X Sikat Konten Curian, Pendapatan hingga Rp18 Miliar Dialihkan ke Kreator Asli

Author: Cung Media

Kreator asli di X berpeluang mendapatkan kembali pendapatan yang selama ini dinikmati akun pengunggah ulang. Platform tersebut akan mengalihkan penghasilan dari tayangan konten duplikat kepada pemilik karya orisinal, dengan nilai yang berpotensi melampaui US$1 juta atau sekitar Rp18 miliar.

Perubahan ini membuat repost tidak lagi sekadar persoalan atribusi dan etika di media sosial. Bagi akun yang mengambil karya orang lain demi mengejar jangkauan, pelanggaran kini dapat berujung pada hilangnya akses penghasilan dari program kreator.

Konten yang Dimodifikasi Tetap Bisa Kehilangan Monetisasi

Penindakan X tidak terbatas pada video, gambar, atau unggahan yang disalin mentah-mentah. Konten curian yang diberi watermark, intro video, maupun penyuntingan lain agar tampak seperti karya baru juga tidak dapat dimonetisasi.

Aturan tersebut juga mencakup salinan unggahan teks yang sebelumnya telah ramai dibicarakan pengguna. Artinya, popularitas sebuah postingan tidak dapat lagi dipakai sebagai jalan pintas untuk memperoleh pendapatan dengan mengunggah ulang isi milik akun lain.

Fokus kebijakan ini adalah memastikan nilai ekonomi dari sebuah karya kembali kepada pembuatnya. Dalam ekosistem Monetisasi Kreator, tayangan yang berasal dari karya hasil duplikasi tidak lagi seharusnya menjadi sumber keuntungan bagi pengunggah ulang.

Area Penindakan Data yang Diungkap X Dampak Utama
Konten curian Sekitar 1,5 juta unggahan terdeteksi Monetisasi pengunggah ulang dihentikan
Pendapatan kreator Lebih dari US$1 juta atau sekitar Rp18 miliar Berpotensi dialihkan ke kreator asli
Akun bot Sekitar 208 akun ditangguhkan per menit Menekan penyalahgunaan konten berbasis AI

Grok AI Disebut Mendeteksi Lebih Banyak Duplikasi

X mengandalkan model Grok AI versi terbaru untuk memperkuat kemampuan mendeteksi konten hasil duplikasi. Teknologi ini menjadi fondasi penting karena pengalihan pendapatan hanya bisa dilakukan apabila sistem mampu mengenali karya asli dan unggahan yang menirunya.

Head of Product X, Nikita Bier, mengatakan kemampuan model terbaru itu meningkat tajam dibandingkan versi sebelumnya. “Model Grok terbaru kami dapat mendeteksi konten duplikat tiga kali lebih banyak dibandingkan versi sebelumnya,” kata Bier, dikutip TechCrunch.

Dalam siklus pemantauan terbaru, X menemukan sekitar 1,5 juta unggahan yang dikategorikan sebagai konten curian. Perusahaan tidak menjelaskan periode yang digunakan untuk menghitung jumlah temuan tersebut.

Angka itu menggambarkan besarnya persoalan repost di platform sosial. Konten yang sudah populer sering kali mendatangkan tanda suka, pengikut baru, dan peluang pendapatan bagi akun yang bukan pemilik karya pertama.

Pelanggar Berulang Bisa Dikeluarkan dari Program Kreator

X menyiapkan sanksi lebih berat bagi pengguna yang berulang kali atau sengaja mencoba menghindari aturan baru. Akun yang terbukti melakukan pola pelanggaran tersebut dapat dikeluarkan dari program kreator.

Penindakan juga menyasar praktik engagement bait, yaitu unggahan yang dirancang untuk memancing balasan, tanda suka, atau pengikut demi memperluas jangkauan. Salah satu contohnya adalah ajakan mengikuti semua pengguna yang membalas sebuah unggahan.

Pengguna yang melanggar kebijakan engagement bait tiga kali atau lebih akan dikeluarkan dari program kreator. Setelah itu, akun tersebut dapat diteruskan kepada tim kebijakan X untuk dipertimbangkan mendapat penangguhan.

Bier sebelumnya juga mengkritik pola pemancingan interaksi di X. Ia sempat menyinggung kreator populer MrBeast yang dinilainya kerap menggunakan iming-iming hadiah uang untuk menarik perhatian pengguna agar menyaksikan video.

Bot Turut Menjadi Sasaran Penindakan

Selain akun pengunggah ulang, X mempercepat penindakan terhadap bot yang berkaitan dengan penyalahgunaan konten berbasis AI. Pada April, Bier menyebut X mampu mengidentifikasi dan menangguhkan sekitar 208 akun bot setiap menit, dengan jumlah yang terus bertambah.

Langkah Platform X ini menambah konsekuensi finansial bagi pelaku pencurian karya digital. Instagram, Facebook, dan Reddit juga menghadapi persoalan unggahan ulang tanpa atribusi, tetapi X mengambil pendekatan dengan mengalihkan pendapatan secara langsung kepada kreator pemilik karya.

Terbaru