BMW tetap berada di puncak penjualan mobil mewah Indonesia pada Juni 2026, meski penjualan ritelnya justru turun dibandingkan sebulan sebelumnya. Posisi ini membuat persaingan segmen premium semakin menarik menjelang GIIAS 2026 yang akan berlangsung pada akhir Juli.
Penurunan volume tidak langsung menggeser BMW dari posisi terdepan, tetapi memberi ruang bagi rival untuk memperkecil jarak. Mercedes-Benz dan Mini menjadi dua merek yang mencatat kenaikan pada periode yang sama.
BMW Tetap Unggul di Tengah Koreksi Penjualan
Data Gaikindo yang dikutip Suara.com mencatat BMW membukukan penjualan retail 175 unit pada Juni 2026. Angka itu turun 12,5 persen dari pencapaian 200 unit pada Mei 2026.
Lexus menempati posisi kedua dengan penjualan 109 unit pada Juni. Merek mewah asal Jepang tersebut juga mengalami penurunan dari 125 unit pada Mei.
Hasil itu memperlihatkan bahwa dua merek dengan volume penjualan terbesar sama-sama menghadapi pelemahan bulanan. Namun, BMW masih mempertahankan keunggulan volume sebesar 66 unit atas Lexus pada Juni.
| Merek | Mei 2026 | Juni 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| BMW | 200 unit | 175 unit | Turun 12,5% |
| Lexus | 125 unit | 109 unit | Turun |
| Mercedes-Benz | 80 unit | 84 unit | Naik |
| Mini | 38 unit | 47 unit | Naik |
| Volkswagen | 17 unit | 19 unit | Naik |
| Volvo | 5 unit | 8 unit | Naik |
| Audi | 3 unit | 1 unit | Turun |
Rival Mulai Menunjukkan Kenaikan
Mercedes-Benz mencatat pertumbuhan tipis dari 80 unit pada Mei menjadi 84 unit pada Juni 2026. Kenaikan ini terjadi ketika BMW dan Lexus sama-sama membukukan penurunan penjualan retail.
Mini mencatat kenaikan yang lebih besar secara persentase, dari 38 unit menjadi 47 unit. Merek yang berada di bawah BMW Group itu menambah sembilan unit penjualan dalam satu bulan.
Volkswagen juga bergerak naik dari 17 unit menjadi 19 unit, sementara Volvo bertambah dari lima unit menjadi delapan unit. Sebaliknya, Audi mengalami penurunan dari tiga unit pada Mei menjadi satu unit pada Juni.
Pergerakan yang berbeda-beda ini menunjukkan pasar kendaraan premium tidak bergerak dalam satu arah. Merek dengan basis volume kecil masih dapat tumbuh, sementara pemimpin pasar harus menjaga momentum agar selisihnya tidak terus terpangkas.
GIIAS 2026 Menjadi Panggung Model Baru
Persaingan berikutnya diperkirakan mengarah ke GIIAS 2026 pada akhir Juli, saat sejumlah agen pemegang merek menyiapkan produk baru. Kehadiran model-model tersebut dapat menjadi faktor penting untuk menarik pembeli kendaraan premium.
BMW telah mengonfirmasi akan membawa model baru yang memakai platform Neue Klasse. Langkah ini menjadi bagian dari upaya BMW memperkuat posisinya di kendaraan listrik premium.
Mercedes-Benz juga bersiap memperkenalkan mobil performa tinggi yang diduga merupakan AMG GT 63. Model tersebut berpotensi menambah pilihan di segmen mobil mewah berperforma tinggi selama pameran berlangsung.
Selain pabrikan mapan dari Eropa dan Jepang, produsen otomotif China mulai menyasar kelas premium di Indonesia. Masuknya pemain baru dapat memperluas pilihan konsumen dan membuat persaingan GIIAS 2026 semakin ketat.
