DPW IPJI Jawa Timur Tetapkan Dr. Supriarno, Arah Baru Konsolidasi dan Program Strategis

DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Jawa Timur menetapkan Dr. Supriarno, SH, MH, sebagai ketua terpilih melalui rapat koordinasi dan pemantapan program kerja. Keputusan itu menjadi langkah penting bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menata arah kerja yang lebih terukur.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kebersamaan, dengan fokus tidak hanya pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada agenda strategis yang menyentuh peningkatan mutu jurnalis dan penulis. IPJI Jawa Timur ingin bergerak lebih sistematis dalam menjawab perubahan dunia media dan kebutuhan literasi di daerah.

Musyawarah mufakat jadi dasar keputusan

Penetapan Dr. Supriarno dilakukan melalui musyawarah mufakat oleh peserta rapat. Cara ini menunjukkan bahwa keputusan organisasi lahir dari kesepahaman bersama, bukan dari proses yang menonjolkan persaingan.

Langkah tersebut juga memperlihatkan kepercayaan anggota terhadap kapasitas Dr. Supriarno dalam memimpin organisasi yang bergerak di bidang penulisan dan jurnalistik. Dalam konteks internal, mekanisme mufakat menjadi modal awal untuk menjaga soliditas pengurus di tahap berikutnya.

Konsolidasi diperluas hingga daerah

Rapat itu dihadiri jajaran calon pengurus DPW dan embrio pengurus DPC dari sejumlah wilayah, antara lain Surabaya, Jember, Lumajang, Malang Raya, dan Blitar Raya. Kehadiran mereka menandakan bahwa pembentukan struktur IPJI terus berjalan hingga ke daerah.

Mandataris DPW IPJI Jawa Timur, Ichwan Efendi, menjelaskan bahwa sosialisasi organisasi dan penjaringan calon pengurus sudah dilakukan cukup lama. Proses itu berlangsung sebelum dan sesudah pelaksanaan Munas V IPJI 2025.

Keterlibatan banyak daerah memberi sinyal bahwa IPJI Jawa Timur tidak hanya berfokus pada penguatan pusat kepengurusan. Organisasi ini juga menyiapkan fondasi agar jaringan kerja di tingkat regional bisa tumbuh lebih rapi dan berkelanjutan.

Arah program menyorot kompetensi dan literasi

Selain membahas kepengurusan, forum juga menempatkan peningkatan kapasitas jurnalis sebagai agenda yang penting. Pembahasan itu relevan dengan kondisi media yang bergerak cepat dan menuntut adaptasi lebih tinggi dari para anggota.

Penguatan peran penulis di ruang digital juga ikut menjadi perhatian utama. IPJI Jawa Timur memandang ekosistem digital sebagai ruang yang harus diisi dengan karya yang lebih kuat, relevan, dan tetap memegang etika profesi.

Dorongan kerja sama lintas pihak turut dibahas sebagai bagian dari strategi organisasi. Kolaborasi dipandang perlu agar perkembangan pers dan literasi di Jawa Timur bisa berlangsung lebih sehat, produktif, dan memberi dampak luas.

Komitmen kepemimpinan baru

Dalam sambutannya, Dr. Supriarno menegaskan keinginan membawa IPJI Jawa Timur menjadi organisasi yang solid dan profesional. Ia menempatkan integritas jurnalistik serta peningkatan kompetensi anggota sebagai prioritas utama di tengah perubahan media yang terus terjadi.

“IPJI harus menjadi wadah yang tidak hanya menaungi, tetapi juga mengembangkan kapasitas anggotanya agar mampu bersaing dan tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik,” ujarnya. Pernyataan itu menegaskan arah kepemimpinan yang berorientasi pada pembinaan anggota.

Suasana kekeluargaan dalam rapat memperkuat kesan bahwa organisasi ini sedang membangun fondasi internal yang lebih kokoh. Dengan kepengurusan baru dan agenda yang mulai dirumuskan, IPJI Jawa Timur kini menyiapkan langkah lanjutan untuk mendorong penulisan dan jurnalistik yang lebih berkualitas di daerah ini.

Source: otoritas.co.id
Terkait