Jawa Tengah memulai Sensus Ekonomi 2026 dengan target besar: memotret perputaran ekonomi daerah secara lebih akurat. Pemerintah provinsi menurunkan 36.891 petugas untuk mendata aktivitas usaha di seluruh wilayah Jateng.
Di tengah pendataan yang berlangsung selama 2,5 bulan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta masyarakat dan pelaku usaha memberikan keterangan yang jujur kepada petugas BPS. Menurut dia, data yang akurat akan menjadi dasar utama pemerintah untuk menyusun arah kebijakan, menarik investasi, dan membuka lapangan kerja baru.
Data yang lebih jujur, kebijakan yang lebih tepat
Luthfi menegaskan bahwa pelaku UMKM dan usaha rumah tangga tidak perlu cemas ketika didatangi petugas sensus. Ia menjamin data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya dan tidak dikaitkan dengan kepentingan perpajakan.
Pesan itu disampaikan saat pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang. Luthfi menilai hasil pendataan ini akan memberi gambaran penting tentang kondisi ekonomi Jawa Tengah setelah proses pengumpulan data selesai.
Peran besar Jawa Tengah di ekonomi nasional
Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi menyebut Jawa Tengah memegang peran krusial dalam perekonomian nasional. Berdasarkan data awal, wilayah ini memiliki hampir 5 juta unit usaha atau setara 15,25 persen dari total unit usaha di Indonesia.
Sonny menilai keberhasilan pendataan di Jawa Tengah akan ikut menentukan kualitas data ekonomi nasional. Ia menyebut jika pendataan Jateng berjalan baik, maka setidaknya 15 persen kualitas pendataan di Indonesia ikut terbantu.
Petugas menyisir ekonomi yang tidak selalu terlihat
Sensus Ekonomi 2026 memakai pendekatan yang lebih luas dibanding periode sebelumnya. Selain berlangsung lebih lama, petugas juga menyisir sektor pertanian dan klaster rumah tangga secara langsung.
Menurut Sonny, langkah door-to-door penting karena banyak aktivitas ekonomi kini bergerak lewat platform digital yang tidak terlihat dari luar bangunan usaha. Aktivitas bisnis lewat TikTok dan media sosial lain, kata dia, baru bisa teridentifikasi jika petugas masuk ke rumah-rumah warga.
Tantangan di lapangan datang dari kepercayaan warga
Pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Di lapangan, petugas mulai menghadapi pertanyaan sensitif seperti soal pendapatan yang masih memicu sikap skeptis dari sebagian warga.
Anastasia Putri, petugas sensus di Kecamatan Gunungpati, mengatakan ia sudah mendata sekitar 20 kepala keluarga. Ia menambahkan, petugas biasanya memberikan edukasi terlebih dahulu sebelum mengajukan kuesioner.
Anastasia juga memastikan setiap petugas membawa atribut resmi untuk menjaga kepercayaan publik dan menghindari penipuan. Kelengkapan itu meliputi rompi khusus, surat tugas, dan surat rekomendasi dari pemerintah daerah setempat.
Blueprint untuk pembinaan UMKM dan investasi
Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar kebijakan ekonomi nasional dan daerah. Data tersebut nantinya dipakai untuk pembinaan UMKM serta pemetaan investasi strategis di Jawa Tengah maupun tingkat nasional.
Acara pencanangan di Semarang turut dihadiri jajaran kepala daerah se-Jawa Tengah. Pemerintah berharap partisipasi masyarakat membuat potret ekonomi daerah tersusun lebih lengkap dan lebih tepat sasaran.
