Layar 17 Inci, Bodinya Cuma 15 Mm, HP OmniBook X 17 Serang Laptop Besar Dengan Arc B390

HP kembali mendorong batas laptop layar besar dengan OmniBook X 17, perangkat yang membawa panel 17,3 inci ke bodi setipis 15 mm. Strategi ini jelas menyasar pengguna yang ingin layar lega untuk kerja, tetapi tidak mau membawa laptop yang terasa tebal dan berat.

Di pasar global, harga awalnya diposisikan di level premium, mulai sekitar Rp23 jutaan. HP juga menaruh perhatian besar pada performa lewat prosesor Intel Panther Lake dan grafis terintegrasi Intel Arc B390 pada varian tertentu.

Layar besar untuk kerja multitugas

OmniBook X 17 memakai layar sentuh IPS 17,3 inci dengan resolusi 1080p dan rasio 16:9. Panel ini juga menawarkan kecerahan 400 nits dan cakupan warna 100 persen sRGB.

Kombinasi tersebut membuat layar ini cocok untuk penggunaan panjang, terutama saat membuka banyak jendela aplikasi sekaligus. Fitur sentuh tetap dipertahankan agar navigasi lebih fleksibel, termasuk untuk presentasi dan aplikasi yang mendukung input langsung di layar.

Arc B390 jadi daya tarik utama

Sorotan terbesar ada pada grafis terintegrasi Intel Arc B390. HP menempatkannya pada varian yang memakai Core Ultra X7 358H atau Core Ultra X9 388H.

Dalam pengujian yang disebutkan, performanya diklaim bisa bersaing dengan Nvidia GeForce RTX 4050 di sejumlah skenario. Klaim itu membuat OmniBook X 17 terlihat menarik bagi pekerja kreatif yang membutuhkan pengolahan foto dan video ringan tanpa harus masuk ke laptop gaming.

Untuk varian lain, HP memakai grafis terintegrasi dengan 4 inti Xe3. Opsi ini tetap diarahkan ke kebutuhan produktivitas harian agar kinerja tetap lancar dan efisien.

Dirancang untuk multitasking berat

HP membekali laptop ini dengan RAM LPDDR5X 8533 MHz berkapasitas 24 GB atau 32 GB. Kapasitas tersebut memberi ruang lebih lega untuk banyak tab browser, aplikasi kantor, dan beban kerja multitasking lain.

Pada sisi penyimpanan, tersedia SSD PCIe Gen 5 hingga 2 TB. HP juga menyematkan baterai 76 Wh untuk mendukung mobilitas pengguna yang tetap menginginkan layar besar.

Perpaduan itu menunjukkan arah produk yang jelas. HP tampaknya ingin menempatkan OmniBook X 17 sebagai laptop kerja premium yang besar di layar, tetapi tetap kuat di performa.

Tipis, besar, dan masih portabel

Meski membawa panel 17 inci, bodinya tetap dibuat ramping. Ketebalannya hanya 15 mm, dengan bobot 2,39 kg.

Ukuran tersebut membuat OmniBook X 17 masih relevan untuk pengguna dengan mobilitas tinggi. Laptop ini tidak menjadi perangkat paling ringan di kelasnya, tetapi tetap menawarkan kesan portabel untuk ukuran layar yang dibawanya.

Desainnya tampak menyasar profesional urban yang butuh perangkat kerja besar namun tetap ringkas. HP mencoba menjawab kebutuhan itu lewat kombinasi dimensi tipis dan tampilan premium.

Harga dan konfigurasi awal

Di Amerika Serikat, harga awal OmniBook X 17 dipatok sekitar Rp23 jutaan atau 1.499 dolar AS. Konfigurasi ini memakai Core Ultra 5 325, RAM 16 GB, dan SSD 512 GB.

Di Kanada, harga awalnya berada di sekitar Rp25 jutaan atau 2.199 dolar Kanada untuk varian Core Ultra 7 355. Sementara di Eropa, harganya mulai dari Rp35 jutaan atau 2.099 euro dengan RAM 32 GB, SSD 1 TB, dan grafis Arc B390.

HP juga disebut menyiapkan model dengan Nvidia GeForce RTX 5050 pada 2026. Untuk saat ini, versi dengan Intel Panther Lake dan Arc B390 menjadi opsi paling menonjol bagi pengguna yang mengejar performa, layar besar, dan desain tipis dalam satu perangkat.

Baca Juga

Back to top button