Polda Jawa Timur memilih cara sederhana untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-80, yakni dengan menggelar donor darah sebagai bagian dari bakti kesehatan. Aksi ini melibatkan pejabat, personel, dan Bhayangkari, dengan tujuan langsung membantu masyarakat yang membutuhkan darah.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian sosial Polda Jatim dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Di tengah seremoni peringatan, donor darah diposisikan sebagai langkah yang memberi dampak nyata, bukan sekadar kegiatan simbolis.
Fokus pada kebutuhan stok darah
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Jules Abraham Abast menegaskan bahwa donor darah itu diarahkan untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia juga menyebut kegiatan tersebut ikut membantu memenuhi kebutuhan stok darah melalui Palang Merah Indonesia.
Polda Jatim berharap darah yang disumbangkan para peserta dapat digunakan oleh warga yang membutuhkan. Dari kegiatan seperti ini, stok darah di PMI diharapkan tetap terjaga, terutama untuk kebutuhan layanan kemanusiaan yang bergantung pada ketersediaan darah.
Semangat berbagi yang ingin dijaga
Abast mengatakan aksi kemanusiaan tersebut mencerminkan kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat. Menurut dia, semangat itu sejalan dengan makna peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya dirayakan melalui acara seremonial.
Polda Jatim juga menekankan harapan agar semangat berbagi dan gotong royong terus tumbuh di lingkungan Polri maupun masyarakat luas. Dengan begitu, kegiatan donor darah tidak berhenti sebagai agenda peringatan, tetapi menjadi kebiasaan sosial yang memberi manfaat berkelanjutan.
Di balik pelaksanaannya yang sederhana, donor darah ini menunjukkan bahwa aksi kecil bisa punya pengaruh besar saat kebutuhan darah di PMI harus terus dijaga. Pada momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim memilih kontribusi yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
