Panggung pemilihan Ketua Umum HIPMI mulai mengerucut setelah Steering Committee Musyawarah Nasional XVIII BPP HIPMI menetapkan empat nama yang lolos verifikasi administratif dan evaluasi organisasi. Kompetisi menuju kursi puncak pun memasuki fase yang lebih panas karena para kandidat kini resmi melangkah ke tahap berikutnya.
Empat figur yang berhasil melewati seleksi adalah Ade Jona Prasetyo, Anthony Leong, Reynaldo Bryan, dan Afifuddin Kalla. Penetapan ini menjadi titik penting dalam proses suksesi kepemimpinan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia untuk masa jabatan mendatang.
Seleksi disebut berjalan terbuka
Ketua SC Munas XVIII BPP HIPMI, Tri Febrianto Damu, menegaskan bahwa seluruh tahapan pemilihan dilakukan secara terbuka. Ia menyebut panitia menjaga proses seleksi agar tetap objektif, transparan, dan akuntabel.
“Seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Kami memastikan seluruh kandidat telah memenuhi syarat yang telah ditetapkan,” ujar Tri dalam keterangannya, dikutip Kamis (23/4/2026).
Pernyataan itu menunjukkan bahwa panitia tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen. Evaluasi organisasi juga menjadi bagian dari proses untuk memastikan kualitas kepemimpinan tetap terjaga di tubuh HIPMI.
Empat calon membawa kekuatan berbeda
Komposisi calon yang lolos menampilkan latar belakang yang beragam dan memberi warna pada kontestasi internal organisasi. Ade Jona Prasetyo dikenal sebagai anggota DPR RI asal Sumatera Utara dan memiliki rekam jejak kepemimpinan di BPD HIPMI Sumatera Utara.
Anthony Leong dikenal sebagai konsultan bisnis yang fokus pada strategi pemasaran digital. Ia juga dikaitkan dengan upaya pemberdayaan UMKM melalui pemanfaatan teknologi.
Reynaldo Bryan bergerak di bidang literasi digital dan pemberdayaan generasi muda. Sementara itu, Afifuddin Kalla merupakan pengusaha dari sektor swasta dan juga keponakan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.
Perbedaan latar belakang itu membuat persaingan tidak hanya ditentukan oleh popularitas nama. Anggota HIPMI kini juga mencermati gagasan, kapasitas, dan arah kepemimpinan yang ditawarkan masing-masing kandidat.
Dinamika internal mulai menghangat
Tahap penetapan empat nama ini mempertegas bahwa arena pemilihan ketua umum HIPMI sedang berada dalam fase krusial. Dengan daftar calon yang sudah jelas, perhatian publik dan anggota organisasi bergeser ke pertarungan visi serta konsolidasi dukungan internal.
Di sisi lain, panitia meminta suasana organisasi tetap kondusif selama rangkaian munas berlangsung. Tri mengingatkan seluruh anggota agar tetap mengedepankan persatuan dan menjaga agenda organisasi tidak terganggu oleh tensi kompetisi.
“Munas XVIII bukan hanya momentum memilih pemimpin, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi organisasi dalam memperkuat peran HIPMI sebagai motor penggerak ekonomi nasional serta pencetak pengusaha muda yang tangguh dan berdaya saing global,” kata Tri.
Pesan itu menempatkan pemilihan ketua umum bukan sekadar perebutan jabatan. Proses ini juga dipandang sebagai ruang untuk memperkuat arah organisasi dan menjaga soliditas antaranggota.
Tahap berikutnya sudah menunggu
Setelah penetapan empat kandidat, panitia menjadwalkan pengambilan nomor urut calon di Djakarta Theater, Jakarta, pada 24 April 2026. Agenda tersebut akan menjadi lanjutan resmi dari proses pemilihan sebelum menuju puncak munas.
Rangkaian Musyawarah Nasional XVIII HIPMI masih akan berlanjut hingga acara utama yang dijadwalkan pada 10 Juni 2026. Dengan empat nama yang sudah lolos, kontestasi menuju kursi ketua umum dipastikan semakin menarik karena setiap kandidat membawa modal pengalaman dan basis dukungan yang berbeda.







