30 Relawan Benahi Ruang Kelas, Alazka Care Perkuat Posyandu di Tasikmalaya

Author: Cung Media

Perbaikan ruang kelas untuk anak usia dini di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas. Alazka Care turut menggabungkan dukungan pendidikan, kesehatan, dan gizi agar kebutuhan anak tidak hanya ditangani di sekolah.

Sebanyak 30 relawan terlibat dalam puncak kegiatan pada 23 Juni 2026. Mereka bersama warga merenovasi ruang belajar PAUD dan TK, sekaligus memperbaiki lingkungan yang digunakan anak-anak untuk belajar.

Gerakan tersebut dijalankan melalui Program Binar Asa bertema “Guru Berdaya, Siswa Juara”. Program ini menyasar TK, TPQ, dan PAUD Insan Kamil di Desa Kalimanggis.

Perhatian terhadap fasilitas belajar menjadi penting karena ruang yang lebih layak dapat mendukung aktivitas anak di masa awal pendidikan. Namun, program ini tidak berhenti pada renovasi bangunan dan penyaluran perlengkapan belajar.

Guru dan layanan kesehatan ikut diperkuat

Penguatan kompetensi guru menjadi salah satu fokus utama dalam rangkaian kegiatan tersebut. Para pendidik mendapat pelatihan media pembelajaran digital setelah kebutuhan di lingkungan pendidikan setempat dipetakan lebih dahulu.

Selain itu, relawan mengadakan diskusi bersama Yayasan Insan Kamil. Pembahasan diarahkan pada peningkatan kompetensi guru sebagai pendamping utama siswa dalam proses belajar.

Program ini juga memasukkan edukasi kesehatan bagi masyarakat desa. Peralatan kesehatan disalurkan untuk Posyandu, sementara bubur bayi dibagikan untuk mendukung pemenuhan gizi balita.

Fokus Kegiatan Bentuk Dukungan Sasaran
Pendidikan Renovasi ruang belajar dan alat pembelajaran PAUD, TK, TPQ, dan PAUD Insan Kamil
Kompetensi guru Pelatihan media pembelajaran digital dan diskusi Guru
Kesehatan dan gizi Peralatan kesehatan, edukasi, dan bubur bayi Posyandu dan balita

Program berlangsung sejak November 2025

Informasi yang dimuat Kompas menyebut Program Binar Asa berlangsung dari November 2025 hingga Juni 2026. Tahap awalnya berupa asesmen kebutuhan untuk memetakan kondisi serta dukungan yang diperlukan di lingkungan pendidikan desa.

Setelah pemetaan, program berlanjut pada penyaluran sarana pembelajaran dan pelatihan untuk guru. Rangkaian ini menempatkan kualitas pengajaran, ketersediaan alat belajar, dan kondisi ruang sekolah sebagai kebutuhan yang saling berkaitan.

Para relawan yang turun dalam kegiatan berasal dari guru, tenaga kependidikan Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading atau ALAZKA, orang tua murid, dan masyarakat. Keterlibatan warga membuat pembenahan ruang belajar dijalankan melalui gotong royong di tingkat desa.

Ketua Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading menilai pendidikan memerlukan keterlibatan banyak pihak. “Setiap guru yang berkembang akan melahirkan lebih banyak anak yang memiliki kesempatan meraih masa depan terbaiknya,” katanya.

Relawan sekaligus tenaga kependidikan ALAZKA, Syahidin, memandang kegiatan itu sebagai ruang untuk mengambil peran dalam kemajuan pendidikan. “Dari kegiatan ini saya belajar bahwa setiap orang, apa pun pekerjaannya, bisa berkontribusi untuk memajukan pendidikan jika dilakukan dengan tulus dan bersama-sama,” ujarnya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Pendidikan Tasikmalaya juga berkaitan dengan dukungan keluarga, kesehatan, dan gizi anak. Di luar kegiatan lapangan, Alazka Care mengembangkan Alazka Bincang Literasi dan Riset sebagai wadah kolaborasi bagi pendidik, akademisi, dan masyarakat.

Terbaru