WWDC 2026 dimulai besok dan Apple diperkirakan membawa jawaban paling pentingnya untuk kritik terhadap langkah AI sebelumnya. Sorotan utamanya ada pada Siri baru yang disebut akan menjadi pusat kebangkitan strategi kecerdasan buatan Apple.
Konferensi pengembang tahunan ini juga dinilai krusial karena Apple menghadapi tekanan setelah fitur AI yang lebih dulu diumumkan banyak menuai kritik, terutama karena sejumlah kemampuan tertunda dan teknologinya dianggap belum meyakinkan. Di ajang ini, Apple diperkirakan tidak hanya membahas Siri, tetapi juga pembaruan besar di seluruh ekosistem perangkat lunaknya.
Keynote WWDC 2026 dijadwalkan berlangsung pada Senin, 8 Juni, pukul 10.00 pagi Pacific Time dari Apple Park, Cupertino, California, atau pukul 10.30 malam IST. Apple menyiarkannya melalui kanal YouTube resmi, serta lewat aplikasi Apple TV di Mac, iPhone, iPad, Vision Pro, dan Apple TV.
Siri Baru Jadi Pusat Perhatian
Menurut Bloomberg, proyek Siri baru ini secara internal dikenal dengan nama “Campo”. Apple disebut ingin mengubah Siri dari asisten suara tradisional menjadi pendamping berbasis AI yang bisa membantu pengguna menyelesaikan tugas sepanjang hari di iPhone, iPad, dan Mac.
Perombakan ini disebut sebagai upaya terbesar Apple sejauh ini untuk membuat Siri kembali relevan di tengah persaingan dengan asisten AI modern. Apple juga dilaporkan memberi label internal “beta” dan “preview” untuk Siri baru, yang mengisyaratkan peluncurannya masih akan terus disempurnakan.
Siri versi baru diprediksi mampu memahami informasi yang sedang tampil di layar pengguna. Asisten ini juga diperkirakan bisa menavigasi aplikasi lebih dalam lewat perintah suara, termasuk membantu menyusun email berdasarkan topik dan informasi tertentu.
Kemampuan praktisnya juga disebut meluas ke pengambilan data dari email, kalender, kontak, catatan, dan web untuk menyelesaikan tugas. Salah satu fungsi yang ramai dibicarakan adalah kemampuan memeriksa ketersediaan jadwal sebelum membuat janji dan mendeteksi benturan agenda dengan lebih efektif.
Antarmuka Baru dan Pengalaman yang Lebih Visual
Apple juga disebut menyiapkan desain baru untuk cara Siri tampil di iPhone modern. Alih-alih muncul sebagai efek cahaya di tepi layar, Siri kabarnya bisa terbuka langsung di Dynamic Island saat diaktifkan.
Saat pengguna meminta informasi, Siri diperkirakan menampilkan kartu teks kaya berisi hasil yang terkait dengan orang, tempat, berita, cuaca, skor olahraga, dan lainnya. Pendekatan ini menunjukkan Apple ingin Siri terasa lebih visual, bukan sekadar respons suara.
Perubahan lain yang disorot adalah antarmuka “Search or Ask” yang dilaporkan bisa diakses dengan mengusap ke bawah dari bagian tengah atas iPhone. Pengalaman ini diperkirakan menggabungkan peluncuran aplikasi, pencarian web, pengiriman pesan teks, informasi cuaca, pengelolaan kalender, catatan, shortcut, dan bantuan AI dalam satu tempat.
Antarmuka tersebut juga disebut akan menampilkan Siri Suggestions, aplikasi yang sering dipakai, pencarian terbaru, serta informasi kontekstual seperti pembaruan cuaca. Jika benar hadir, pendekatan ini akan membuat Siri terasa lebih dekat ke pusat kontrol harian pengguna.
Lebih Dekat ke Chatbot, Lebih Banyak Fungsi Produktivitas
Perubahan terbesar lainnya adalah rencana Apple mengubah Siri menjadi chatbot yang bisa bersaing dengan layanan seperti ChatGPT dan Gemini. Pengguna juga disebut dapat memberikan beberapa perintah sekaligus dan menggabungkan permintaan secara lebih alami.
Aplikasi Siri baru itu diperkirakan membawa riwayat percakapan, sinkronisasi lintas perangkat melalui iCloud, dukungan foto, serta fitur penghapusan chat otomatis. Apple juga dilaporkan menyiapkan fitur “Ask Siri” yang memungkinkan pengguna menyorot teks di iOS lalu mengirimkannya ke Siri untuk dianalisis.
Selain itu, fitur “Write with Siri” disebut tengah disiapkan untuk membantu penulisan teks di berbagai sistem operasi Apple. Jika diumumkan, langkah ini akan menempatkan Siri lebih dekat ke fungsi produktivitas yang kini umum di layanan AI pesaing.
Gemini, Photos, Safari, dan Shortcuts
Salah satu perkembangan yang paling mengejutkan adalah laporan soal kemitraan Apple dengan Google. Apple disebut mengandalkan model AI Gemini milik Google sebagai bagian dari kesepakatan bernilai miliaran dolar, dan Google juga diperkirakan akan menampung banyak infrastruktur AI Siri baru di servernya.
Di luar Siri, ambisi AI Apple diperkirakan meluas ke banyak aplikasi dan layanan lain. Visual Intelligence disebut bisa mendapat peningkatan besar, termasuk kemampuan mengenali label nutrisi dan informasi kontak.
Aplikasi Photos juga diperkirakan menerima alat pengeditan berbasis AI yang baru. Di antaranya ada fitur Extend untuk menghasilkan konten gambar di luar bingkai asli dan Enhance untuk meningkatkan kualitas gambar serta warna, sementara alat Clean Up yang sudah ada disebut akan ditingkatkan secara signifikan.
Safari kabarnya akan memperoleh fitur Organise Tabs berbasis AI yang otomatis mengelompokkan tab ke kategori seperti belanja, perjalanan, dan pekerjaan. Apple juga dilaporkan menyiapkan Suggested Genmoji yang dapat membuat gambar Genmoji otomatis dari foto pengguna dan frasa yang sering dipakai.
Pengguna juga disebut akan bisa membuat wallpaper kustom hanya dengan mendeskripsikan apa yang diinginkan. Sementara itu, aplikasi Shortcuts diperkirakan mendapat peningkatan besar sehingga pengguna cukup menjelaskan automasi yang diinginkan dalam bahasa alami, lalu AI akan membuat shortcut tersebut.
Pembaruan Lain yang Ikut Mengiringi WWDC 2026
Di luar AI, Apple diperkirakan mengumumkan pembaruan untuk notifikasi, Safari, aplikasi Camera, animasi keyboard, dan bagian lain dari iOS 27. Perusahaan itu juga diperkirakan memperkenalkan iPadOS 27, macOS 27, watchOS 27, tvOS 27, dan visionOS 27 saat keynote.
Sebagian besar fitur yang diumumkan di WWDC 2026 diperkirakan hadir pada akhir tahun bersamaan dengan iPhone generasi berikutnya dan perangkat Apple lain. Namun, sebagian fitur masih bisa berubah, tertunda, atau hadir belakangan tergantung perkembangan pengerjaan menjelang peluncuran.
Source: www.indiatoday.in






