NHTSA Usul Mobil Otonom Tanpa Pedal Rem, Begini Alasan di Baliknya

Badan keselamatan lalu lintas jalan raya AS, NHTSA, mengusulkan aturan baru yang bisa mengubah desain mobil otonom secara signifikan. Untuk kendaraan yang sepenuhnya dikemudikan sistem otomatis, pedal rem manual tidak lagi wajib dipasang.

Usulan ini bukan berarti mobil otonom akan dibiarkan tanpa kemampuan berhenti. NHTSA tetap menegaskan bahwa kendaraan semacam ini harus memenuhi standar pengereman yang ketat dan lulus pengujian alternatif untuk membuktikan performanya.

Fokus pada kendaraan tanpa kendali manusia

Aturan yang diumumkan pada Kamis (25/6) itu hanya berlaku untuk kendaraan yang tidak memerlukan kendali pengemudi manusia. Pada model seperti ini, kontrol rem manual baik yang dioperasikan tangan maupun kaki dinilai tidak lagi wajib karena kendaraan memang tidak dirancang untuk dikemudikan manusia.

NHTSA berpendapat pedal rem yang bisa mengambil alih sistem mengemudi otomatis justru berpotensi memunculkan risiko keselamatan. Penumpang bisa menyalahgunakannya, baik sengaja maupun tidak, karena mereka bukan pengemudi dalam model kendaraan tersebut.

AspekAturan BaruKeterangan
Pedal rem manualTidak wajibBerlaku untuk kendaraan yang sepenuhnya otomatis
Standar pengeremanTetap wajibHarus memenuhi performa pengereman yang ketat
PengujianAlternatifDipakai untuk membuktikan kemampuan berhenti

Penumpang tetap harus bisa memerintahkan kendaraan berhenti

Meski pedal rem manual dihapus dari syarat, NHTSA tetap berharap produsen menyediakan cara agar penumpang bisa memerintahkan kendaraan berhenti. Metode teknisnya diserahkan kepada masing-masing pabrikan selama fungsi keselamatan dasar tetap terjaga.

Badan itu juga menilai penumpang tidak semestinya menjalankan fungsi berkendara, termasuk mengaktifkan rem parkir. Sikap ini menegaskan bahwa tanggung jawab utama tetap berada pada sistem otomatis, bukan pada orang di dalam kabin.

Masuk ke kerangka kendaraan otonom yang lebih luas

Usulan soal pedal rem ini menjadi pembaruan kelima terhadap Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal, atau FMVSS, dalam Kerangka Kendaraan Otonom yang digagas Menteri Perhubungan AS Sean Duffy. Sebelumnya, NHTSA juga mengusulkan pembaruan untuk perpindahan transmisi, sistem wiper dan defroster kaca depan, serta plakat ban.

NHTSA mengatakan setelah seluruh pembaruan rampung, pengecualian per kendaraan mungkin tidak lagi diperlukan. Selama ini, mobil otonom tanpa kendali manusia harus mengajukan petisi pengecualian dengan batas hingga 2.500 kendaraan per produsen per tahun.

Proses itu selama bertahun-tahun dinilai lamban karena banyak petisi ditinjau tanpa keputusan. Tahun lalu, NHTSA menyatakan akan menyederhanakan proses tersebut agar penerapan kendaraan otonom tidak tersendat.

Pengawasan keselamatan tetap dipertahankan

NHTSA juga tengah menyusun persyaratan kinerja keselamatan terpisah untuk mobil otonom dalam skenario berkendara di dunia nyata. Di saat yang sama, badan ini menegaskan tetap memegang wewenang penegakan terkait cacat produk untuk menyelidiki perilaku sistem mengemudi otomatis yang tidak aman.

Wewenang itu juga mencakup pengawasan terhadap penarikan kembali atau recall bila diperlukan. Dalam pernyataan resminya, Administrator NHTSA Jonathan Morrison menyebut Amerika berada di ambang revolusi teknologi kendaraan terbesar sejak inovasi Model T.

Ia mengatakan kerangka regulasi perlu dipikirkan ulang jika Amerika ingin memimpin di bidang ini. Pada Kamis yang sama, NHTSA juga menarik usulan era pemerintahan Biden yang sebelumnya hendak mengadopsi kerangka nasional sukarela untuk evaluasi dan pengawasan mobil otonom.

Karena masih berupa proposal, aturan baru ini belum berlaku dan masih harus melewati proses lanjutan sebelum difinalkan. NHTSA membuka masa masukan publik hingga 27 Juli 2026 dan menegaskan pendekatannya ditujukan untuk mengurangi hambatan desain yang tidak perlu sambil tetap memperkuat persyaratan keselamatan dasar.

Source: www.cnnindonesia.com

Terkait