Warga Tanam Pisang di Jalan Rusak Blora, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar untuk Perbaikan

Aksi warga menanam pohon pisang di ruas Cepu-Randublatung, Kabupaten Blora, menjadi penanda kuat bahwa kerusakan jalan di jalur itu sudah lama menumpuk. Respons Pemerintah Provinsi Jawa Tengah datang dengan janji penanganan, termasuk anggaran Rp 5,276 miliar untuk perbaikan permanen.

Sorotan publik muncul karena langkah warga itu bukan sekadar protes simbolik, melainkan penanda frustrasi atas kondisi jalan yang mengganggu aktivitas harian. Pemerintah provinsi kemudian bergerak dengan penanganan darurat setelah warga menurunkan material di badan jalan.

Penanganan darurat dilakukan setelah aksi warga

Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan petugas langsung memadatkan material yang dibawa warga. Menurut dia, langkah itu dilakukan agar kondisi jalan tidak semakin mengganggu mobilitas masyarakat.

Henggar menyebut warga sempat menurunkan sekitar 10 dump truk material di lokasi. Material tersebut kemudian dipadatkan menggunakan alat berat sebelum dilanjutkan dengan perkerasan darurat.

Pemadatan darurat dilakukan memakai baby roller dan stamper. Upaya ini dipakai untuk menekan dampak kerusakan yang selama ini dikeluhkan warga di jalur Cepu-Randublatung.

Anggaran perbaikan permanen sudah disiapkan

Untuk perbaikan jangka panjang, Pemprov Jateng menyiapkan anggaran Rp 5,276 miliar. Henggar mengatakan pekerjaan itu sudah masuk tahap pelelangan dan diharapkan segera berlanjut ke proses fisik.

Rencana awal penanganan hanya mencakup 500 meter ruas jalan. Namun, gubernur Jawa Tengah disebut mendukung perluasan pekerjaan agar hasil perbaikan lebih optimal.

Perluasan itu mencakup pelebaran kanan dan kiri masing-masing 50 sentimeter. Detail ini menunjukkan pemerintah provinsi tidak hanya ingin menutup titik rusak, tetapi juga memperbaiki kenyamanan dan ruang lintas kendaraan di ruas tersebut.

Blora masih menunggu perbaikan di ruas lain

Selain Cepu-Randublatung, Henggar juga menyebut ada tiga ruas jalan lain di Kabupaten Blora yang masih diupayakan penanganannya melalui program Inpres Jalan Daerah. Pemprov Jateng menilai dukungan pemerintah pusat dibutuhkan karena kewenangan program itu berada di kementerian.

Pemerintah provinsi menyatakan selama ini tetap memberi perhatian pada kondisi infrastruktur jalan di Blora. Di lapangan, warga masih menunggu hasil nyata setelah aksi protes terbuka memunculkan perhatian luas terhadap kerusakan jalan itu.

Jalur Cepu-Randublatung kini berada di fase penting, yakni antara penanganan darurat dan proses pelelangan proyek permanen. Bagi warga setempat, hasil akhir dari janji perbaikan akan menjadi ukuran apakah protes dengan menanam pisang benar-benar berbuah perubahan.

Source: regional.kompas.com
Terkait