Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan stok elpiji subsidi 3 kg masih aman dan pasokannya berada di atas batas minimum nasional. Ia juga menegaskan bahwa harga gas melon itu tidak mengalami kenaikan di tengah penyesuaian harga pada produk elpiji nonsubsidi.
Bahlil menyampaikan kondisi pasokan elpiji subsidi masih terkendali dan belum ada laporan kelangkaan yang diterima pemerintah. “Harganya tidak ada kenaikan. Flat,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4).
Stok disebut aman untuk lebih dari 10 hari
Bahlil menjelaskan elpiji 3 kg merupakan barang subsidi pemerintah, sedangkan elpiji di atas ukuran itu masuk kategori nonsubsidi. Ia menyebut stok elpiji subsidi saat ini berada di atas standar minimum nasional dan bahkan dinilai aman untuk lebih dari 10 hari.
Keterangan itu memperlihatkan bahwa pemerintah belum melihat adanya gangguan besar dalam distribusi elpiji bersubsidi. Penjelasan ini juga penting untuk meredam kekhawatiran publik yang biasanya muncul saat ada perubahan harga energi.
Harga 3 kg tidak ikut berubah
Pemerintah menegaskan kebijakan harga elpiji subsidi berbeda dengan elpiji nonsubsidi. Bahlil menekankan harga elpiji 3 kg tetap dijaga stabil karena memang masuk skema subsidi yang diawasi pemerintah.
Ia menambahkan, produk nonsubsidi digunakan oleh sektor industri, restoran, dan hotel, sehingga harganya mengikuti mekanisme pasar. Dengan begitu, penyesuaian pada jenis nonsubsidi tidak otomatis berdampak pada elpiji 3 kg yang dipakai masyarakat.
Kenaikan hanya terjadi pada elpiji nonsubsidi
Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kg dari Rp192 ribu menjadi Rp228 ribu per tabung. Kenaikan itu setara 18,75% dan menjadi penyesuaian pertama sejak 2023.
Selain itu, LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg juga naik 18,89% dari Rp90 ribu menjadi Rp107 ribu per tabung untuk wilayah yang sama. Kebijakan harga tersebut mulai berlaku sejak 18 April 2026.
Perbedaan harga itu menegaskan kembali bahwa elpiji subsidi 3 kg tetap berada dalam perlindungan kebijakan pemerintah. Harga yang tetap, stok yang aman, dan distribusi yang masih terkendali menjadi tiga poin utama yang dijaga di tengah perubahan pada segmen nonsubsidi.
Pemerintah jaga stabilitas pasokan
Pernyataan Bahlil menjadi sinyal bahwa pemerintah masih fokus menjaga akses masyarakat terhadap energi bersubsidi. Dalam situasi seperti ini, kepastian stok menjadi hal yang penting karena elpiji 3 kg masih menjadi kebutuhan rumah tangga yang sangat sensitif terhadap isu pasokan.
Selama stok tetap berada di atas standar minimum nasional, pemerintah menilai risiko gangguan distribusi masih bisa ditekan. Kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa harga elpiji subsidi tidak terpengaruh oleh penyesuaian yang terjadi pada produk nonsubsidi.
Dengan stok yang disebut aman lebih dari 10 hari dan harga yang tetap flat, elpiji subsidi 3 kg untuk sementara masih berada dalam kondisi stabil. Pemerintah pun terus menempatkan komoditas ini dalam pengawasan agar pasokan ke masyarakat tetap terjaga.
Source: mediaindonesia.com






