Jumlah entrepreneur di Indonesia yang masih sekitar 4 persen kembali menjadi sorotan dalam pembukaan Diklatda V BPD HIPMI Jabar. Dari panggung di Bandung, Jay Singgih menegaskan bahwa angka itu membuat HIPMI punya peran besar untuk melahirkan pengusaha muda yang tidak hanya bertahan, tetapi juga membuka pekerjaan baru.
Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan dibuka di Graha Yuddha Wastu Pramukha, PUSDIKIF TNI-AD, Bandung, pada 8 Mei 2026. Forum tiga hari itu menjadi ruang pembekalan kader muda HIPMI Jawa Barat dengan tema “Maju Babarengan Untuk Jawa Barat Istimewa”.
Diklatda Jadi Ruang Membentuk Kader
Jay Singgih hadir mewakili Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal BPP HIPMI yang berhalangan hadir. Ia menyebut Diklatda sebagai agenda wajib organisasi dan menegaskan bahwa pelaksanaan di Jawa Barat kali ini merupakan Diklatda penyempurnaan.
Menurut Jay, kegiatan semacam ini penting bukan hanya sebagai pelatihan, tetapi juga sebagai ruang belajar tentang ruh ke-HIPMI-an. Ia menilai anggota perlu memahami fungsi organisasi sebagai tempat berjejaring, berkolaborasi, dan bertukar pikiran agar lahir pengusaha unggul di masa depan.
Jawa Barat Dipandang Punya Modal Pendidikan Besar
Jay juga menilai pemilihan lokasi di Bandung sangat tepat. Jawa Barat disebutnya memiliki perguruan tinggi negeri terbanyak di Indonesia, ditambah keberadaan sekolah dan pelatihan bagi TNI serta Polri yang membuat provinsi itu layak disebut rumah pendidikan.
Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta dari unsur Pengurus BPD dan BPC HIPMI aktif se-Jawa Barat. Hadir pula Sekretaris Umum BPD HIPMI Jabar Akhmad Zulfikar Priyatna, jajaran pengurus, perwakilan Komandan Pusdikif TNI AD, serta para ketua umum BPC HIPMI kabupaten/kota se-Jawa Barat.
| Informasi Kegiatan | Keterangan |
|---|---|
| Nama kegiatan | Diklatda V BPD HIPMI Jabar |
| Tempat | Graha Yuddha Wastu Pramukha, PUSDIKIF TNI-AD, Bandung |
| Waktu | 8-10 Mei 2026 |
| Tema | Maju Babarengan Untuk Jawa Barat Istimewa |
| Peserta | Sekitar 150 pengurus BPD dan BPC HIPMI aktif se-Jawa Barat |
Dari Diklatda ke Diklatnas
Jay menjelaskan bahwa peserta Diklatda memiliki jalur untuk melanjutkan ke Diklatnas HIPMI. Saat ini, Diklatnas tersebut bermitra dengan Lemhannas RI, dan kerja sama itu telah diperpanjang untuk lima tahun ke depan.
Melalui jalur itu, BPD HIPMI Jabar diharapkan dapat menyeleksi kader terbaik untuk mewakili Jawa Barat dan berkolaborasi dengan daerah lain. Jay menekankan bahwa HIPMI pada dasarnya adalah pembangun jaringan yang mendorong anggota saling belajar dan saling mengisi.
Ekonomi Entrepreneurship Sebagai Kekuatan Utama
Dalam sambutannya, Jay juga mengaitkan semboyan “Yuddha Wastu Pramukha” dengan pentingnya ekonomi entrepreneurship sebagai alat untuk memajukan perekonomian bangsa. Ia berharap materi dari para narasumber dapat menambah wawasan peserta secara komprehensif, holistik, dan integral.
Pengetahuan itu, kata dia, perlu diterapkan dalam dunia bisnis agar usaha para peserta berkembang dan ikut mewarnai pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di Jawa Barat. Jay menutup sambutan dengan menegaskan bahwa HIPMI adalah mitra strategis pemerintah yang tetap perlu menyampaikan masukan dunia usaha secara elegan kepada instansi dan lembaga negara terkait.
Dengan pembukaan Diklatda V BPD HIPMI Jabar ini, organisasi kembali menegaskan ambisinya melahirkan pengusaha muda tangguh yang siap menciptakan lapangan kerja baru. Sorotan Jay pada rendahnya jumlah entrepreneur sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas HIPMI tidak berhenti pada kaderisasi, tetapi juga pada dampak nyata bagi ekonomi.
