pejabat militer senior pada 28 Februari dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel. Ia pertama kali menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi pada Juni 1989, menggantikan pendiri Revolusi Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Rangkaian peringatan ini memperlihatkan bahwa duka atas kematian Ali Khamenei masih diiringi pesan keteguhan dari keluarga. Di sisi lain, hadirnya pejabat tinggi dan diplomat asing menegaskan bahwa situasi ini tetap mendapat perhatian luas di lingkar kekuasaan Iran.

Source: www.kompas.com
Terkait