WNA Singapura Diduga Cekik Pacar di Bali hingga Tewas, Polisi Ungkap Motif Sakit Hati

Author: Cung Media

Kasus kematian perempuan di sebuah rumah kos di Denpasar Selatan menarik perhatian setelah polisi menangkap seorang warga negara asing asal Singapura berinisial MZ, 26 tahun. Pelaku diduga mencekik pacarnya sendiri hingga tewas sebelum sempat mencoba melarikan diri.

Kepolisian Polresta Denpasar menyebut penangkapan dilakukan di Jalan Bypass Ngurah Rai pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WITA. Sebelumnya, jasad korban berinisial AS, 26 tahun, ditemukan pada hari yang sama sekitar pukul 19.00 WITA di kamar kos di Jalan Mekar II, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan.

Motif Awal Diduga Karena Sakit Hati

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D Simatupang mengatakan MZ dan AS memiliki hubungan asmara. Dari hasil interogasi sementara, motif penganiayaan berat itu disebut berkaitan dengan rasa sakit hati dalam hubungan tersebut.

“Motif sementara dari hasil interogasi karena sakit hati karena adanya hubungan asmara,” kata Leonardo, Kamis (16/7).

Leonardo juga menyebut MZ datang ke Bali untuk berwisata, tetapi diketahui sudah overstay selama satu tahun sejak 2025. Polisi menduga korban dicekik sekitar 15 menit sebelum pelaku berusaha kabur ke arah Sanur.

Fakta Utama Keterangan
Pelaku MZ, WNA asal Singapura, 26 tahun
Korban AS, perempuan asal Tegal, Jawa Tengah, 26 tahun
Lokasi kejadian Rumah kos di Jalan Mekar II, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan
Waktu penemuan jasad Rabu (15/7) sekitar pukul 19.00 WITA
Waktu penangkapan Rabu (15/7) sekitar pukul 22.00 WITA

Keluarga yang Menemukan Petunjuk Awal

Kronologi bermula ketika adik korban berinisial RA datang ke kos karena tidak bisa menghubungi ponsel sang kakak. Saat tiba di lokasi, RA mencium bau busuk yang menyengat sebelum membuka kamar yang ditempati korban.

Di dalam kamar, saksi melihat bagian rambut dan tubuh korban tertutup boneka. Tak lama kemudian, pelaku keluar dari kamar sebelah dan tidak menjawab saat ditanya keberadaan korban.

RA lalu memukul MZ dengan helm sebelum pelaku kabur menggunakan sepeda motor. Saksi lain berinisial DP, yang disebut sebagai teman pelaku, mengaku baru tiga hari berpacaran dengan MZ setelah mengenalnya di tempat kerja di sebuah biliar di Jalan Pura Demak, Denpasar Barat.

Kondisi Jasad dan Proses Penanganan

Pengelola kos berinisial MA mengatakan AS sudah tinggal di lokasi itu sejak Maret 2025 bersama pacarnya, yang disebut sebagai pelaku. Jenazah korban ditemukan di lantai kamar dengan posisi tengadah, lalu ditutupi boneka mainan dan karpet yang terlipat rapi.

Polisi menyebut kondisi jasad sudah membengkak, membusuk, mengeluarkan bau menyengat, dan kulit ari telah mengelupas. Tidak ditemukan luka terbuka pada tubuh korban, dan jenazah kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah Sanglah Denpasar menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar.

Jenazah AS direncanakan menjalani otopsi pada Kamis di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Pemeriksaan itu diharapkan membantu memperjelas penyebab kematian dan melengkapi penyelidikan yang masih berjalan.

Leonardo menegaskan aparat berhasil mengamankan pelaku kurang dari tiga jam setelah laporan masuk. Polisi kini masih menelusuri rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan tewas di kamar kosnya.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru