Wuling Eksion EV Vs PHEV, Mana Lebih Masuk Akal Untuk Harian Dan Perjalanan Jauh?

Author: Cung Media

Wuling Eksion hadir sebagai SUV 7-seater dengan dua pilihan teknologi yang menyasar kebutuhan berbeda, yaitu EV dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV. Perbedaan ini membuat model tersebut menarik untuk dibahas, terutama bagi pengguna yang mencari mobil keluarga untuk aktivitas harian sekaligus perjalanan jauh.

Di pasar elektrifikasi, pilihan seperti ini sering ditentukan oleh pola pakai, kebutuhan efisiensi, dan akses pengisian daya. Wuling sendiri menempatkan Eksion pada tiga pilar utama, yakni Superior Comfort, Ultra-high Efficiency, dan Versatile Safety.

Dua karakter, dua cara pakai

Wuling Eksion EV mengusung motor listrik penuh tanpa mesin bensin. Karakter ini membuatnya bekerja lebih senyap, lebih halus, dan bebas emisi saat digunakan di jalan.

Sementara itu, Wuling Eksion PHEV menggabungkan mesin bensin 1.5L dengan motor listrik. Kombinasi ini memberi fleksibilitas lebih luas karena mobil tetap bisa dipakai saat daya baterai menipis tanpa sepenuhnya bergantung pada pengisian listrik.

Bagi penggunaan harian, EV menawarkan pengalaman yang sederhana. Pengemudi cukup mengandalkan listrik untuk mobilitas rutin, terutama jika rute lebih sering berada di area perkotaan.

PHEV tampil sebagai opsi yang lebih fleksibel untuk pengguna yang tidak ingin terlalu bergantung pada infrastruktur pengisian. Kehadiran mesin bensin memberi ruang aman saat perjalanan berubah menjadi lebih jauh dari rencana awal.

Jarak tempuh menjadi pembeda penting

Dari sisi daya jelajah, Eksion EV diklaim mampu menempuh hingga 530 km dalam sekali isi penuh. Angka ini terbilang memadai untuk kebutuhan harian, termasuk aktivitas antar-jemput keluarga, bekerja, dan perjalanan dalam kota.

Eksion PHEV menawarkan pendekatan berbeda. Mode listriknya bisa dipakai hingga 125 km, sementara total jarak tempuhnya disebut lebih dari 1.000 km jika dikombinasikan dengan mesin bensin.

Perbedaan ini membuat EV lebih cocok untuk pengguna yang ingin efisiensi listrik penuh, sedangkan PHEV terasa lebih aman untuk perjalanan panjang. Dalam konteks mobil keluarga, jarak tempuh yang besar sering menjadi faktor penentu karena memberi ketenangan saat mobil diajak keluar kota.

Spesifikasi tenaga ikut membentuk karakter

Eksion EV dibekali motor listrik 150 kW dengan torsi 310 Nm dan baterai 69,2 kWh. Kombinasi ini biasanya memberi respons instan, terutama saat mobil butuh akselerasi cepat di lalu lintas padat.

Eksion PHEV memakai baterai 20,5 kWh dan teknologi Dedicated Hybrid Transmission atau DHT. Sistem ini dirancang agar efisiensi bahan bakar tetap terjaga, namun respons kendaraan tidak kehilangan tenaga saat dibutuhkan.

Karakter keduanya jadi berbeda sejak awal. EV cenderung menonjol di kehalusan dan kesederhanaan penggunaan, sedangkan PHEV lebih menekankan keseimbangan antara listrik dan bensin.

Pengisian daya sama-sama didukung fast charging

Menariknya, kedua varian sama-sama mendukung DC fast charging dengan standar CCS2. Dukungan ini membantu proses isi daya menjadi lebih cepat dan praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Namun, kebutuhan pengisian tentu berbeda. Varian EV lebih bergantung pada listrik karena sepenuhnya memakai tenaga baterai, sedangkan PHEV masih punya mesin bensin sebagai cadangan saat dibutuhkan.

Dalam praktik harian, kondisi ini bisa memengaruhi cara pengguna memilih. Mereka yang punya rutinitas tetap dan akses pengisian lebih mudah mungkin lebih nyaman dengan EV, sementara PHEV lebih cocok untuk mereka yang sering berpindah rute atau menempuh perjalanan lebih jauh.

Kabin dan fitur dibuat serbaguna

Eksion bukan hanya soal teknologi penggerak, tetapi juga soal fungsi keluarga. Mobil ini hadir dengan konfigurasi tujuh penumpang dan membawa fitur seperti ventilated seat, electric seat adjustment, panoramic sunroof, AC dengan filter PM2.5 hingga baris ketiga, layar 12,8 inci, TFT display 8,8 inci, serta wireless charging 50W.

Kursi baris kedua dan ketiga juga bisa dilipat rata hingga menghasilkan ruang bagasi 1.788 liter. Fleksibilitas ini penting untuk keluarga yang butuh ruang tambahan saat membawa barang dalam jumlah besar.

Kemudahan harian diperkuat oleh electric tailgate dan 360° around view camera dengan transparent chassis. Dua fitur ini membantu saat parkir maupun ketika mobil bergerak di ruang sempit.

Aspek keamanan dan harga ikut menentukan

Wuling membangun Eksion di atas platform Wonder Flexible Modular Structure atau WFMS. Model ini juga dipadukan dengan LING Power Hybrid System, LING OS untuk konektivitas pintar, serta MAGIC Battery Pro yang telah melewati berbagai pengujian keamanan dan ketahanan.

Sisi keselamatan diperkuat lewat struktur bodi dengan 75% high strength steel, enam airbag, ISOFIX, ESC, ABS, EBD, TPMS, serta ADAS Level 2. Dengan pendekatan ini, Eksion mencoba memberi rasa aman yang sejalan dengan kebutuhan mobil keluarga modern.

Harga Wuling Eksion tercantum di kisaran Rp 389 juta hingga Rp 499 juta. Jika melihat karakter masing-masing, EV lebih masuk akal untuk pengguna yang memprioritaskan nol emisi dan efisiensi di kota, sementara PHEV lebih relevan bagi mereka yang membutuhkan jangkauan panjang dan keleluasaan saat menghadapi perjalanan jauh tanpa khawatir kehabisan daya.

Terbaru