Instagram Plus Mulai Berbayar, Story Kini Jadi Pusat Fitur Premium yang Menggoda

Instagram mulai menggulirkan layanan berbayar bernama Instagram Plus secara global, dan paket ini langsung menarik perhatian karena membawa 11 fitur eksklusif yang berfokus pada story. Meta menegaskan Instagram reguler tetap gratis, sehingga layanan baru ini diposisikan sebagai opsi tambahan bagi pengguna yang ingin kontrol lebih besar, insight lebih rinci, dan personalisasi yang lebih luas.

Langkah ini memperlihatkan arah baru Meta dalam mengembangkan model langganan di aplikasi utamanya. Setelah paket berbayar diumumkan untuk Instagram, WhatsApp, dan Facebook, Instagram Plus menjadi salah satu layanan yang mulai diperluas ke pengguna di berbagai negara.

Story jadi pusat pengalaman premium

Instagram membagi fitur Instagram Plus ke dalam tiga kelompok utama. Kelompok pertama dirancang untuk mendekatkan pengguna dengan orang terdekat melalui interaksi story yang lebih menonjol dan lebih fleksibel.

Story Spotlight menjadi salah satu fitur paling mencolok karena membuat story pengguna mendapat prioritas bagi teman. Dengan begitu, peluang story terlihat lebih cepat menjadi lebih besar dibandingkan tampilan biasa.

Ada pula Story Extend yang memperpanjang masa tayang story dari 24 jam menjadi 48 jam. Tambahan waktu ini memberi ruang lebih panjang bagi orang terdekat untuk melihat unggahan yang dibagikan.

Fitur lain di kelompok ini adalah Super Hearts, yang memungkinkan pengguna mengirim animasi hati yang lebih mencolok untuk merayakan story teman. Instagram Plus juga menambahkan Multiple Story Audiences, sehingga pengguna bisa membuat daftar audiens story dalam jumlah lebih banyak dan tidak terbatas pada Close Friends.

Lebih senyap, lebih detail, lebih mudah dipantau

Untuk pengguna yang ingin memantau interaksi dengan lebih teliti, Instagram Plus menambahkan tiga fitur insight dan pratinjau. Ketiganya menempatkan data interaksi story sebagai salah satu daya tarik utama paket berbayar ini.

Story Preview memungkinkan pengguna melihat pratinjau story teman dengan menekan dan menahan story, tanpa membuat nama mereka muncul di daftar penonton. Fitur ini jelas menyasar pengguna yang ingin melihat isi story secara lebih tenang tanpa meninggalkan jejak penonton.

Ada juga Story Rewatch Insights, yang memberi tahu berapa kali story ditonton ulang oleh orang lain. Sementara itu, Search Viewer List memudahkan pengguna memeriksa apakah orang tertentu sudah melihat story atau belum tanpa harus mengecek daftar penonton secara manual.

Kombinasi tiga fitur tersebut menunjukkan fokus Instagram pada pemantauan interaksi yang lebih rinci. Paket ini tidak hanya menambah elemen visual, tetapi juga memberi alat analisis yang lebih spesifik untuk aktivitas story.

Personalisasi profil dan aplikasi ikut diperluas

Di sisi kustomisasi, Instagram Plus membawa Custom App Icon. Pengguna bisa memilih ikon aplikasi favorit dari beberapa desain yang disiapkan Instagram bersama kreator Instagram.

Fitur lain adalah Custom Bio Font, yang memungkinkan pengguna mengubah font pada bio profil agar lebih sesuai dengan gaya personal masing-masing. Instagram juga menambah batas pin konten lewat More Profile Pins, dari sebelumnya tiga postingan menjadi hingga enam postingan di profil.

Satu fitur lain yang menonjol adalah Post Directly to Profile. Opsi ini memungkinkan pengguna mengunggah postingan langsung ke profil atau highlights tanpa menampilkannya di feed teman.

Kemampuan tersebut memberi cara baru untuk menata profil agar terlihat lebih rapi atau lebih terkurasi. Bagi pengguna yang ingin memisahkan unggahan tertentu dari arus utama feed, fitur ini menjadi nilai tambah yang cukup besar.

Harga dan arah pengembangan

Untuk mengakses seluruh fitur eksklusif itu, pengguna perlu membayar USD 3,99 per bulan. Harga tersebut disebut setara sekitar Rp 72 ribuan per bulan.

Instagram juga menyebut daftar fitur dalam paket ini belum final. Platform itu mengatakan masih ada lebih banyak fitur eksklusif yang akan ditambahkan ke Instagram Plus dalam beberapa bulan ke depan.

Di saat yang sama, Meta juga memperkenalkan Facebook Plus dan WhatsApp Plus. Facebook Plus disebut membawa fitur yang mirip dengan Instagram Plus, sedangkan WhatsApp Plus lebih menitikberatkan pada kustomisasi seperti tema aplikasi, ringtone khusus, stiker premium, dan fitur sejenis lainnya.

Peluncuran ini menandai dorongan Meta untuk memperluas layanan langganan di ekosistem aplikasinya. Di Instagram, fokusnya terlihat jelas: story dijadikan pusat fitur premium, sementara personalisasi profil dan aplikasi diposisikan sebagai pelengkap bagi pengguna yang menginginkan pengalaman yang lebih fleksibel.

Source: inet.detik.com

Terkait