Final Piala Dunia 2026 dapat menjadi panggung yang mengubah daftar pencapaian Lionel Messi di turnamen terbesar sepak bola. Pada usia 39 tahun, kapten Argentina itu berpeluang menambah rekor penampilan, gol, assist, hingga kepemimpinan apabila turun menghadapi Spanyol.
Argentina dijadwalkan bertemu Spanyol di Stadion MetLife pada Minggu, 19 Juli 2026 waktu setempat. Bagi Argentina, pertandingan ini merupakan kesempatan mempertahankan gelar, sedangkan bagi Messi laga tersebut bisa mempertegas warisannya di level internasional.
Final Ketiga dan Rekor Usia
Jika dimainkan, Messi akan tampil dalam final Piala Dunia ketiganya setelah edisi 2014 dan 2022. Catatan itu akan membuatnya menyamai Cafu sebagai pemain yang pernah bermain dalam tiga partai puncak Piala Dunia.
Usia Messi juga menempatkannya dekat dengan rekor khusus di final. Saat pertandingan berlangsung, ia akan berusia 39 tahun 25 hari dan berpeluang menjadi pemain lapangan tertua yang tampil dalam final Piala Dunia.
Rekor pemain tertua di final secara keseluruhan masih menjadi milik Dino Zoff. Kiper Italia tersebut bermain pada final 1982 saat berusia 40 tahun 133 hari.
| Target Rekor | Peluang Messi | Catatan Pembanding |
|---|---|---|
| Tampil di tiga final | Terwujud jika bermain melawan Spanyol | Menyamai Cafu |
| Pemain lapangan tertua di final | Berusia 39 tahun 25 hari | Dino Zoff tertua secara keseluruhan, 40 tahun 133 hari |
| Pencetak gol tertua di final | Terbuka bila mencetak gol | Nils Liedholm, 35 tahun 264 hari |
| Kontribusi gol terbanyak satu edisi | Sudah mengoleksi 12 kontribusi | Gerd Muller, 13 kontribusi pada 1970 |
Gol yang Bisa Menggeser Rekor Lama
Satu gol ke gawang Spanyol akan membawa Messi melewati rekor pencetak gol tertua dalam final Piala Dunia. Rekor tersebut masih dipegang Nils Liedholm dari Swedia yang mencetak gol pada final 1958 ketika berusia 35 tahun 264 hari.
Messi telah mencetak dua gol ketika Argentina menghadapi Perancis pada final 2022. Gol pada final 2026 akan memasukkannya ke kelompok pemain yang mampu menjebol gawang lawan dalam dua final Piala Dunia berbeda.
Nama-nama yang sudah berada dalam daftar itu adalah Vava, Pele, Paul Breitner, Zinedine Zidane, dan Kylian Mbappe. Bila Messi mencetak dua gol melawan Spanyol, total golnya di final akan menyamai Mbappe, yakni empat gol.
Peluang lain hadir melalui bola mati. Messi telah membuat dua gol tendangan bebas di Piala Dunia, sehingga satu gol lagi dari situasi serupa akan menjadikannya pemilik rekor gol tendangan bebas terbanyak dalam sejarah turnamen.
Assist Dapat Menentukan Rekor Kontribusi
Menjelang final, Messi telah mengumpulkan delapan gol dan empat assist sepanjang turnamen. Total 12 kontribusi gol itu membuatnya hanya terpaut satu kontribusi dari rekor Gerd Muller bersama Jerman Barat pada Piala Dunia 1970.
Menurut Kompas.com, Muller mencatatkan 13 kontribusi gol pada edisi tersebut. Satu gol atau assist dari Messi akan menyamai catatan itu, sementara dua kontribusi tambahan akan membuatnya menjadi pemegang rekor baru sejak statistik ini dicatat mulai 1966.
Delapan gol Messi juga setara dengan torehan Ronaldo saat Brasil menjadi juara pada 2002. Jika Argentina menang dan Messi menambah satu gol, ia akan menjadi pencetak gol terbanyak dari tim juara Piala Dunia.
Arti Trofi bagi Kapten Argentina
Kemenangan Argentina akan membuka peluang rekor lain yang berkaitan dengan usia. Messi dapat menjadi pemain tertua yang mempertahankan gelar Piala Dunia, melampaui Nilton Santos yang menjadi juara bersama Brasil pada 1962 saat berusia 37 tahun.
Trofi di Stadion MetLife juga akan memperkuat catatannya sebagai pemimpin Argentina. Messi berpeluang menjadi pemain pertama yang dua kali memimpin negaranya menjadi juara Piala Dunia sebagai kapten, setelah mengangkat trofi pada 2022.
Final melawan Spanyol dengan demikian membawa dua taruhan sekaligus bagi Argentina dan Messi. Hasil pertandingan akan menentukan apakah peluang-peluang tersebut berubah menjadi catatan baru dalam sejarah Piala Dunia.
