Dari Belajar Gratis hingga UKT 100 Persen, Hanon Tembus Teknik Kimia UGM

Author: Cung Media

Prananingrum Hanondaru Wigaringtyas atau Hanon mendapat kabar yang mengubah langkah pendidikannya. Siswi SMAN 9 Yogyakarta itu diterima di Program Studi Teknik Kimia UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT.

Pencapaian Hanon terasa lebih berarti karena ia memperoleh subsidi Uang Kuliah Tunggal sebesar 100 persen. Dengan bantuan tersebut, ia dapat menjalani perkuliahan tanpa membayar UKT.

Hanon menembus program studi pilihannya setelah mempersiapkan SNBT secara mandiri di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas. Ia tidak mengikuti bimbingan belajar berbayar karena mempertimbangkan biaya yang harus ditanggung sang ibu.

Materi pendalaman dari sekolah, video pembelajaran di YouTube, serta latihan soal dari internet menjadi bekalnya menghadapi seleksi. Pilihan belajar dengan sumber gratis itu membawanya meraih skor tinggi dalam ujian masuk perguruan tinggi negeri.

Skor Menonjol di Dua Subtes

Dalam SNBT, Hanon mencatat rerata skor 730. Ia bahkan memperoleh nilai sempurna 800 pada subtes Penalaran Matematika dan Pengetahuan Kuantitatif.

Dua capaian tersebut menunjukkan kekuatan Hanon pada kemampuan berhitung dan penalaran. Hasil itu turut mengantarkannya lolos ke Teknik Kimia UGM.

Komponen Hasil Hanon
Jalur masuk SNBT
Program studi Teknik Kimia UGM
Rerata skor SNBT 730
Penalaran Matematika 800
Pengetahuan Kuantitatif 800
Subsidi UKT 100 persen

Menurut laman resmi UGM, Hanon mengandalkan ketekunan belajar dan latihan soal rutin selama masa persiapan. Ia memilih tidak menambah beban pengeluaran keluarga untuk les di luar sekolah.

“Kalau mau les juga kasihan sama ibu, biayanya mahal,” ungkap Hanon. Keputusan itu membuatnya lebih banyak memanfaatkan materi yang dapat diakses tanpa biaya.

Perjuangan Keluarga Buruh Tani

Perjalanan Hanon menuju kampus juga dibentuk oleh situasi keluarganya. Pada 2021, ia kehilangan ayah dan ibunya, Tri Andayani, kemudian menjadi tulang punggung keluarga.

Tri bekerja sebagai buruh tani untuk menghidupi Hanon dan saudara-saudaranya. Kondisi tersebut membuat keluarga perlu mengatur setiap pilihan pendidikan dengan cermat.

Tri tidak dapat mendampingi putrinya belajar atau membiayai bimbingan belajar di luar sekolah. Dukungan yang dapat ia berikan adalah doa agar Hanon tetap mampu mengejar keinginan berkuliah di UGM.

Laporan detik.com menyebut Tri kerap memanjatkan harapan itu saat mengantar Hanon ke sekolah. Dalam perjalanan, keduanya melintasi jalan yang memperlihatkan gedung-gedung UGM.

“Saya tidak bisa membantu dia belajar atau membiayai bimbel di luar. Yang bisa saya lakukan hanya berdoa,” ujar Tri. Kabar kelulusan Hanon pun menjadi momen yang mengharukan bagi keluarganya.

Kesempatan Baru Tanpa Beban UKT

Subsidi UKT penuh memberi ruang penting bagi Hanon untuk memulai masa kuliah tanpa biaya UKT. Kemudahan itu menjadi penopang bagi keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.

Tri berharap putrinya dapat menggunakan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan pendidikan dengan baik. “UGM sudah memberi kemudahan kepada kami. Sekarang tinggal bagaimana dia membalasnya dengan prestasi,” kata Tri.

Bagi Hanon, kelulusan di Teknik Kimia UGM menjadi hasil dari kebiasaan belajar mandiri, pemanfaatan bahan gratis, dan latihan yang konsisten. Ia kini memasuki fase baru pendidikan dengan dukungan biaya kuliah penuh dari kampus.

Terbaru