82,83 Persen Pemuda Bekasi Tunda Nikah, Tekanan Kota Menggeser Prioritas Hidup

Di Kota Bekasi, menunda nikah tampaknya sudah menjadi pilihan yang makin umum di kalangan pemuda. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat tahun 2025 menunjukkan 82,83 persen pemuda di kota ini masih berstatus belum kawin.

Angka itu menempatkan Kota Bekasi di posisi ketiga tertinggi se-Jawa Barat untuk persentase pemuda belum menikah. Di atasnya ada Kota Cirebon dengan 85,05 persen dan Kota Bogor dengan 82,99 persen, selisih yang sangat tipis namun cukup untuk menegaskan kuatnya tren serupa di kota-kota besar.

Tekanan hidup urban mengubah prioritas

Kondisi Kota Bekasi sebagai kota metropolitan penyangga Jakarta ikut memberi konteks pada tingginya angka itu. Di kawasan seperti ini, biaya hidup yang tinggi, tuntutan pekerjaan, dan harga hunian yang melambung kerap mendorong anak muda menunda keputusan berkeluarga.

BPS Jawa Barat menyebut tingginya pemuda belum menikah di wilayah perkotaan berkaitan dengan tuntutan pendidikan, pengejaran karier, kondisi ekonomi, dan perubahan gaya hidup generasi muda. Dalam situasi seperti itu, stabilitas finansial sering menjadi target yang dikejar lebih dulu daripada pernikahan.

Pola yang sama di kota besar lain

Fenomena ini tidak hanya terlihat di Kota Bekasi. Kota Bandung mencatat 79,07 persen pemuda belum kawin, sementara Kota Depok berada di angka 78,35 persen.

Rata-rata pemuda belum kawin di tingkat Jawa Barat tercatat 72,28 persen. Artinya, Kota Bekasi, Kota Cirebon, dan Kota Bogor berada jauh di atas rata-rata provinsi, sehingga memperlihatkan bahwa penundaan pernikahan lebih kuat di kawasan urban.

Kontras dengan wilayah kabupaten

Berbeda dengan kota-kota besar, wilayah yang cenderung lebih rural dan agraris menunjukkan pola yang tidak setinggi pusat urban. Karakteristik masyarakat disebut sangat memengaruhi keputusan untuk berkeluarga.

Kabupaten Bekasi yang berbatasan langsung dengan Kota Bekasi mencatat 70,11 persen pemuda belum kawin. Angka itu lebih rendah dan lebih dekat ke rata-rata provinsi dibandingkan Kota Bekasi, meski tetap menunjukkan mayoritas pemuda belum menikah.

Sebagian pemuda sudah berumah tangga

Meski mayoritas pemuda di Kota Bekasi belum menikah, data BPS juga menunjukkan ada kelompok yang sudah membangun rumah tangga. Sebanyak 16,64 persen pemuda di kota ini sudah berstatus kawin.

Selain itu, 0,54 persen tercatat berstatus cerai hidup maupun cerai mati. Komposisi ini menunjukkan bahwa status perkawinan pemuda di Kota Bekasi ikut dipengaruhi perubahan sosial dan ekonomi yang berlangsung di kawasan perkotaan.

Source: bekasisatu.com

Baca Juga

Back to top button