BYD menargetkan jaringan dilernya di Jawa Barat bertambah dua kali lipat menjadi sekitar 30 titik hingga akhir tahun. Langkah ini menjadi penting karena lebih dari 10.500 kendaraan BYD sudah beroperasi di provinsi tersebut dan membutuhkan akses layanan yang semakin dekat.
Ekspansi tidak hanya diarahkan untuk memperluas titik penjualan kendaraan baru. BYD juga ingin mempermudah pemilik mobil listrik menjangkau servis serta memperoleh suku cadang di tengah populasi kendaraan yang terus bertambah.
Jawa Barat Jadi Fokus Penguatan Jaringan
Saat ini, BYD telah memiliki 15 diler di Jawa Barat dari sekitar 100 showroom yang tersebar di Indonesia. Dengan target sekitar 30 diler, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan agenda perluasan jaringan paling agresif bagi perusahaan.
Operation Director PT BYD Motor Indonesia Nathan Sun menyebut Jawa Barat sebagai pasar yang terus berkembang. Menurutnya, perluasan jaringan diperlukan agar layanan penjualan dan purnajual lebih mudah dijangkau masyarakat.
| Cakupan | Jaringan Saat Ini | Target atau Data Operasional |
|---|---|---|
| Indonesia | Sekitar 100 showroom | Sekitar 97.000 unit dikirim sejak 2024 |
| Jawa Barat | 15 diler | Sekitar 30 diler hingga akhir tahun |
| Populasi BYD di Jawa Barat | – | Lebih dari 10.500 unit beroperasi |
Bertambahnya jumlah diler berpotensi memperpendek jarak konsumen menuju titik perawatan kendaraan. Kesiapan layanan purnajual menjadi perhatian penting dalam pasar elektrifikasi karena pengalaman pemilik tidak berhenti setelah proses pembelian.
BYD memasuki pasar Indonesia pada 2024 dan telah mengirimkan sekitar 97.000 unit kendaraan ke konsumen di berbagai daerah. Pertumbuhan populasi itu mendorong perusahaan memperkuat ekosistem melalui showroom, bengkel, serta ketersediaan komponen pengganti.
Pasar Kendaraan Listrik Terus Menguat
Nathan mengatakan pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia telah berubah signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Angkanya disebut meningkat dari kisaran 1 persen pada 2021 menjadi lebih dari 20 persen saat ini.
Perubahan tersebut mencerminkan penerimaan masyarakat terhadap kendaraan berbasis baterai yang semakin meluas. BYD juga melihat pemahaman konsumen terhadap teknologi plug-in hybrid mulai berkembang di pasar domestik.
Dalam laporan Kompas.com, Nathan menyatakan, “Kami melihat masyarakat mulai memahami manfaat kendaraan listrik maupun teknologi plug-in hybrid. Karena itu kami optimistis pasar masih akan terus berkembang.”
Teknologi plug-in hybrid menggabungkan motor listrik dengan mesin berbahan bakar bensin. BYD memperkenalkan sistem tersebut sebagai Dual Mode atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle dalam kegiatan pengenalan teknologi di Bandung.
Bandung Jadi Ruang Pengenalan Teknologi
Penguatan jaringan di Jawa Barat berjalan beriringan dengan kegiatan BYD Tech Culture Fest 2026 di 23 Paskal Shopping Center, Bandung. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 15 hingga 19 Juli 2026.
Pengunjung dapat mengikuti test drive kendaraan BYD dan Denza serta mencoba Monster Track Experience. Area acara juga menampilkan teknologi elektrifikasi yang menjadi bagian dari strategi perusahaan mengenalkan produknya kepada masyarakat.
Denza B5 disediakan untuk dijajal di lintasan offroad selama kegiatan tersebut. Pengunjung juga dapat melihat BYD Seal 6 DM yang dijadwalkan segera dipasarkan di Indonesia.
Wakil Wali Kota Bandung Erwin menilai peningkatan penggunaan kendaraan ramah lingkungan dapat membantu upaya pengurangan emisi karbon. Penilaian itu dinilai relevan bagi Bandung yang memiliki jumlah kendaraan bermotor tinggi dan masyarakat yang terbuka terhadap perkembangan teknologi.
Perluasan diler membuat BYD menempatkan layanan sebagai bagian dari persaingan pasar kendaraan elektrifikasi, bukan sekadar mengejar penambahan penjualan. Bagi calon pembeli maupun pemilik kendaraan, bertambahnya titik layanan di Jawa Barat dapat memperluas pilihan akses untuk kebutuhan servis dan suku cadang.
Source: otomotif.kompas.com






