Rumah tangga di Inggris, Skotlandia, dan Wales berpeluang membayar tagihan energi lebih rendah mulai 1 Oktober 2026. Pemerintah Inggris akan menghapus PPN 5% pada penggunaan listrik dan gas rumah tangga, dengan penghematan rata-rata diperkirakan mencapai 45 pound sterling per tahun.
Besarnya manfaat tidak akan sama untuk setiap keluarga karena ditentukan oleh jumlah energi yang digunakan di rumah. Pelanggan dengan konsumsi listrik lebih besar diperkirakan menerima penghematan paling tinggi dari perubahan pajak tersebut.
Penghapusan PPN Berlaku Mulai Oktober 2026
Kebijakan ini menghapus pungutan 5% yang selama ini tercantum dalam tagihan listrik dan gas pelanggan rumah tangga. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberi kelonggaran di tengah tekanan biaya hidup yang masih dirasakan banyak keluarga.
Perdana Menteri Andy Burnham menyebut pemangkasan pajak energi sebagai kebijakan awal pemerintahannya untuk memperkuat daya beli masyarakat. Dalam pernyataan yang dikutip dari situs resmi Pemerintah Inggris, ia mengatakan, “Kami mengambil tindakan segera untuk memangkas pajak tagihan energi, memberikan lebih banyak uang kepada masyarakat, dan mengembalikan harapan.”
| Wilayah | Status PPN Energi | Bentuk Dukungan |
|---|---|---|
| Inggris, Skotlandia, dan Wales | PPN 5% dihapus mulai 1 Oktober 2026 | Tagihan listrik dan gas lebih rendah |
| Irlandia Utara | Tidak tercakup penghapusan PPN | Bantuan biaya hidup dengan nilai setara |
Irlandia Utara tidak masuk dalam skema penghapusan PPN karena ketentuan yang berkaitan dengan perjanjian Brexit. Sebagai gantinya, pemerintah menyiapkan bantuan biaya hidup yang nilainya setara bagi warga di wilayah tersebut.
Pengguna Listrik Penuh Berpotensi Lebih Diuntungkan
Dampak pengurangan pajak akan bergantung pada jenis energi yang dipakai setiap rumah tangga. Keluarga yang memenuhi seluruh kebutuhan energinya dengan listrik diperkirakan mendapat penghematan lebih besar dibanding pengguna pemanas berbahan bakar gas atau minyak.
Artinya, angka rata-rata 45 pound sterling per tahun bukan merupakan nilai pasti untuk seluruh pelanggan. Tagihan Listrik Rumah Tangga tetap akan berbeda menurut pola penggunaan energi dan sumber pemanas yang digunakan.
Pemerintah tetap mendorong warga untuk mengurangi pemakaian energi yang tidak diperlukan meski PPN dihapus. Peralihan ke penyedia listrik dengan tarif lebih murah disebut sebagai salah satu langkah yang dapat membantu menekan pengeluaran.
Penggunaan peralatan berlabel hemat energi dan lampu LED juga dianjurkan untuk menjaga konsumsi listrik tetap efisien. Langkah tersebut dapat memberi penghematan tambahan di luar manfaat yang berasal dari penghapusan pajak.
Penerimaan Negara Diperkirakan Berkurang 850 Juta Pound
Penghapusan PPN Tagihan Energi Inggris diperkirakan mengurangi penerimaan negara sekitar 850 juta pound sterling. Pemerintah berencana membiayai kebijakan itu melalui pembatalan Program Identitas Digital dan pengalihan anggaran dari sejumlah program lain.
Menteri Keuangan Inggris John Healey menilai kebijakan tersebut tidak hanya dirancang untuk membantu rumah tangga. Ia menyatakan pengurangan pajak energi juga dapat mendukung upaya pengendalian inflasi di seluruh wilayah.
“Kebijakan ini didanai tahun ini dari pembatalan Program Identitas Digital, dan akan membantu menurunkan inflasi sekaligus mendukung rumah tangga di seluruh wilayah,” kata Healey. Pendanaan kebijakan itu menjadi perhatian karena pemerintah harus menutup potensi kehilangan penerimaan pajak yang cukup besar.
Kebijakan ini menempatkan biaya energi sebagai salah satu fokus agenda pemerintah baru di Inggris. Bagi pelanggan, dampak akhirnya akan terlihat pada tagihan mulai Oktober 2026 dan tetap bergantung pada besarnya konsumsi energi di rumah.
Source: www.beritasatu.com






