Drone Bermuatan Peledak Hantam Kurdistan Irak, Ketegangan AS-Iran Makin Mencekam

Serangan drone kembali mengguncang Kurdistan di Irak utara di tengah ketegangan yang terus meningkat antara Amerika Serikat dan Iran. Dua drone bermuatan bahan peledak menghantam wilayah itu dan memicu kerusakan luas pada bangunan, meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Insiden ini menambah tekanan bagi wilayah otonom yang sudah lama berada di garis depan konfrontasi regional. Saat ancaman meluas, Kurdistan Irak kembali menjadi titik rawan yang dampaknya bisa terasa sampai ke kawasan sipil dan infrastruktur penting.

Bangunan Rusak, Belum Ada Pihak Mengaku

Otoritas lokal menyebut serangan terjadi pada Kamis di distrik Qushtapa, selatan ibu kota Kurdistan. Sasaran serangan disebut menyentuh infrastruktur sipil vital yang memengaruhi kehidupan warga sehari-hari.

Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Layanan Kontra-Terorisme wilayah otonom Kurdistan juga telah mencatat insiden itu, sementara Shafaq News mengutip pernyataan lembaga tersebut yang mengecam operasi itu sebagai tindakan “teroris”.

Kurdistan Jadi Sasaran Berulang

Serangan terbaru ini bukan peristiwa terpisah, melainkan bagian dari pola yang sudah berlangsung berbulan-bulan. Sejak akhir Februari, ratusan serangan drone dan rudal dilaporkan menghantam kawasan Kurdistan menurut pejabat Kurdi dan media lokal.

Banyak serangan sebelumnya menargetkan basis kelompok oposisi Iran asal Kurdi seperti Kurdistan Democratic Party of Iran, Komala, dan Kurdistan Freedom Party. Teheran disebut ingin melemahkan dan mencegah kelompok-kelompok itu di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Ancaman Tak Lagi Hanya ke Target Militer

Kurdish officials mengatakan drone dan rudal Iran berulang kali menghantam kamp-kamp oposisi di dekat Erbil dan Sulaimaniyah. Komala dan PAK juga melaporkan puluhan serangan terhadap fasilitas mereka.

Di saat yang sama, serangan-serangan itu ikut mengancam area sipil dan infrastruktur. Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) disebut mencatat 809 serangan drone dan rudal di seluruh Kurdistan, sementara media Kurdi memperkirakan jumlahnya sudah melampaui 800 sejak konflik ini dimulai.

Latar yang Makin Sensitif bagi Irak

Insiden terbaru ini terjadi ketika tensi AS-Iran kembali memanas dalam beberapa hari terakhir. Situasinya juga muncul saat perdana menteri Irak diperkirakan berkunjung ke Amerika Serikat, membuat sorotan terhadap keamanan Irak utara semakin tajam.

Kurdistan Irak tetap dipandang sebagai wilayah yang stabil dan penting bagi Amerika Serikat. Namun, wilayah itu juga terus menghadapi ancaman dari kelompok bersenjata dan, menurut laporan, juga dari ISIS di masa lalu.

Terkait