Uni Eropa mengusulkan kelonggaran aturan emisi yang dapat memberi sebagian pelaku industri waktu lebih panjang untuk beradaptasi menuju operasi rendah karbon. Dalam rancangan itu, izin emisi gratis untuk sektor tertentu berpeluang tersedia hingga 2038, lebih lama daripada rencana sebelumnya yang mengakhiri skema tersebut pada 2034.
Perubahan ini menjadi perhatian karena menyangkut biaya energi, daya saing perusahaan, dan kepastian investasi di kawasan Eropa. Namun, usulan tersebut belum berlaku karena masih harus disetujui negara-negara anggota Uni Eropa dan para pembuat undang-undang.
Kelonggaran Dikaitkan dengan Investasi
Komisi Eropa tidak menawarkan perpanjangan izin gratis tanpa syarat bagi perusahaan. Kelonggaran itu ditujukan bagi bisnis yang berkomitmen menanamkan investasi dekarbonisasi industri di Eropa.
Dalam skema yang diusulkan, perusahaan dapat memperoleh 80% izin gratis lebih awal apabila memiliki rencana investasi untuk mengurangi emisi. Sisa 20% baru akan diberikan setelah investasi tersebut benar-benar dijalankan.
Mekanisme itu dirancang untuk menjaga perlindungan bagi industri Eropa yang bersaing dengan perusahaan asing yang tidak membayar biaya karbon. Pada saat yang sama, perusahaan tetap didorong membuktikan langkah nyata dalam menekan jejak emisinya.
Komisi Eropa memperkirakan pembahasan dan proses persetujuan proposal ini akan memerlukan waktu sekitar satu tahun. Jika akhirnya diterapkan, kebijakan tersebut akan menjadi salah satu perubahan penting pada Sistem Perdagangan Emisi Uni Eropa atau emissions trading system (ETS).
Laju Pengetatan Akan Melambat
ETS telah menjadi instrumen utama Uni Eropa untuk mengurangi gas rumah kaca sejak diperkenalkan pada 2005. Sistem ini mewajibkan industri dan pembangkit listrik memiliki kuota untuk setiap ton karbon dioksida yang dilepaskan.
Perusahaan yang membutuhkan kuota tambahan dapat membeli atau memperdagangkan izin emisi, sehingga karbon memiliki konsekuensi finansial. Jumlah izin yang diterbitkan juga dibatasi setiap tahun agar total emisi terus ditekan.
| Periode | Laju Penurunan Batas Emisi | Status |
|---|---|---|
| Saat ini | 4,3% per tahun | Berlaku |
| Mulai 2031 | 3,7% per tahun | Usulan Komisi Eropa |
| Mulai 2036 | 1,7% per tahun | Usulan Komisi Eropa |
Penyesuaian laju tersebut berarti batas emisi untuk industri akan menyusut lebih lambat dibandingkan aturan yang berlaku sekarang. Komisi Eropa menyatakan rancangan itu tetap disusun agar sejalan dengan target pengurangan emisi karbon Uni Eropa sebesar 90% pada 2040 dibandingkan tingkat 1990.
Komisaris Iklim Uni Eropa Wopke Hoekstra menyebut pendekatan baru ini lebih memperhatikan kebutuhan dunia usaha. “Kami mengadopsi pendekatan yang lebih ramah bisnis, dan boleh saya katakan, lebih cerdas,” ujar Hoekstra.
Tarik-Menarik Kepentingan Iklim dan Industri
Skema ETS sebelumnya mendapat kritik dari sejumlah negara anggota, terutama Italia, yang menilai perdagangan emisi menyerupai pajak de facto. Menurut kritik tersebut, mekanisme itu turut menjaga harga energi pada tingkat tinggi secara artifisial.
Menteri Iklim Polandia Paulina Hennig-Kloska menyambut arah pelonggaran ini dan menyatakan negaranya masih akan mendorong perubahan lebih jauh. “Untuk pertama kalinya, kita melihat pelunakan sikap daripada penguatannya, ini adalah keberhasilan besar bagi Polandia. Meskipun kami akan berjuang lebih,” katanya.
Penilaian berbeda datang dari anggota Parlemen Eropa asal Jerman, Michael Bloss, yang memperingatkan risiko polusi iklim dalam jumlah besar bila rencana itu berjalan. Ia menilai dampaknya dapat membuat generasi mendatang menghadapi kualitas hidup yang lebih buruk.
Perdebatan berlangsung ketika Eropa menghadapi pemanasan yang sangat cepat serta gelombang panas ekstrem yang semakin kuat. Keputusan atas proposal ini nantinya akan menentukan keseimbangan antara perlindungan daya saing industri dan ambisi iklim Uni Eropa.
