Argentina Tekuk Inggris, Spanduk Malvinas Membuka Lagi Luka Perang 1982

Author: Cung Media

Kemenangan Argentina 2-1 atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta tidak berhenti sebagai cerita pertandingan. Seusai laga, sejumlah pemain Argentina mengangkat spanduk bertuliskan “Las Malvinas Son Argentinas” atau Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina.

Aksi itu segera menghidupkan kembali sengketa kedaulatan yang telah membayangi hubungan kedua negara selama berabad-abad. Rivalitas Argentina vs Inggris di lapangan pun kembali bertemu dengan memori perang yang berlangsung pada 1982.

Inggris Desak FIFA Menyelidiki

Pemerintah Inggris memandang pembentangan spanduk tersebut sebagai persoalan serius karena membawa pesan politik ke dalam pertandingan sepak bola. Sekretaris Negara untuk Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle kemudian mendesak FIFA menyelidiki tindakan pemain Argentina.

Sikap Amerika Serikat sebagai tuan rumah berbeda dari keberatan Inggris. Kepala Task Force FIFA World Cup 2026 Gedung Putih Andrew Giuliani menyatakan pada Jumat, 17 Juli 2026, Argentina memiliki kesempatan dan kemampuan menyampaikan pernyataan itu selama berada di AS.

Giuliani merujuk pada perlindungan kebebasan berbicara dalam Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat. Perbedaan respons tersebut memperlihatkan bahwa isu Malvinas tetap sensitif, bahkan ketika muncul dalam perayaan olahraga internasional.

Dua Nama, Dua Pandangan Kedaulatan

Kepulauan Malvinas berada sekitar 480 kilometer dari pesisir Argentina dan dikenal secara internasional sebagai Falkland Islands. Wilayah di Atlantik Selatan itu terdiri atas dua pulau utama serta ratusan pulau kecil dengan penduduk sekitar 3.600 jiwa.

Inggris, Prancis, dan Spanyol pernah mengirim ekspedisi serta membangun permukiman di kepulauan itu sejak akhir abad ke-16. Penguasaan wilayah silih berganti sebelum Inggris mengambil alih pada 3 Januari 1833 dan menetapkannya sebagai wilayah mahkota.

Aspek Posisi Argentina Posisi Inggris
Nama kepulauan Las Malvinas Falkland Islands
Dasar klaim Dianggap bagian dari warisan wilayah setelah merdeka dari Spanyol pada 1816 Menguasai kepulauan sejak 3 Januari 1833
Status penduduk Dianggap hasil pemukiman Inggris sehingga tidak menentukan status wilayah Berhak menentukan masa depan wilayahnya sendiri

Argentina tidak pernah mengakui penguasaan Inggris dan mempertahankan pandangan bahwa Malvinas merupakan bagian dari wilayahnya sejak kemerdekaan dari Spanyol pada 1816. Sebaliknya, Inggris menempatkan hak penduduk setempat untuk menentukan masa depan wilayah sebagai dasar utama posisinya.

Perbedaan itu terlihat jelas dalam referendum 2013, ketika mayoritas warga Falkland memilih tetap menjadi wilayah Inggris. Argentina menolak menjadikan hasil referendum sebagai penentu kedaulatan karena memandang penduduk saat ini berasal dari pemukiman bentukan Inggris.

Perang 74 Hari yang Masih Membekas

Konflik terbuka pecah pada 2 April 1982 saat Argentina mengirim ribuan tentara untuk merebut kepulauan tersebut. Upaya Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan membujuk junta militer Argentina agar membatalkan invasi tidak berhasil.

Inggris merespons dengan mengerahkan armada besar, termasuk kapal perang dan kapal selam, untuk mengambil kembali wilayah itu. Konflik yang dikenal sebagai Perang Falkland 1982 atau Perang Malvinas berlangsung selama 74 hari.

Peristiwa Waktu Dampak
Invasi Argentina 2 April 1982 Ribuan tentara dikirim ke kepulauan
Perang Malvinas 74 hari Inggris merebut kembali wilayah, Argentina menyerah
Referendum Falkland 2013 Mayoritas warga memilih tetap menjadi wilayah Inggris

Perang berakhir dengan menyerahnya pasukan Argentina dan menewaskan lebih dari 900 orang, dengan sebagian besar korban berasal dari pihak Argentina. Kekalahan itu mengguncang junta militer Argentina yang dipimpin Leopoldo Galtieri.

Galtieri mengundurkan diri beberapa hari setelah Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher mengumumkan kemenangan Inggris. Namun, berakhirnya perang tidak mengakhiri klaim Argentina atas kepulauan tersebut.

Klaim yang Menjadi Bagian Identitas Nasional

Klaim Argentina atas Malvinas tercantum dalam Konstitusi Argentina dan terus menjadi bagian dari identitas nasional negara itu. Posisi tersebut menjelaskan mengapa pesan di spanduk seusai semifinal dapat memicu respons diplomatik yang cepat.

Setiap 10 Juni, pemerintah dan rakyat Argentina memperingati pembentukan Komando Politik dan Militer untuk Kepulauan Malvinas serta pulau-pulau di sekitar Tanjung Horn. Kementerian Luar Negeri Argentina menyebut peringatan itu sebagai “sebuah peristiwa penting dalam penegasan historis, hukum, dan politik atas hak kedaulatan kita di Atlantik Selatan.”

Terbaru