Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua kekuatan dengan karakter yang bertolak belakang. Argentina datang sebagai tim paling produktif di turnamen, sedangkan Spanyol hanya kebobolan satu gol dalam perjalanan menuju laga puncak.
Duel ini dijadwalkan berlangsung di New York New Jersey Stadium atau MetLife Stadium, Amerika Serikat, pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. Selain perebutan trofi, pertandingan tersebut membuka jalan bagi Argentina maupun Spanyol untuk mencatatkan sejarah baru.
| Aspek | Spanyol | Argentina |
|---|---|---|
| Gol kebobolan | 1 gol | 7 gol |
| Total menit bermain | 717 menit | 794 menit |
| Laga di stadion terbuka | 1 kali | 3 kali |
1. Wasit final mencetak sejarah untuk Slovenia
FIFA menunjuk Slavko Vincic sebagai wasit final Spanyol melawan Argentina. Pengadil berusia 46 tahun itu menjadi wasit Slovenia pertama yang dipercaya memimpin final Piala Dunia.
Vincic sebelumnya memimpin final Liga Champions 2024 saat Real Madrid menang 2-0 atas Borussia Dortmund. Ia juga bertugas pada semifinal Euro 2024 ketika Spanyol mengalahkan Perancis 2-1, dengan rata-rata 2,33 kartu kuning per laga di Piala Dunia 2026.
2. Spanyol mendapat jeda pemulihan lebih lama
Spanyol tampil di semifinal sehari lebih awal dibanding Argentina. Situasi tersebut memberi La Roja tambahan waktu istirahat menjelang pertandingan paling menentukan di turnamen.
Dalam 13 dari 14 final turnamen besar Piala Dunia dan Euro putra maupun putri, juara berasal dari tim yang bermain lebih dahulu di semifinal. Argentina juga pernah mendapat keuntungan jeda satu hari lebih panjang saat menjuarai Piala Dunia 2022.
3. Javier Milei memilih menonton dari kediaman resmi
Presiden Argentina Javier Milei dipastikan tidak hadir langsung di stadion untuk menyaksikan Timnas Argentina. Ia memilih menonton dari kediaman resmi karena kepercayaan lama bahwa kehadiran presiden dapat membawa nasib buruk di Piala Dunia.
Mitos itu dikaitkan dengan Piala Dunia 1990, ketika Presiden Carlos Menem mengunjungi tim sebelum Argentina kalah mengejutkan dari Kamerun pada laga pembuka. Di sisi lain, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez dan Raja Felipe VI dijadwalkan hadir.
4. Kedua tim sama-sama mengincar pencapaian bersejarah
Argentina berpeluang menjadi negara ketiga yang sanggup mempertahankan gelar juara Piala Dunia secara beruntun. Sebelumnya, pencapaian itu hanya diraih Italia pada 1934 dan 1938 serta Brasil pada 1958 dan 1962.
Spanyol memiliki target sejarah yang berbeda jika mampu memenangi laga ini. La Roja akan menyandingkan gelar dunia dengan trofi Euro 2024, seperti yang pernah dilakukan Jerman Barat, Perancis, dan Spanyol pada era 2008-2012.
5. Serangan Argentina berhadapan dengan pertahanan Spanyol
Argentina telah mencetak 19 gol dan menjadi tim paling subur sepanjang turnamen. Namun, mereka juga sudah kebobolan tujuh kali sebelum mencapai final.
Spanyol menempuh jalur yang jauh lebih rapat di lini belakang dengan hanya satu gol kebobolan. Kontras antara daya ledak Argentina dan ketahanan pertahanan Spanyol menjadi salah satu pusat perhatian laga puncak.
6. FIFA menyiapkan cincin juara untuk pertama kalinya
FIFA akan memberikan cincin juara kepada tim pemenang final. Sebanyak 30 cincin disiapkan bagi pemain dan staf dari negara yang berhasil mengangkat trofi.
Cincin itu akan menampilkan miniatur trofi Piala Dunia. Sisi lainnya akan disesuaikan dengan identitas negara juara, mengikuti tradisi yang lazim digunakan dalam olahraga Amerika Serikat.
7. Finalissima yang batal berubah menjadi final dunia
Spanyol dan Argentina sejatinya dijadwalkan bertemu dalam Finalissima 2026 di Qatar. Pertandingan tersebut batal karena konflik di Timur Tengah dan tidak adanya lokasi pengganti yang disepakati kedua negara.
Final Piala Dunia kini menjadi pertemuan pertama mereka setelah Spanyol berstatus juara Euro dan Argentina sebagai juara dunia. Taruhan laga ini pun jauh lebih besar karena gelar tertinggi sepak bola internasional diperebutkan.
8. Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni menempuh jalur berbeda
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente membangun sebagian besar kariernya bersama tim kelompok umur negaranya. Pengalaman klubnya terbatas pada periode singkat bersama Alavés di Divisi Tiga.
Lionel Scaloni juga lebih dikenal melalui pekerjaannya di lingkungan tim nasional Argentina, termasuk pernah menangani tim U-20. Kedua pelatih tersebut berhasil membawa negaranya meraih gelar penting di panggung internasional.
9. Argentina membawa beban menit bermain lebih berat
Seluruh pertandingan Spanyol diselesaikan dalam waktu normal dengan total 717 menit bermain. Argentina telah menghabiskan 794 menit setelah dua kali menjalani babak tambahan waktu.
Selisih beban pertandingan itu menambah nilai keuntungan pemulihan bagi Spanyol. Faktor kebugaran dapat menjadi penting karena skuad Argentina disebut memiliki rata-rata usia lebih tua dibanding empat tahun lalu.
10. Adaptasi stadion terbuka menjadi ujian lain
Spanyol hanya sekali bermain di stadion terbuka sepanjang turnamen. Argentina sudah tiga kali menjalani pertandingan outdoor, termasuk dua laga dalam suhu mencapai 32 derajat Celsius.
Kualitas udara di kawasan New Jersey sempat memburuk akibat asap kebakaran hutan dari Kanada. Kondisi menjelang pertandingan dilaporkan mulai membaik.
11. Argentina unggul pada satu-satunya duel Piala Dunia
Spanyol dan Argentina baru sekali bertemu di putaran final Piala Dunia. Pertemuan itu terjadi pada edisi 1966 dan dimenangi Argentina dengan skor 2-1.
Luis Artime mencetak dua gol untuk Argentina pada laga tersebut. Enam dekade kemudian, kedua negara kembali berhadapan dengan hadiah yang jauh lebih besar, yakni gelar juara dunia.
12. Final akan menampilkan half-time show perdana
Final Piala Dunia 2026 akan menghadirkan half-time show pertama dalam sejarah final turnamen tersebut. FIFA memastikan pertunjukan saat jeda akan berlangsung selama 17 menit.
Durasi itu mencakup sekitar enam menit untuk pemasangan dan pembongkaran panggung. Waktu pertunjukan hanya sedikit melampaui batas jeda 15 menit yang diatur International Football Association Board.
