WeRide Dan Pony AI Masuk Stock Connect, Investor Mainland Kini Bisa Turut Menyetir Arus Sahamnya

WeRide dan Pony AI kini mendapat akses yang lebih luas ke investor daratan China setelah saham Hong Kong keduanya masuk daftar eligible Stock Connect. Dengan status itu, saham mereka bisa diperdagangkan langsung oleh investor mainland yang memenuhi syarat, sehingga jalur modal ke dua emiten autonomous driving ini menjadi lebih terbuka.

Perubahan ini mulai berlaku pada 4 Juni, sekitar tujuh bulan setelah keduanya melantai di bursa Hong Kong. Pasar juga menilai langkah tersebut berpotensi menambah likuiditas saham WeRide dan Pony AI, dua nama yang semakin penting di industri kendaraan otonom.

Akses investor mainland makin terbuka

Stock Connect menjadi jembatan antara bursa daratan China dan Hong Kong. Mekanisme ini punya syarat ketat, termasuk batas kapitalisasi pasar, likuiditas, dan kepatuhan perusahaan.

Tidak semua investor daratan bisa langsung memanfaatkannya. Mereka harus memiliki aset lebih dari 500.000 yuan di rekening efek untuk bisa bertransaksi lewat jalur ini.

Sistem Stock Connect terdiri dari dua jalur, yakni Shenzhen dan Shanghai. Keduanya berjalan independen dalam transaksi nyata, tetapi sama-sama memperkuat hubungan pasar modal mainland dan Hong Kong.

Masuknya WeRide dan Pony AI ke daftar eligible dinilai dapat memperdalam koneksi mereka dengan pasar modal daratan. Penambahan investor dari jalur southbound juga berpotensi memperluas basis pemegang saham kedua emiten itu.

Jejak listing ganda di AS dan Hong Kong

WeRide didirikan pada 2017 dan melantai di Nasdaq pada 25 Oktober 2024. Pony AI berdiri pada akhir 2016 dan masuk Nasdaq pada 27 November 2024.

Keduanya kemudian debut di bursa saham Hong Kong pada 6 November 2025, pada hari yang sama. Status dual primary listing di AS dan Hong Kong membuat keduanya menjadi sorotan di sektor autonomous driving.

Langkah masuk Stock Connect memperluas akses investor terhadap dua perusahaan yang sudah punya eksposur lintas pasar. Bagi pasar, ini juga menandai makin kuatnya keterhubungan saham teknologi kendaraan otonom dengan modal daratan China.

WeRide dorong skala armada global

Dari sisi bisnis, WeRide kini beroperasi di delapan negara dan lebih dari 40 kota di seluruh dunia. Armada globalnya sekitar 2.800 kendaraan otonom, termasuk sekitar 1.300 robotaxi.

Perusahaan ini menargetkan 2.600 robotaxi secara global pada akhir 2026. WeRide juga membidik skala puluhan ribu kendaraan pada 2030.

Ekspansi itu bertumpu pada teknologi inti yang dikembangkan sendiri. WeRide mengandalkan world model WeRide Genesis yang menghubungkan generative AI dengan physical AI, serta solusi ADAS end-to-end satu paket.

Solusi tersebut telah meraih hampir 30 kemenangan desain model kendaraan dari produsen seperti GAC dan Chery. Capaian ini memperlihatkan posisi WeRide dalam rantai pengembangan teknologi kendaraan otonom.

Pony AI kejar pertumbuhan pendapatan dan armada

Pony AI juga memperluas operasi dengan cepat. Perusahaan ini baru-baru ini memproyeksikan pendapatan robotaxi penuh tahun 2026 akan lebih dari 3,5 kali pendapatan 2025.

Target ukuran armada globalnya pada akhir 2026 juga dinaikkan. Sebelumnya 3.000 kendaraan, kini menjadi lebih dari 3.500 kendaraan.

Strategi ekspansi Pony AI bertumpu pada world model PonyWorld dan teknologi Virtual Driver. Keduanya mendukung penerapan skala besar layanan robotaxi dan robotruck perusahaan di berbagai pasar global.

Masuknya WeRide dan Pony AI ke Stock Connect dipandang dapat memperluas basis investor sekaligus meningkatkan kedekatan mereka dengan modal daratan China. Di tengah pertumbuhan armada dan ambisi ekspansi, akses ke investor mainland menjadi tambahan penting bagi dua pemain utama autonomous driving ini.

Source: cnevpost.com

Baca Juga

Back to top button