Final Piala Dunia 2026 di Depan Mata, Polda NTT Tegas Larang Miras dan Konvoi

Author: Cung Media

Euforia final Piala Dunia 2026 di Nusa Tenggara Timur diminta tidak berubah menjadi gangguan keamanan. Polda NTT mengingatkan warga agar menjauhi minuman keras, narkoba, serta konvoi kendaraan saat menggelar nonton bareng.

Imbauan itu disampaikan menjelang pertandingan Spanyol melawan Argentina yang dijadwalkan berlangsung pada Senin dini hari. Kepolisian menempatkan keselamatan warga dan ketertiban lingkungan sebagai perhatian utama selama laga berlangsung hingga usai.

Perayaan Diminta Tetap Terkendali

Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko mengajak masyarakat menjadikan pertandingan puncak sepak bola dunia sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan. Antusiasme terhadap tim favorit tidak boleh berkembang menjadi perselisihan atau tindakan yang mengganggu orang lain.

Kabid Humas Polda NTT Henry Novika Chandra mengatakan perbedaan dukungan adalah bagian wajar dari olahraga. Namun, suasana sportif perlu dijaga agar kegiatan nonton bersama tetap menjadi pertemuan yang aman bagi keluarga, sahabat, dan tetangga.

“Kapolda NTT mengajak seluruh masyarakat menjadikan momen Final Piala Dunia sebagai sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan,” ujar Henry Novika Chandra di Kupang, Minggu (19/7/2026). Pesan tersebut ditujukan kepada seluruh warga yang bersiap menyambut pertandingan Spanyol versus Argentina.

Imbauan Kepolisian Tujuan
Tidak mengonsumsi miras dan narkoba Menjaga ketertiban selama nonton bareng
Tidak menggunakan pengeras suara berlebihan Menghormati warga yang beristirahat
Tidak melakukan konvoi dan berkendara ugal-ugalan Melindungi keselamatan pengguna jalan

Suara Keras hingga Konvoi Jadi Perhatian

Karena pertandingan digelar dini hari, warga diminta menjaga kenyamanan lingkungan di sekitar lokasi nonton bareng. Penggunaan pengeras suara secara berlebihan diingatkan dapat mengganggu warga lain yang sedang beristirahat.

Larangan minuman keras dan narkoba menjadi salah satu penekanan dalam imbauan tersebut. Kepolisian meminta euforia pertandingan diwujudkan dengan sikap dewasa, saling menghormati, dan tidak memicu gangguan ketertiban.

Warga juga diimbau langsung kembali ke rumah masing-masing setelah pertandingan berakhir. Polda NTT menilai konvoi kendaraan serta aksi berkendara ugal-ugalan berisiko membahayakan pengendara dan pengguna jalan lainnya.

Pesan itu berlaku независимо dari hasil pertandingan yang akan menentukan juara. Menang atau kalah dalam olahraga disebut sebagai hal biasa, sedangkan keamanan dan ketertiban masyarakat perlu tetap terjaga.

Pengamanan Humanis di Lokasi Nobar

Jajaran Polda NTT dan Polres akan melakukan pengamanan di berbagai lokasi nonton bareng. Pendekatan yang digunakan disebut humanis agar masyarakat tetap bisa menikmati pertandingan dengan aman dan nyaman.

Menurut Media Indonesia, kepolisian memahami tingginya antusiasme warga terhadap laga besar tersebut. Meski demikian, semangat mendukung tim tidak boleh mengalahkan kepentingan keselamatan bersama.

Henry menegaskan bahwa pilihan terhadap tim mana pun tidak seharusnya menjadi pemicu konflik di tengah masyarakat. Nonton bareng diharapkan dapat berlangsung dalam suasana damai dan mencerminkan sportivitas para pendukung.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati Final Piala Dunia dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kebersamaan,” kata Henry. Warga Nusa Tenggara Timur pun diajak menunjukkan sikap cinta damai serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif sepanjang perayaan pertandingan.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru